
Jangan lupa like dan komentar nya ya.
Terimakasih atas kunjungan Anda..
*************
Lin Feng menuju rumah makan, siapa tau pelayan di sana tau letak rumah pelanggan.
"Permisi tuan ada yang bisa saya bantu". Tanya pelayan.
"Apa anda tau, dimana tempat pelelangan di adakan?". Tanya Lin Feng.
"Pelelangan itu akan di adakan tiga hari lagi, letak tempat pelelangan ada di pojok jalan ini. Nama tempatnya adalan pelelangan anggrek putih". Jawab pelayan.
"Terima kasih atas informasinya". Ucap Lin Feng.
"Sama-sama tuan". Balas pelayan.
Lin Feng bergegas pergi dari rumah makan dan menuju tempat pelelangan anggrek putih.
Setelah beberapa menit berjalan, akhir nya Lin Feng menemukan tempat pelelangan.
Lin Feng langsung bergegas masuk, tapi di cegat oleh penjaga.
Penjaga yang mencegat Lin Feng waspada, karena pakaian yang di pakai Lin Feng mewah. Walaupun mewah, penjaga itu tetap waspada. Karena Lin Feng menggunakan topeng, siapa tau Lin Feng adalah mata-mata.
"Tuan tunggu sebentar". Ucap penjaga.
"Ya kenapa". Balas Lin Feng.
"Ada keperluan apa tuan datang kemari?". Tanya penjaga.
"Apa benar ini tempat pelelangan?". Tanya balik Lin Feng.
"Benar tuan". Jawab penjaga.
"Aku di sini, ingin melelang sesuatu. Apakah boleh?". Tanya Lin Feng.
"Tunggu sebentar tuan, saya akan melapor terlebih dahulu. Kepada pemilik pelelangan ini". Ucap penjaga.
"Baik". Balas Lin Feng.
Penjaga itu, langsung bergegas masuk dan menuju ruangan pemilik pelelangan.
Di dalam ruangan, terlihat seorang pria tua yang sedang duduk dan Menikmati teh nya.
Tok tok tok
"Permisi tua". Ucap penjaga.
"Silakan masuk". Balas pria tua.
"Ada apa kau kemari?". Tambah pria tua.
" Hamba ingin melapor, di depan pintu ada orang yang ingin melelang barang". Jawab penjaga.
"Bagaimana cirinya?". Tanya pria tua.
"Hamba hanya tau, dia berusia muda dan menggunakan topeng tuan". Jawab penjaga.
"Baiklah, bawa dia masuk". Ucap pria tua.
"Baik tuan" balas penjaga.
Penjaga itu keluar dan berjalan menuju ke depan pintu rumah masuk.
__ADS_1
"Anda di tunggu sama tuan di ruangannya". Ucap penjaga.
"Baik, terimakasih". Balas Lin Feng.
Lin Feng langsung bergegas masuk dan menuju ruangan pemilik pelelangan.
Tok tok tok
"Silakan masuk". Ucap pria tua.
Lalu Lin Feng bergegas masuk, pria tua itu memperhatikan Lin Feng. Memang benar apa yang di ucapkan penjaganya tadi, mungkin Lin Feng masih muda.
"Silahkan duduk terlebih dahulu tuan". Ucap pria tua.
"Baik tuan". Balas Lin Feng.
"Namaku adalah Khu Ming. Aku pemilik pelelangan ini". Ucap Khu Ming.
"Namaku Fang Shen". Balas Lin Feng.
"Ling'er, tolong bawakan teh lagi. Kita ke ada tamu". Ucap Khu Ming.
Terdengar dari belakang, suara seorang perempuan.
"Baik ayah". Balas Khu Ling.
Khu Ling langsung mengambil nampan dan membawakan teh di atasnya.
Khu Ming langsung bergegas mengantar teh itu, ke tempat ayahnya.
"Ini Aya teh nya". Ucap Khu Ling.
Lin Feng melihat Khu Ling, umur khu Ling di perkirakan beda dua tahun dengan Lin Feng.
"Silahkan di minum dulu tehnya tuan Fang Shen". Ucap Khu Ming.
"Tidak masalah bagiku". Ucap Khu Ming.
"Apa benar, anda ingin melelang sesuatu di sini?". Tanya Khu Ming.
"Benar tuan Khu, apa boleh saya melelang di sini?". Tanya balik Lin Feng.
"Pelelangan ini bebas, buat siapapun yang ingin melapangkan barangnya". Jawab Khu Ming.
"Emang barang apa yang ingin kamu lelang, tuan Fang?". Tambah Khu Ming.
Lin Feng langsung mengeluarkan barang, dari cincin penyimpanan nya.
"Aku ingin melelang ginseng putih, anda pasti tau akan khasiat nya?". Tanya Lin Feng.
Khu Ming yang mendengar ginseng putih, tentu saja Khu Ming kaget. Asal nya ginseng putih, sudah jarang di temukan atau mungkin bisa di katakan musnah.
"Apakah anda benar ingin melelang barang langka ini?". Tanya Khu Ming kaget.
"Iya tuan Khu, aku membutuhkan uang". Jawab Lin Feng.
"Tapi, ginseng putih bisa meningkatkan ranah anda, tuan Fang?". Tanya Khu Ming.
"Gingsen putih ini, sudah tidak bisa di gunakan. Untuk orang yang sudah, berada di alam kaisar tuan Khu". Jawab Lin Feng.
Khu Ming yang mendengar Jawaban Lin Feng kaget.
"Apa Fang Shen sudah melebihi alam kaisar". Batin Khu Ming.
"Apakah dia monster, bahkan umurnya belum genap dua puluh tahun. Tapi, ranah nya sudah lebih alam kaisar. Aku harus mendapatkan dukungan dari tuan Fang Shen ini". Batinnya lagi.
__ADS_1
Khu Ming sendiri, masih di alam raja bintang satu. Khu Ming sangat susah, untuk meningkatkan ranah nya.
" Maaf tuan Fang, apa anda sudah berada di alam kaisar?". Tanya Khu Ming hati-hati.
Lin Feng tidak menjawab, Lin Feng langsung mengeluarkan ranah nya sampai alam kaisar bintang tiga.
Khu Ming langsung muntah darah, merasakan energi yang lepas dari Lin Feng.
Lin Feng melihat Khu Ming muntah darah, Lin Feng langsung menarik kembali energi nya.
"Maaf tuan Khu, aku tidak sengaja". Ucap Lin Feng.
"Tidak, akulah yang harus minta maaf. Karena telah meremehkan anda tuan Fang". Balas Khu Ming.
Dari belakang, Khu Ling yang mendengar ayahnya batuk. Khu Ling langsung bergegas menuju tempat ayahnya.
"Ayah apa yang terjadi". Tanya Khu Ling khawatir.
"Ling'er ayah tidak apa-apa". Jawab Khu Ming.
Mata Khu Ling langsung tertuju ke arah lantai, di sana terdapat darah. Khu Ling langsung melihat Lin Feng dan langsung berteriak.
"Apa yang kau lakukan pada ayahku". Teriak Khu Ling.
Khu Ming, yang mendengar anaknya memarahi Lin Feng. Langsung berucap.
"Ling'er tidak baik kau marah pada tahun Fang". Teriak marah Khu Ming.
Khu Ling yang mendengar teriak marah ayahnya, menjadi sakit hati. Karena, baru pertama kali baginya di marahi ayahnya.
Khu Ling langsung berbalik, sambil terisak.
"Maaf tuan Fang, atas sikap anak ku". Ucap Khu Ming.
"Tidak apa tuan Khu, aku juga paham. Anak mana yang akan terima, melihat ayahnya terluka". Balas Lin Feng.
"Anda sangat merendah". Ucap Khu Ming.
"Bagaimana kalau begini, ginseng putih itu aku beli saja. Apa anda mau?". Tanya Khu Ming.
"Apakah Anda sangat membutuhkannya?". Tanya balik Ling Feng.
"Iya tuan Fang, aku sudah macet di ranah alam raja bintang satu. Aku sudah melakukan berbagai cara, tapi tidak hasil". Jawab Khu Ming.
Lin Feng merasa kasihan dengan Khu Ming, lalu Lin Feng berucap.
"Begini saja tuan Khu, anda lelang saja ginseng putih ini. Aku akan memberikan, ginseng putih buat anda ketika saya kembali kesini". Ucap Lin Feng.
Khu yang mendengar itu, langsung berdiri dari duduk nya. Khu Ming langsung sujud di depan Lin Feng.
"Tuan Fang, aku sangat berterima kasih. Kelak jika anda membutuhkan sesuatu. Pelelangan anggrek putih ini, siap untuk membantu". Ucap Khu Ming sedih.
Lin Feng merasa tidak enak, dengan Khu Ming yang tiba-tiba sujud di depan nya.
"Anda tidak perlu melakukan itu". Ucap Lin Feng.
"Baik tuan Fang, oh iya. Anda ambilah token VIP ini, ketika anda sampai disini. Tunjukan saja token itu, penjaga akan mengarahkan ke ruangan anda". Ucap Khu Ming sambil menyerahkan token VIP.
"Baik, terimakasih tuan Khu". Ucap Lin Feng.
"Sama-sama tuan Fang". Balas Khu Khu Ming.
Setelah memberikan ginseng putih kepada Khu Ming, Lin Feng bergegas untuk kembali ke rumah Li Dan.
**************
__ADS_1
Jangan lupa like dan komentar nya ya.
Terimakasih atas kunjungan Anda....