
Jangan lupa like dan komentar nya ya.
Terimakasih...
*****
Para penonton kaget, melihat ketiganya menyerah secara bersamaan.
Li Dan langsung menghentikan serangannya, karena pihak lawan juga sudah memutuskan untuk menyerah.
Di tempat raja.
Para raja bingung, pertandingan berakhir dengan sangat cepat sekali, pemenang kali ini juga sekte angin, yang berarti kerajaan angin juga tambah populer dengan kemenangan sekte angin.
Raja api kaget dengan apa yang di lihat, karena sekte api dari kerajaan nya kalah dan ke dua raja lainnya pun ikut terkejut.
Lalu raja kerajaan angin berdiri, untuk mengumumkan kemenangan dari pertandingan kali ini.
"Para hadirin semuanya, pertandingan kali ini di menangkan oleh pihak sekte angin". Teriak raja kerajaan angin.
Para penonton bersorak, terutama bagi rakyat kerajaan angin yang menonton, mereka bersorak paling kencang.
"Ini berita besar"
"Sekte angin berada di lihat pertama di antara sekte lain"
"Benar mengagumkan"
Di tempat para Patriak.
Patriak api, air dan tanah, mereka tidak percaya dengan apa yang mereka lihat, para peserta Meraka bawa, yang mereka yakini paling kuat kalah dengan murid dari sekte angin.
Patriak angin masih melongo dan bingung dengan apa yang terjadi barusan, terjadi begitu cepat pertandingan dan semuanya di menangkan oleh sekte nya.
"Patriak, sekte ku menang". Ucap Patriak sekte angin tidak percaya, sambil memandang Patriak sekte tanah dan air.
Patriak sekte api wajahnya muram, Patriak sekte api begitu tidak percaya dengan hasilnya kali ini.
Tapi bagaimana pun, dirinya melihat sendiri, perwakilan dari sekte nya di kalahkan begitu mudah.
"Benar, sekte mu sekarang peringkat pertama". Ucap Patriak sekte air.
"Benar, Patriak sekte angin". Timpal Patriak sekte tanah.
Kenyataan ini masih belum bisa Patriak sekte angin terima, yang jadi sulit di terima oleh Patriak sekte angin adalah Li Dan menang seorang diri tanpa bantuan yang lain, karena yang lainnya menyerah terlebih dahulu.
Di sisi lain, para senior Li Dan yang tadi menyerah merak juga tidak menyangka jika Li Dan bisa menang seorang diri, jika sudah seperti ini, mau di taruh di mana muka mereka nanti di depan Patriak.
__ADS_1
Jika saja tadi mereka setidaknya ikut bertarung, itu tidak akan terlalu memalukan walaupun mereka hanya sebagai hiasan saja di sana.
Kembali lagi di tempat arena.
Li Dan hanya diam, baginya ini seperti mainan belaka saja, tidak ada apa-apa nya.
"Untuk pemenang perlombaan, maju ke sini ke depan tempat para duduk kerajaan". Ucap raja kerajaan sekte angin.
Li Dan yang mendengar itu, langsung berjalan ke arah asal suara.
Setelah sampai, Li Dan langsung sedikit memberi hormat kepada raja kerajaan sekte angin.
"Selamat buat kamu anak muda, karena sudah memenangkan pertandingan ini". Ucap raja kerajaan angin senang.
"Untuk hadiahnya, kamu bisa ambil nanti di kerajaan secara langsung". Lanjut raja kerajaan angin.
"Aku sebagai raja, aku juga akan memberikan satu permintaan kepadamu, untuk meminta apapun kepadaku yang kamu mau, kalau aku sanggup memberikan permintaan mu nanti". Tambah raja kerajaan angin.
"Terimakasih raja". Balas Li Dan sopan.
Para raja lainnya kaget, dengan apa yang barusan raja kerajaan angin katakan, karena raja kerajaan angin juga menambahkan satu permintaan kepada nya karena menang dalam pertandingan.
"Aku umumnya buat kalian semua para penonton dan rakyat ku, posisi sekte pertama seorang sudah berganti dengan sekte angin". Teriak raja kerajaan angin.
Para penonton bersorak kembali, setelah mendengar teriakkan raja kerajaan angin.
"Anak muda, ayo ikut dengan ku untuk mengambil hadiah mu". Ucap raja.
"Sebelum itu, bolehkan hamba mengajak kakak tiri hamba yang mulia?". Tanya Li Dan.
"Itu malah bagus, siapapun bisa kamu ajak anak muda". Jawab raja sambil tersenyum.
Setelah itu, raja kerjaan angin kembali ke tempat duduk, lalu raja kerajaan angin, mengajak raja lainnya untuk masuk ke dalam istana, untuk menyambut mereka dan memberikan hadiah kepada Li Dan.
Li Dan sendiri langsung berlari ke arah tempat duduk Lin Feng, untuk para Patriak, mereka juga ikut ke dalam bersama dengan apa murid-murid mereka.
Para penonton di sana juga bubar, untuk menyudahi acara ini, karena mereka dapat pesan dari para penjaga, bahwa raja nanti akan mengadakan pesta besar-besaran buat para rakyatnya.
Li Dan yang sudah sampai di bangku penonton Lin Feng, langsung saja menghampiri Lin Feng.
Lin Feng sendiri sedari awal sudah tau, jika Li Dan pasti akan menyusul ke arahnya.
Hua Qing yang melihat kedatangan Li Dan, langsung saja memeluk Li Dan.
"Li Dan, kamu menang". Ucap senyum Hua Qing.
"Iya kak, bagaimana aku hebat kan?". Tanya Li Dan.
__ADS_1
"Iya hebat banget malah, bisa lawan banyak begitu". Jawab Hua Qing.
"Tapi itu belum seberapa dengan apa yang di miliki kak Lin Feng, kak Lin Feng lebih hebat lagi". Ucap senyum Li Dan.
Hua Qing hanya bisa senyum dengan kaku, hanya dirinya di sana paling lemah, bahkan Hua Qing masih kalah jauh dengan Li Dan, itu benar-benar buat Hua Qing malu.
"Kakak, kenapa murung?". Tanya Li Dan.
"Kak merasa lemah melihat kamu tadi bertarung". Jawab sedih Hua Qing.
"Kak jangan sedih lagi, kakak ku pasti mau mengajari kakak". Ucap Li Dan.
Hua Qing hanya menanggapi Li Dan, dengan senyumnya saja.
Di sebelah Lin Feng, Khu Ming dan Khu Ling juga, langsung memberikan selamat kepada Li Dan.
Lalu kini Lin Feng menatap ke arah Li Dan.
"Jadi ada kamu datang ke sini Li Dan, bukanya kamu mengambil hadiah ku?". Tanya Lin Feng.
"Sebenarnya itu kak aku datang ke sini, aku juga tidak terlalu menginginkan hadiahnya, karena bagiku hadiah paling bagus dari kakak". Ucap Li Dan sambil tersenyum.
"Lalu, bagaimana dengan hadiahnya itu?". Tanya Lin Feng.
"Li Dan sih, serahkan saja pada kakqk, jika tidak mau tidak usah ambil, jika mau kita ambil saja" jawab Li Dan polos.
Hua Qing, Khu Ming dan Khu Ling, begitu kaget dengan jawaban yang di berikan Li Dan, mereka semua tau hadiah yang di berikan raja tidak sembarang, tapi Li Dan membiarkannya begitu saja.
"Raja juga tadi berbicara, akan memberikan satu permintaan padaku, aku bingung kak minta apa, jadi aku berniat memberikan nya kepada kakak semuanya, bagaimana!". Tanya Li Dan.
"Kalau gitu kita ambil saja, sayang sekali jika kita buang hasil usaha mu". Jawab Lin Feng.
Li dan hanya membalas dengan anggukan saja, ketiga orang tadi langsung menghela nafas karena Lin Feng mau menerima hadiah dari raja.
Jika Lin Feng juga menolak nya, berarti adik kakak ini sudah gila, membuang harta berharga begitu saja.
Lalu Lin Feng dan yang lainnya, berjalan masuk ke dalam kerajaan angin.
Awalnya Hua Qing tidak mau ikut, tapi karena di paksa oleh Li Dan, akhirnya Hua Qing pun ikut ke dalam kerajaan angin.
*********
Buat para pembaca setia novel ku, author minta maaf karena terus mengecewakan kalian, apalagi bab kali ini dan seterusnya pasti tidak menarik kan?....
Tapi author berterimakasih karena mau mampir dan like nya.
Terimakasih...
__ADS_1