SISTEM PENGUASA 7 ALAM SEMESTA

SISTEM PENGUASA 7 ALAM SEMESTA
31. MENYELAMATKAN ANAK KECIL.


__ADS_3

Lin Feng,Li Dan dan anak kecil yang di bawa mereka berdua, kini telah sampai di tempat yang di ucap kan anak kecil tadi yaitu gedung tua.


Lin Feng melihat bangunan yang sudah begitu tua dan hampir roboh kapan saja, tempat ini benar-benar sudah tidak layak di pakai.


Bagaimana manapun, sekarang Lin Feng tidak akan pernah menyesali perbuatannya, atas apa yang sedang Lin Feng rencana kan, tentang tempat tinggal anak-anak jalanan.


Anak jalanan juga punya mimpi dan cita-cita mereka masing-masing di masa depan, jangan karena masalah tempat tinggal, membuat mereka semua jadi gelandangan.


"Kak, ini tempat tinggal yang aku ucap kan tadi". Ucap anak kecil itu.


Anak kecil itu langsung berlari, menuju sebuah gedung tua.


"Wa Zhi, dari mana saja?". Tanya seorang perempuan.


Perempuan yang berbicara tadi, umurnya satu tahun di bawah Lin Feng, perempuan cantik, hanya pakaian dan rambut yang agak kusut.


"Kak, Wa Zhi tadi dari kota". Jawab Wa Zhi.


Wanita yang di panggil kakak oleh Wa Zhi, sedikit mengerut kan dahinya.


"Bukankah sudah kakak bilang, jangan main ke kota, tidak baik main di sana". Ucap kesal wanita itu.


Kemudian wanita itu memandang ke arah Lin Feng dan Li Dan, lalu menghampiri nya.


"Tuan, terimakasih karena telah mengantarkan Wa Zhi". Ucap gadis itu sambil membungkuk hormat kepada Lin Feng.


"Tidak masalah" balas Lin Feng.


"Siapa namamu?". Tanya Lin Feng.


"Nama saya He Li tuan". Jawab He Li.


"Kamu tidak usah memanggilku tuan, namaku Lin Feng, dan di sebelah ku Li Dan adikku". Ucap Lin Feng.


"Baik, salam Lin Feng, Li Dan". Balas He Li sambil memberi hormat kembali.


Lin Feng dan Li Dan pun membalas nya, mereka berdua pun sama membungkuk hormat balik.


"Apakah aku boleh masuk ke dalam?". Tanya Lin Feng.


"Tapi, tempat kami tidak bagus sama sekali". Ucap He Li gugup.


Gimana tidak gugup, orang di depan He Li memakai pakaian cukup bagus, apalagi Lin Feng yang memakai topeng, He Li sedikit khawatir.


"Kamu tidak usah khawatir, aku tidak memperdulikan soal tempat kalian, tidak perlu mencurigai kami juga". Ucap Lin Feng.

__ADS_1


He Li merasa ketahuan, hanya bisa menghela nafas berat.


"Berapa anak yang di dalam gedung itu?". Tanya Lin Feng.


"Ada sekitar dua puluh orang, di tambah saya, jadi semuanya ada dua puluh satu". Balas He Li.


"Bagus lah, aku kira akan lebih banyak lagi, takutnya akan kurang makanan yang aku bawa". Ucap Lin Feng.


He Li yang mendengar itu, benar-benar bahagia, selama ini tidak ada yang mau memberikan sedikit makanan kepada mereka.


He Li harus bekerja setiap hari, untuk kebutuhan adik-adik tirinya, apalagi adik-adik tirinya itu belum pada dewasa.


He Li hanya bisa mengurus ngasih makanan saja, itu pun makanan sederhana, tidak ada kata makanan mewah selama ini.


Karena gajih He Li sangat kurang untuk mereka, tapi mereka selalu bersyukur, walaupun begitu, setidaknya masih bisa makan, walaupun tidak bisa beli pakaian yang baru.


"Lin Feng, apa kau sengaja membeli makanan itu, untuk kami?". Tanya He Li.


"Benar, jadi ayo kita masuk ke dalam dan makan bersama, aku juga udah lapar dari tadi belum makan". Jawab Lin Feng.


"Baiklah, silahkan masuk". Ucap He Li.


He Li memimpin di depan mereka untuk masuk ke dalam gedung tua, pandangan pertama Lin Feng dan Li Dan yang pertama kali di lihat adalah sangat memperihatinkan.


Semua anak-anak di dalam gedung tua itu, kucel tak terurus, pakaian pun pada tidak layak di pakai.


Lin Feng dan Li Dan sangat di sambut meriah sama mereka semua, bagaimana itu pertama kalinya orang masuk ke dalam gedung tua selain mereka yang menempati tempat itu, semua orang tidak akan berani masuk, karena merasa jijik dengan mereka.


"Kak, ternyata aku salah, ku kira aku yang paling sengsara, ternyata ada yang lebih sengsara dari pada aku". Ucap Li Dan sedikit sedih.


"Dalam hal apapun, kita tidak boleh langsung putus asa, baik kekuatan, kekayaan, kepintaran dan yang lainnya, ketika merasa kita ada di atas langit, pasti ada langit yang lebih tinggi dan begitu seterusnya, kalau kebalikannya, jika kita merasa paling bawa, pasti ada yang paling bawah lagi". Jelas Lin Feng.


Lu dan yang mendengar ucapan Lin Feng, kini Li Dan tau arti dari kehidupan ini.


[Jangan berbangga dengan apa yang kita miliki, belum tentu apa yang kita bangga kan akan terus mengutus kita, jangan pernah merasa paling rendah, belum tentu yang kita rasakan itu rendah, bagi orang lain adalah paling istimewa].


"Anak-anak, kalian sedang apa?". Lin Feng.


"Kak, aku sedang menceritakan tentang kehebatan kakak tadi". Jawab Wa Zhi dengan bangga.


"Kamu aja tadi merasa takut". Goda Li Dan.


"Kak, bukan gitu, hanya kaget saja, hehehe". Ucap Wa Zhi malu.


Setelah itu, langsung banyak anak-anak yang mengelilingi Lin Feng.

__ADS_1


"Kakak benar memukul penjaga restoran dengan satu pukulan"


"Kakak pasti kuat kan"


"Boleh mengajari ku kak"


Lin Feng hampir pusing, mendengar banyak pertanyaan dari anak kecil.


He Li yang melihat itu, sedikit tertawa cekikikan, lalu He Li menegur adik-adik tirinya.


"Kalian tidak boleh membuat kakak Feng pusing, nanti pingsan gimana". Ucap He Li.


Anak-anak yang mendengar ucapan kakak tiri pertama nya, langsung merasakan bersalah, muka mereka semua memerah karena malu.


Lin Feng yang melihat itu, tidak enak hati, lalu Lin Feng berkata.


"Adik-adik kakak bawa makan, kalian pasti belum makan kan?". Tanya Lin Feng.


"Iya kak". Jawab mereka serempak.


Lin Feng yang melihat anak-anak kecil di depan nya begitu semangat, Lin Feng benar-benar sangat bahagia. Lalu Lin Feng mengibaskan tangannya, keluar lah semua makanan yang Lin Feng beli tadi.


Anak-anak yang melihat itu begitu takjub, termasuk He Li, karena ini pertama kalinya bertemu pendekar.


Setiap pendekar pasti mempunyai cincin penyimpanan, karena semua itu sudah menjadi ciri bagi para pendekar.


Pandangan He Li kini sedikit takut, setelah tau indentitas Lin Feng.


Ketika makanan sudah di keluarkan, anak-anak langsung mengambil makanan di depan itu, Lin Feng dan Li Dan juga ikut mengambil, bagaimana pun mereka beli makan dari tadi.


Ketika semuanya sudah mengambil makanan mereka masing-masing, tetapi He Li masih belum juga ngambil bagiannya.


"He Li, kenapa belum mengambil bagian mu?". Tanya Lin Feng.


Melihat He Li masih tetap diam dan berdiri, Lin Feng tau apa penyebab nya He Li jadi begitu.


"Kamu tidak usah khawatir, kita sama-sama manusia biasa, tidak ada yang di pandang tinggi di sini, walau aku seorang pendekar, masih tetap sama kalian manusia biasa". Ucap Lin Feng.


He Lin yang mendengar ucapan Lin Feng, merasa lebih lega, karena biasanya rata-rata seorang pendekar akan angkuh dan bermartabat tinggi, seolah-olah mereka adalah penguasa.


Kini He Li yakin, jika Lin Feng bukan seorang yang begitu haus akan pujian, atau pun sebuah gelar.


Yang ada di pandangan He Li sekarang, Li Feng seorang dewa baginya.


***

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentar nya ya.


Terimakasih...


__ADS_2