
Jangan lupa like dan komentar nya ya.
Terimakasih atas kunjungan Anda.
Selamat membaca...
*****
Tiga hari di dunia nyata.
Acara pelelangan, akan segera di mulai. Waktu ini juga, waktu Lin Feng kembali ke dunia nyata.
Di dalam liontin.
Li Dan dalam beberapa Minggu di dalam liontin,Kini Li Dan sudah membangkitkan dua elemen. Mungkin karena susah untuk pembangkitan elemen. Li Dan, hanya mampu membangkitkan dua.
Ranah Li Dan juga, sudah di ranah pembentukan tubuh bintang 9. Satu lagi, Lidan akan memasuki alam prajurit.
"Li Dan, ayok keluar". Ucap Lin Feng.
"Baik kak". Balas Li Dan.
Lin Feng bingung, apakah ini saatnya membawa Bai Ling dan juga Zhi Long.
Tapi di pikir-pikir lagi, belum saatnya Lin Feng membawa ke dua hewan kontraknya keluar. Takutnya akan menjadi masalah yang besar, dengan hewan kontraknya yang di bawa Lin Feng.
Sebelum keluar dari liontin, Lin Feng pergi ke tempat tanaman herbal. Lin Feng mengambil beberapa tanaman herbal, tidak lupa Lin Feng mengambil gingseng putih untuk di berikan ke Khu Ming.
Setelah beberapa menit, Lin Feng sudah mengambil beberapa tanaman herbal.
"Lin Dan ayo keluar". Ucap Lin Feng.
"Kak, apa Bai Ling dan juga Zhi Long tidak ikut keluar?". Tanya Li Dan.
"Mereka belum saat nya, untuk ikut kita keluar". Jawab Lin Feng.
"Baiklah kak". Ucap Lida lemas.
Lin Feng tau, Li Dan sudah menganggap mereka seperti saudaranya. Selama ini, Li Dan hanya sendirian. Sebelum ketemu Lin Feng, Li Dan hanya mencari uang untuk bertahan hidup.
Di rumah Li Dan.
Li Dan dan Lin Feng, sudah keluar dari liontin.
"Kak, sekarang kemana kita akan pergi?". Tanya Li Dan.
"Sekarang, kita pergi ke tempat pelelangan terlebih dahulu". Jawab Lin Feng.
"Emangnya, kita mau apa kak ke sana?". Tanya Li Dan.
"Kakak melelang sesuatu di sana". Jawab Li Dan.
"Kakak juga, sekalian mencari senjata untuk mu. Siapa tau, ada senjata yang cocok untukmu". Ucap Lin Feng.
"Baik kak". Balas Li Dan.
"Li Dan, mulai sekarang. Kau tidak akan, pulang lagi ke rumah ini". Ucap Lin Feng.
"Kenapa kak?". Tanya Li Dan.
"Karena, mulai dari sekarang. Kau akan ikut Kakak terus, tapi tidak tau di masa depan. Kita akan berpisah dimana". Jawab Lin Feng.
"Baik kak, apa perlu aku hawa pakaianku kak?". Tanya Li Dan.
"Tidak usah, nanti kita sekalian cari kebutuhan mu dan kakak". Jawab Lin Feng.
"Baik kak". Balas Li Dan.
__ADS_1
Mereka berdua, kini menuju tempat pelelangan. Di mana tempat pelelangan itu, berada di kota.
Setelah beberapa menit, Lin Feng udah sampai di depan pelelangan.
"Kak, kenapa ramai sekali di sini?". Tanya Li Dan.
"Mungkin karena, sebentar lagi pelelangan akan di mulai". Jawab Lin Feng.
Dari dalam kerumunan, terdengar seseorang berteriak.
"Semuanya minggir, tuan muda Qiu Long akan lewat". Teriak penjaga.
Rombongan yang Lin Feng lihat, mungkin dari salah satu klan terbesar di kota ini. Terlihat dari kereta kuda yang mereka tumpangi, memliki ciri khas orang kaya.
"Kalian berdua minggir lah, apa kalian tidak tau. Pengeran Qiu Long mau lewat, apa kalian berdua ingin mati". Teriak penjaga.
Lin Feng merasa di teriak, baginya itu sangat berisik.
"Apa kalian tidak bisa melihat, bahwa di sini sangat ramai. Harusnya kalian hati-hati, bagaimana kalau ada yang terluka". Ucap Lin Feng.
"Hah, kau bicara sama siapa. Apa kau tidak tau bocah udik, yang ada di dalam kereta ini, putra ke dua dari klan Qiu". Teriak penjaga.
"Aku tidak peduli siapa dia, aku hanya memperingati saja". Balas Lin Feng.
Para warga dan pengunjung, melihat kegaduhan itu, banyak yang mencemooh Lin Feng.
"Siapa dua bocah itu, tidak tau kalau mereka berdua berurusan dengan siapa"
"Palingan mereka mati dengan mengenaskan"
"Dasar bocah Sekarang, tidak tau tatak Rama ya"
"Sok-sokan mau jadi jagoan, bahkan kami saja diam dari tadi. Tidak terusik, sama sekali"
Lin Feng yang di ejek hanya cuek, padahal niat Lin Feng baik.
"Ada apa, kenapa malah berhenti". Teriak Qiu Long kesal.
"Maaf tuan muda, ada dua orang bocah yang menghalang perjalanan kita". Jawab salah satu penjaga.
"Kenapa tidak kalian bereskan saja". Ucap Qiu Long kesal.
"Baik tuan muda". Balas penjaga.
"Apa kalian dengar teman-teman". Ucap penjaga.
"Tuan muda menyuruh kita, untuk membereskan ke dua bocah ini". Tambahnya.
Para warga dan pengunjung, malah mencemooh Lin Feng lagi.
"Mati dua bocah itu sekarang"
"Makannya jangan sok-sokan"
"Tamatlah riwayat mu bocah"
Li Dan yang mendengar cemoohan para warga dan pengunjung. Li Dan merasa kesal, dengan apa yang mereka ucapakan.
"Kak, padahal kita hanya ingin membela mereka. Kenapa kita yang di salahkan, apa begini kehidupan orang mempunyai martabat". Ucap Li Dan.
"Tidak usah pikir kan, kakak akan selesai ini dengan cepat". Balas Lin Feng.
Lin Feng tidak mempermasalahkan, ucapan para warga dan pengunjung. Mata Lin Feng, menatap ke arah para penjaga.
"Teman-teman, ayo kita urus ke dua bocah ini". Ucap penjaga.
"Ayok kita serang". Ucap mereka.
__ADS_1
Penjaga yang menyerang Lin Feng, hanya berjumlah dua puluh. Bagi Lin Feng ini gampang, tapi bagi warga ini masalah.
"Serang".
Para penjaga mulai menyerang Lin Feng, Lin Feng hanya menggunakan elemen angin untuk menghindari.
Para penjaga itu kesal, Karena Lin Feng hanya menghindar saja.
"Kau bocah udik, jangan menghindar saja. Cobalah untuk menyerang kami". Teriak penjaga kesal.
"Baik, kalau itu yang kalian minta". Balas Lin Feng.
"Bersiap-siap lah". Ucap Lin Feng.
Lin Feng langsung memasang kuda-kuda, para penjaga yang melihat itu jadi waspada.
Wushhhh.
Lin Feng melesat menggunakan elemen angin, memukul para penjaga mengunakan tenaga fisik saja.
Bugh
Bugh
Bugh
Bguh
.......
Bugh
Pukulan yang di berikan Lin Feng, kepada para penjaga. Semuanya, langsung pingsan tak berdaya.
Qiu Long kaget dan terkejut, melihat para penjaga nya kalah. Lin Feng langsung menatap ke arah Qiu Long dan menghampiri nya.
"Mau apa kau, jangan mendekat". Teriak Qiu Long ketakutan.
"Aku hanya memberi peringatan saja, aku juga tau kau tidak bisa beladiri. Aku sangat bersyukur, Karena kau tidak bisa beladiri. Jika kau bisa beladiri, tidak tau kau akan gunakan di jalan yang benar atau salah". Ucap Lin Feng tegas.
"Jika kau mencari masalah lagi, aku akan meratakan klan mu itu". Tambah Lin Feng tegas.
Qiu Long merasa takut dengan apa yang di ucapkan oleh Lin Feng, Qiu Long langsung berteriak.
"Kau tidak akan bisa meratakan klan ku, banyak orang hebat di kediaman Klan Qiu". Teriak Qiu Long memberanikan diri.
Lin Feng yang mendengar itu, langsung mengambil tangan kanan Qiu Long.
"Apa yang ingin kau lakukan bocah". Teriak Qiu Long.
Krak.
Suara tulang patah.
Argh.
Qiu Long berteriak keras, karena tangan kanannya di patahkan oleh Lin Feng.
"Apa bocah itu tidak takut dengan klan Qiu"
"Aku dengar putra pertama klan Qiu sudah di ranah alam jendral"
"Biarin aja, bocah itu. Memang benar-benar mencari mati"
******
Jangan lupa like dan komentar nya ya.
__ADS_1
Terimakasih atas kunjungan Anda.