
Li Dan yang sudah menyelesaikan pertarungan nya dengan ke dua tetua, langsung bergegas menuju ke arah Lin Feng, dengan langkah yang sangat lemas.
"Kakak". Ucap Li Dan.
Lin Feng yang mendengar ucapan dari Li Dan, langsung mengarahkan pandangannya kepada Li Dan.
"Bagaimana pestamu?". Tanya Lin Feng.
"Sangat seru kak, hanya badan ku terasa lemas saja". Balas Li Dan sambil tersenyum.
"Baiklah, sekarang kau istirahat lah terlebih dahulu, kakak akan membereskan masalah di sini dulu". Ucap Lin Feng.
Li Dan hanya membalas dengan anggukan, kemudian Li Dan mencari tempat yang nyaman buat dia beristirahat.
Lin Feng menghadap Kemabli, ke arah kepala klan dan yang lainnya.
"Mari kita lanjutkan pestanya". Ucap santai Lin Feng.
Lin Feng langsung menerjang ke arang orang di depannya, orang-orang yang di depannya, langsung mencoba melarikan diri, Lin Feng tidak akan membiarkan itu terjadi.
"Langkah bayangan"
"Tinju penghancur gunung"
Lin Feng langsung mengunakan dua teknik gabungan, dan menyerang Meraka satu persatu.
Bugh.. Bugh... Bugh...
Lin Feng sengaja memukul ke arah kepala mereka, siapa sangka kepala mereka langsung hancur lebur.
"Kenapa begini?, apa terlalu kuat aku memukul mereka?, Atau mereka yang saja yang terlalu lemah?". Batin Lin Feng bingung.
Setelah sadar dari kebingungannya, Lin Feng langsung berjalan ke arah Li Dan.
"Li Dan, lebih baik kau memulihkan dulu tenaga mu, kakak akan mengurus sisanya ya". Ucap Lin Feng.
"Iya kak". Balas Li Dan.
Li Dan langsung duduk bersila, untuk memulai penyembuhan diri padanya dirinya sendiri.
Lin Feng langsung menuju ke arah para mayat, yang di bunuh nya dan Li Dan. Setelah sampai di depan para mayat, Lin Feng mengambil satu persatu cincin setiap mayat itu, segera Lin Feng memeriksa setiap cincin.
__ADS_1
"Ternyata kaya raya juga ya klan Qiu ini, dengan begini aku seperti nya tidak terlalu khawatir dengan masalah uang". Gumam Lin Feng sambil tersenyum.
Lin Feng langsung menuju ke arah kediaman Klan Qiu, pada saat di buka, ternyata semua orang, baik Pelayan maupun keluarga klan Qiu lainnya, sudah kumpul di sini semuanya.
Semua orang yang di dalam kediaman terkejut, dengan ada seseorang yang masuk ke dalam kediaman, yang paling terkejut dari semuanya adalah Qiu Long, karena dia sendiri yang kenal dengan Lin Feng.
"Hai semua nya". Ucap Lin Feng menyapa.
Mendengar itu, semuanya langsung dalam ketakutan, karena mereka sudah pasti, bahwa kepala klan dan para tetua sudah di kalah kan.
"Ka-kau, bagaimana bisa selamat dari para tetua dan kepala klan". Ucap gugup Qiu Long dengan kehadiran Lin Feng.
Lin Feng langsung tersenyum, mendengar ucapan Qiu Long.
"Ternyata anak manja ini disini ya, enak banget hidup mu, orang-orang di sini harus mati karena mu". Ucap Lin Feng, sambil tersenyum.
Mendengar ucapan Lin Feng, semua pelayan dan keluarga lainnya, langsung menatap ke arah Qiu Long.
Mereka semua langsung menghajar Qiu Long, baik pihak keluarga maupun pelayan, karena Qiu Long, semuanya harus mati sekarang.
Walaupun ada rasa kasihan melihat mereka yang ketakutan, tapi Lin Feng tetap pada pendiriannya, hal kecil di lepaskan, maka hal besar di masa depan menantinya.
"Tidak ada gunanya kalian menyalahkannya, karena aku sudah memperingatkan dirinya buat tidak menggangu ku, tapi dia sendiri menghiraukan kan peringatan ku, jadi kalian boleh membalas di kehidupan selanjutnya". Ucap Lin Feng santai.
Bugh..Bugh...Bugh..
Lin Feng membantai semua orang, yang berkaitan dengan klan Qiu, baik pelayan sekalipun, Lin Feng tidak akan membiarkan itu, tempat aula kediaman Klan Qiu, hanya tercium bau anyir, banyak sekali darah dimana-mana, sudah hampir seperti kolam darah.
Setelah Lin Feng membantai habis keluar klan Qiu, Lin Feng menyusuri setiap tempat di kediaman Klan Qiu, lalu Lin Feng sampai di tempat senjata klan Qiu.
"Ternyata merek benar-benar kaya, di sini banyak sekali berbagai macam senjata, lebih baik aku ambil, mau aku kasih atau jual pun tidak akan rugi bagiku". Gumam Lin Feng.
Lin Feng langsung memasukan semua senjata itu, ke dalam salah satu cincin penyimpanan yang Lin Feng rampas tadi, setelah semua di ambil, Lin Feng memeriksa Kembali, takutnya ada barang yang tertinggal.
Setelah memastikan tidak dapat barang yang tertinggal, Lin Feng langsung masuk ke dalam ruangan sebelahnya, begitu terkejut bukan main Lin Feng.
"Tanaman herbal pun begitu berlimpah?". Gumam Lin Feng terkejut.
Setelah Lin Feng tersadar dari terkejutnya, langsung Lin Feng melakukan hal sama seperti sebelum nya, Lin Feng memasukan semua tanaman herbal itu, ke dalam salah satu cincin penyimpanan nya.
Setelah memastikan tidak ada lagi tanaman herbal yang tersisa, Lin Feng memasuki ruangan terakhir, Lin Feng hanya biasa saja kali ini, bahkan hampir membuat dirinya tidak berdaya.
__ADS_1
"Apa-apaan ini?, Kenapa ruangan emas nya begitu miskin, ku kira kan lebih banyak dari cincin penyimpanan, ternyata malah lebih sedikit". Teriak Lin Feng kesal.
Memang orang, kalau menjabat jadi tetua, pasti akan melakukan hal-hal kotor, agar mendapatkan keuntungan yang lebih besar dari hasil sebenarnya.
Setelah kesal Lin Feng reda, Lin Feng menatap sebuah peti harta di belakang pojok.
Lin Feng langsung menghampiri peti itu dan memegang nya.
"Apakah di dalam peti ini barang langka?, Atau apa ya?, Mudah-mudahan barang dalam peti ini sangat bermanfaat buatku". Gumam Lin Feng.
Walaupun tadi di ruangan pertama dan ke dua Lin Feng cukup senang, tapi Lin Feng kecewa dengan ruangan ketiga, ternyata hanya sebuah ruangan miskin saja.
Lin Feng yang memegang peti di depannya, Lin Feng mulai membuka peti di depannya.
Pada saat di buka, kini keterkejutan Lin Feng, kalah sama keterkejutan saat di ruangan pertama dan kedua.
Apa yang Lin Feng lihat sekarang adalah, sebuah kristal elemen tanah, setidak dengan kristal ini, bisa membangkitkan elemen tanah milik Lin Feng, walaupun berbeda dengan inti elemen, kristal elemen juga bagus untuk meningkatkan elemen penggunanya.
"Wow, ini baru barang bagus buat ku, dengan ini elemen tanah ku akan terbuka". Gumam Lin Feng senang.
Setelah memasukan kristal elemen ke dalam cincin penyimpanan nya, Lin Feng tidak lupa memasukan semua emas yang ada di ruangan itu, walau tidak banyak, tapi lumayan buat tambah-tambah.
Setelah semuanya selesai, Lin Feng bergegas keluar dari dalam kediaman Klan Qiu, menuju ke arah tempat Li Dan.
Li Dan yang merasa Lin Feng sudah kembali, langsung membuka matanya.
"Sudah selesai kak?". Tanya Li Dan.
"Sudah". Jawab Lin Feng.
"Terus, bagaimana dengan kediaman ini kak?". Tanya Li Dan.
"Sebaiknya kita keluar dulu, nanti kamu tau". Jawab Lin Feng.
"Baik kak". Balas Li Dan.
Mereka berdua langsung berjalan keluar gerbang, setelah beberapa langkah tidak jauh dari depan gerbang itu, Lin Feng langsung berhenti.
***
Jangan lupa like dan komentar nya ya.
__ADS_1
Terimakasih...