SISTEM PENGUASA 7 ALAM SEMESTA

SISTEM PENGUASA 7 ALAM SEMESTA
30. MEMBELI TANAH.


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentar nya ya.


Terimakasih...


***


Setelah urusan Lin Feng dan Li Dan di tempat kakek pemilik tanah kemarin, keduanya memutuskan untuk pulang.


Walau rencana ini terbilang agak sulit, setidaknya bisa membantu semua orang.


(Setiap kali Lin Feng keluar, berarti dia menggunakan topeng ya)...


Ke selokan harinya, Lin Feng terbangun dengan suara ketukan di luar rumah.


Tok..tok..tok..


"Iya sebentar". Ucap Lin Feng.


Lin Feng langsung bergegas membuka pintu, di luar terlihat kakek pemilik tanah dan beberapa banyak orang di belakang nya, sekitaran hampir delapan puluh orang.


Lin Feng yang melihat itu, tentu saja kaget dan melongo.


"Tuan, kenapa anda kaget?". Tanya kakek.


Lin Feng yang sadar dari rasa kagetnya pun, langsung beralih menatap kakek di depannya.


"Bukan gitu kek, emang emas yang aku kasih kemarin, emang cukup buat beli bahan bangunan dan membayar para tukang". Ucap Lin Feng.


"Tuan tenang saja, sisa emas kemarin dari membeli bahan bangunan, aku pergunakan dengan membayar semua tukang, dan yang ku dapatkan sekitaran delapan puluh orang tukang, tuan". Balas kakek.


"Apa kurang?". Tanya kakek.


"Tidak kek, malah aku merasa ini akan cepat selesai". Jawab Lin Feng.


"Benar tuan, kalau tidak salah, perkirakan ku, mungkin sekitar beberapa hari juga jadi". Ucap kakek.


"Kalau gitu, terimakasih banyak kek". Ucap Lin Feng.


Lalu Lin Feng mengeluarkan satu kantong emas lagi, dari dalam cincin penyimpanan nya, lalu Lin Feng kasih kepada kakek di depannya.


"Ini kek, aku tambahin lima ratus Lin emas lagi aja, buat bahan pangan mereka, dan sisa mau buat kakek atau apa juga terserah". Ucap Lin Feng sambil tersenyum.


"Terimakasih banyak tuan".balas kakek membalas senyuman Lin Feng.


"Tidak masalah, malah bagiku, itu lebih baik". Ucap Lin Feng.


"Sekali lagi terimakasih tuan". Ucap kakek sambil membungkuk hormat.


"Sama-sama, kalau gitu aku akan pun dah dulu dari sini, aku akan panggil adik ku dulu". Ucap Lin Feng.


Kakek di depannya, hanya membalas Lin Feng dengan anggukan kepala. Lin Feng lantas berjalan masuk ke dalam rumah dan menuju kamar Li Dan.


Tok..tok..tok..


"Li Dan". Ucap Lin Feng.


"Iya kak bentar". Balas Li Dan, bangun dari tempat tidur dan menuju pintu kamarnya.


Kret..


Pintu kamar terbuka, terlihat Li Dan yang masih mengantuk.

__ADS_1


"Ada apa kak?". Tanya Li Dan.


"Kita harus pindah dahulu dari rumah ini, rumah ini sudah mau mulai di renovasi". Ucap Lin Feng.


"Baiklah, tunggu sebentar". Balas Li Dan.


Li dan bergegas masuk kembali ke dalam kamar, setelah itu keluar dengan setumpuk baju di tangannya.


"Kenapa bawa baju mu keluar?". Lin Feng heran.


"Kan rumah ini mau di renovasi, mestinya kita keluarin dulu barang-barang nya kak". Jawab Li Dan.


"Kamu salah, tidak usah keluarin barang-barang, biar di bakar saja nanti, kalau nggak di buang saja". Ucap Lin Feng.


"Lah terus, kalau Li Dan mau ganti baju gimana kak?". Tanya Li Dan.


"Kita akan berbelanja hari ini, sambil mencari beberapa anak jalanan". Jawab Lin Feng.


"Baiklah kalau gitu kak". Ucap Lin Feng.


Mereka berdua berjalan ke arah pintu rumah depan, berjalan pergi menuju tengah kota.


"Kita akan kemana dulu kak?". Tanya Li Dan.


"Kita makan dulu saja". Jawab Lin Feng.


Lalu mereka berdua terus berjalan, sampai akhirnya sampai di salah satu restoran.


Langkah mereka terhenti, ketika melihat seroang pengawal memukul seorang anak kecil.


"Dasar bocah pengemis, kenapa kau mencari makan di sini hah?". Teriak marah seorang pengawal.


Bugh..Bugh...Bugh...


"Hei, hentikan kelakuan mu itu, kenapa kau melakukan perilaku buruk pada anak kecil ini, sampai-sampai kau memukuli nya begitu parah". Teriak marah Lin Feng.


"Kau orang tua tidak berperasaan, bagaimana jika itu anak mu, hah". Timpal marah Li Dan.


Li dan langsung menghampiri anak yang di pukuli tadi, lalu membantu anak kecil tadi berdiri.


"Kau sudah tidak apa-apa sekarang, jadi tenang saja". Ucap Li Dan lirih.


"Iya kak, makasih". Balas anak kecil itu.


Anak kecil yang di bantu Li Dan, umur nya hanya berbeda satu tahun dengan Li Dan.


Lin Feng bergegas maju ke hadapan penjaga tadi, lalu menghantam kan bogem mentah ke arah wajah penjaga tadi.


Bugh.


Penjaga yang tidak siap menerima itu, langsung pecah tak tersisa kepala penjaga itu.


Anak kecil di samping Li Dan, kaget dengan apa yang di lakukan Lin Feng.


"Akh". Pekik anak kecil itu.


"Kau tidak usah khawatir, kakak Lin Feng melakukan nya dengan benar, orang seperti itu, memang pantas mendapatkan nya". Ucap Li Dan menenangkan Bosch kecil di sampingnya.


Apa yang di lakukan Lin Feng tadi, menjadi sorotan semua orang, tidak terkecuali orang yang di dalam restoran.


Semua orang yang sedang makan di dalam restoran, langsung berhamburan keluar dari restoran, karena melihat kejadian mengerikan yang di lakukan Lin Feng.

__ADS_1


Tap..tap..tap..


Langkah yang terburu-buru, terdengar jelas dari dalam restoran, yang terus berjalan dengan cepat ke luar restoran, untuk melihat apa yang terjadi di depan restoran.


Pada sampai orang itu di luar restoran, kaget dengan apa yang di lihat nya.


"Tuan, apa orang ini membuat kesal?". Tanya orang itu.


"Iya, dia memukuli anak kecil tidak bersalah". Jawab Lin Feng.


"Maaf tuan, kalau gitu aku tidak akan memperpanjang urusan ini". Ucap orang itu.


Bagaimana manapun orang itu tau, bahwa Lin Feng bukan orang biasa, bisa menghancurkan kepala orang tanpa sisa.


Lin Feng langsung berjalan menuju anak kecil, yang berada di samping Li Dan.


"Dimana rumah mu?". Tanya Lin Feng sambil tersenyum.


"Ada di gedung tua kak". Jawab anak kecil itu gugup.


"Apa kau sudah makan?". Tanya Lin Feng.


"Belum kak". Jawab anak kecil itu.


"Mau makan bersama?". Tanya Lin Feng.


"Tidak bisa kak, aku tadi di sini hanya lewat, dan tidak sengaja mereka makan, lalu aku berhenti untuk melihat, lalu penjaga tadi memarahi dan memukul". Ucap anak kecil itu sambil ketakutan.


"Jika aku bersama kakak, teman-teman ku yang lain tidak akan merasa kan makanan enak". Lanjut anak kecil itu.


"Baiklah". Balas Lin Feng.


Lalu Lin Feng berdiri, berjalan ke arah orang tadi.


"Apa kau pemilik restoran ini?". Tanya Lin Feng.


"Iya tuan". Jawab nya sambil ketakutan.


"Kalau gitu siapkan semua hidangan di restoran ini, lalu bungkus semua". Ucap Lin Feng.


"Baik tuan". Balas orang itu.


Orang itu langsung berjalan ke dalam, menyuruh para koki dan pelayang membuat semua makanan dan membungkusnya.


Setelah beberapa menit, akhirnya orang itu membawa makanan dan beberapa pelayan di belakang juga membawa makanya yang sudah di bungkus.


Wushhhh...


Lin Feng langsung maju, lalu menggerakkan tangannya, semua barang di yang pelayan dan orang tadi hilang.


Kemudian Lin Feng melempar sekantong uang kepada orang tadi.


"Ambilah, itu untuk makanan dan ganti rugi atas masalah yang ku perbuat". Ucap Lin Feng dingin.


"Makasih tuan". Balas orang itu.


Lin Feng, Li Dan, dan anak kecil itu, pergi meninggalkan restoran tadi.


***


Jangan lupa like dan komentar nya ya.

__ADS_1


Terimakasih...


__ADS_2