SISTEM PENGUASA 7 ALAM SEMESTA

SISTEM PENGUASA 7 ALAM SEMESTA
32. MENGAJAK PINDAH HE LI DAN ANAK-ANAK.


__ADS_3

Setelah Lin Feng dan yang lainnya selesai makan, Lin Feng langsung menghadap ke arah Li Dan.


"Li Dan, kamu ngobrol dulu aja, sama adik-adik mu dulu". Ucap Lin Feng.


"Iya kak". Balas Li Dan.


Setelah berucap ke Li Dan, Lin Feng menghampiri He Li.


"He Li, ikut aku sebentar". Ucap Lin Feng.


"Baik". Balas He Li.


Mereka berdua, Langsung memisahkan diri dari rombongan.


"He Li, aku mau tanya?". Tanya Lin Feng.


"Tanya apa". Jawab He Li.


"Jika kamu dan adik-adik mu ikut aku pindah bagaimana, mau?". Tanya Lin Feng.


"Maksudnya". Jawab He Li.


"Jadi begini He Li, aku berencana membangun sebuah gedung, di sana juga tidak perlu khawatir, soal makanan dan yang lainnya. Semua kebutuhan kamu dan adik-adik aku yang tanggung, kamu tinggal ajak adik ke rumah yang sedang aku bangun". Ucap Lin Feng.


He Li benar-benar terkejut dan terharu, atas apa yang di tawarkan Lin Feng, sebenarnya He Li sudah cukup dengan apa yang makanan Lin Feng berikan tadi, setidaknya itu membuat dirinya dan adik-adik, bisa merasakan makanan enak.


He Li hanya seorang pelayan di restoran, gaji nya aja tidak mencukupi untuk kebutuhan lainnya, hanya cukup untuk membeli makanan, itu pun hanya makanan biasa.


Walaupun hanya sederhana, setidaknya mereka kecukupan buat kebutuhan makanan setiap hari.


Tidak tau keberuntungan dari mana, Lin Feng datang pada dirinya, menawar kan makanan, sekarang Lin Feng menawarkan untuk tinggal di rumah yang sedang di bangun nya, sekarang He Li yakin, bahwa Lin Feng dewa yang di kirim dirinya dan adik-adik.


He Li benar-benar tersanjung, dengan apa yang di tawarkan Lin Feng, sampai-sampai He Li meneteskan air mata.


Lin Feng yang melihat He Li tiba-tiba menangis, Lin Feng bingung apa yang harus di lakukan nya.


"He Li, kenapa kamu menangis?". Tanya Lin Feng khawatir.


"Tidak apa-apa, aku hanya terharu saja". Balas He Li sambil mengusap air matanya.


"Jadi bagaimana, apa kau setuju dengan tawaran ku?". Tanya Lin Feng.


"Tentu saja setuju, kamu benar-benar baik kepada kami, aku benar-benar sangat terharu dengan kebaikan mu, semoga kau di berikan kemudahan terus". Jawab He Li sambil sujud di depan Lin Feng.


Lin Feng yang menerima sujud dari He Li, langsung menahan pundak He Li dan menyuruh nya untuk bangun.


"Tidak usah begitu". Ucap Lin Feng.


"Baik lah, sekali lagi terimakasih banyak". Balas He Li.


"Sekarang kamu kabari adik-adik mu, beritahu semuanya, untuk berkemas terlebih dahulu". Ucap Lin Feng.

__ADS_1


He Li yang mendengar ucapan Lin Feng bingung, padahal kan rumah yang di maksud Lin Feng lagi di bangun, tapi Li. Feng menyuruh nya dan adik-adik untuk berkemas.


"Katanya lagi di bangun, tapi kenapa nyuruh untuk berkemas?". Tanya He Li.


"Bukan begitu maksudku, kita akan mencari kebutuhan buat kita semua". Jawab Lin Feng.


"Baiklah". Balas He Li.


He Li langsung bergegas masuk ke dalam rumah kembali, He Li langsung memberi tahukan kepada semua adik nya, bahwa mereka akan pindah dari tempat tinggal yang mereka tempati sekarang.


Tidak ada yang perlu di bawa, pakaian mereka hanya satu, Lin Feng tau begini tidak akan menyuruh untuk berkemas.


Setelah semuanya telah bersiap, mereka langsung pergi ke tengah kota, tempat taman dan perdagangan.


Dimana semua yang mereka butuhkan, pasti akan mereka dapatkan, pakaian, makanan, dan yang lainnya.


Setelah beberapa menit mereka berjalan, akhirnya mereka sampai di tengah ibu kota.


"Kak, kita mau kemana dulu?". Tanya Li Dan.


"Kita ke perdagangan pakaian dulu". Ucap Lin Feng.


Anak-anak kecil yang di belakang Lin Feng sangat bahagia, saat mendengar Lin Feng akan mengajak mereka ke perdagangan pakaian.


Langkah mereka, kini menuju tempat penjualan pakaian.


Pada saat mereka sampai di tempat penjualan pakaian, mereka di cegat oleh beberapa penjaga.


He Li dan anak-anak di belakang nya langsung tertunduk, karena apa yang di ucapan penjaga di depannya benar, oleh karena itu, He Li melarang ke adik-adik, untuk pergi ke tengah kota.


Sedangkan Lin Feng dan Li Dan, mendengar hinaan yang di lontarkan penjaga, benar-benar membuat adik kakak ini naik darah.


"Siapa yang kau sebut pengemis paman, kami di sini mau beli pakaian, hah". Teriak Li Dan.


"Hah beli pakaian, kalian hanya sekelompok anak nakal". Ejek penjaga sambil menghina.


"Mana mungkin kalian membeli pakaian, lihat lah pakaian kalian, makan mungkin mampu membeli pakaian di sini". Ejek penjaga lain.


"Kau benar". Timpal penjaga lain.


Lin Feng benar-benar. Kehilangan kesabaran nya, Lin Feng langsung mengeluarkan hawa membunuh yang kuat.


"Aku tidak ingin membunuh hari ini, kami di sini cuman ingin membeli pakaian". Ucap Lin Feng serius.


Para penjaga mulai merasa gemetaran dan takut sekujur tuh, sampai keringat pun, membasahi pakaian mereka.


"Siapa anak ini, kenapa hawa membunuh nya lebih kuat". Batin para penjaga.


Dari dalam toko pakaian, datang seorang pria paruh baya, dengan hati yang gemetar.


Pria paruh baya itu menatap ke arah Lin Feng, pria paruh baya itu langsung terkejut.

__ADS_1


"Kenapa aura membunuh nya sangat pekat, padahal masih muda, aku tidak boleh menyinggung perasaan nya". Batin pria paruh baya itu.


Paruh baya itu, langsung bergegas ke hadapan Lin Feng, menunduk sopan.


"Tuan apa yang bisa saya bantu". Tanya pria paruh baya itu.


"Aku membutuhkan pakaian, tapi di toko ini katanya tidak butuh pembeli pengemis". Ucap Lin Feng dingin.


Paruh baya itu, langsung berkeringat dingin, ucapannya santai, tapi menusuk ke dalam hatinya, memang seseorang yang tidak boleh dia provokasi.


"Maaf tuan, hamba tau yang jadi ke salah pahaman ini". Ucap pria paruh baya gemetar.


Pria paruh baya itu, langsung berjalan ke arah para penjaga toko nya, para penjaga toko, yang tau kedatangan tuan nya, dengan raut yang sangat kesal, ini akan menjadi akhir dari hidup mereka.


"Kenapa kalian bisa berbicara omong kosong". Teriak paruh baya marah.


"Tuan, kami tidak tau tuan, tolong maafkan kami". Ucap salah satu penjaga.


"Kalian pergilah, besok tidak usah kembali lagi". Ucap dingin pria paruh baya, sambil melempar kan beberapa koin emas ke arah penjaga.


Para penjaga hanya bisa pasrah, ini semua juga kesalahan mereka.


Pria paruh baya itu, langsung kembali ke arah Lin Feng berada.


"Tuan apa yang bisa kami bantu, aku sudah membuat mereka pergi". Ucap pria paruh baya.


Jika tidak ada anak-anak kecil di belakang Lin Feng, sudah Lin Feng bunuh semua para penjaga tadi.


"Kau biarkan anak-anak kecil di belakang ku masuk, biarkan mereka memilih, juga bawakan pakaian buat ku yang terbaik". Ucap Lin Feng dingin.


"Baik tuan". Balas pria paruh baya yang masih gemetar.


Lin Feng dan yang lainnya masuk, Lin Feng langsung mencari tempat duduk, sedangkan yang lainnya mencari pakaian yang mereka suka.


Mereka berbelanja, sudah lewat beberapa jam tapi tidak masalah bagi Lin Feng, asal anak-anak senang.


Tidak lama kemudian, mereka kembali, setiap orang hanya membawa satu.


"Pak tua kau kemari". Ucap Lin Feng dingin.


Pria paruh baya yang di panggil Lin Feng, langsung bergegas lari ke hadapan Lin Feng.


"Iya tuan, ada yang perlu di bantu?". Tanya pria paruh baya berkeringat.


"Kalian bungkus semua, pakaian pria dan wanita, sesuai ukuran mereka semua". Ucap Lin Feng, sambil menunjuk Li Dan dan yang lainnya.


***


Jangan lupa like dan komentar nya ya.


Terimakasih...

__ADS_1


__ADS_2