SLAVE to PANGERAN VAMPIRE

SLAVE to PANGERAN VAMPIRE
EPS. 13


__ADS_3

Seseorang dengan topeng emas berbulu biru di garis wajah samping berdiri dekat jendela, menatap lurus ke arah luar. Telinganya sibuk mendengarkan lagu kolosal dan mulutnya bernyanyi penuh gairah.


"Tahta... Oh singgasana..."


Orang lain yang ada di ruangan itu pun menyeringai, merasa lucu dengan kelakuan si topeng emas.


"Yuhuu..." Si topeng emas berteriak gembira, "Akhirnya aku tahu kelemahannya Lauren."


Dibalik topengnya, kening si topeng perak mengkerut.


"Apa?" tanyanya penasaran.


"Wanita yang bersamanya saat ini, itulah kelemahannya."


"Mustahil, dia tidak terlihat seperti kunci yang menguntungkan atau ancaman bagiku. Dia hanyalah gadis yang tidak ada hubungannya dengan kita. Lagi pun, dia hanyalah karakter yang tidak penting dari cerita ini." Kata si topeng perak yakin.


"Jika demikian adanya, lalu? kenapa kau sangat ingin membunuhnya?" tanya si topeng emas kesal karna idenya diremehkan.


"Itu hanya... Hmm... Karena aku sangat membenci manusia!"


"Yayaya..." Si topeng emas berujar malas.


"Sekarang, lebih perhatikan dia. Karna kita tidak tahu kedepannya dia ada di pihak siapa. Bisa saja kawan atau malah lawan,"


"Kurasa tidak, tuanku. Dia hanya seorang gadis lugu yang secara tidak sengaja datang ke kastil ini. Dia tidak memiliki ambisi. Dia juga tidak memiliki harta, atau bahkan pikiran."


"Itulah sebabnya dia berbahaya. Dia ada diluar kendali kita. Dan kau tahu? segala sesuatu yang diluar rencana itu tidak baik endingnya." si topeng emas berbalik dan menatap tajam kearah si topeng perak yang duduk di sofa.


Yang dilirik tetap tenang sambil sesekali menyesap anggur dalam gelasnya.


"Mungkin sekarang dia bukan apa-apa bagi kita. Tapi nanti, ketika dia melahirkan seorang anak, terutama anak laki-laki dengan gen separuh manusia dan separuh vampir barulah itu menjadi ancaman bagi kita. Oleh sebab itu, segera pisahkan mereka sebelum sesuatu yang tidak dapat kita kendalikan terjadi." Lanjut si topeng emas kemudian.


"Baiklah, aku akan mencoba untuk terus mengawasi gadis itu. Jika memungkinkan, aku juga akan menjadikan gadis itu sebagai tawanan untuk melawan Lauden." Janji si topeng perak dengan sungguh-sungguh.


Topeng emas menyeringai senang.


"Tunggu!" kata si topeng emas saat si topeng perak hendak meninggalkan ruang pertemuan mereka.

__ADS_1


Si topeng perak menoleh.


"Xandified. Temukan mainan yang menarik untukku di sana!"


...****************...


Di depan kamar Lauden, beberapa pria bersenjata sedang memperhatikan perintah pria itu.


"Big Bang sudah dekat, persiapan sudah mencapai 80 persen sempurna. Yang kita perlukan hanya manusia-manusia jahat sebagai korban persembahan, untuk itu saya perintahkan kalian untuk pergi ke pesisir selatan, dan temukan manusia jahat secukupnya saja." kata Lauden menginterupsi.


"Siap laksanakan, tuan muda!"


Setelah mencatat seluruh perlengkapan yang kurang, akhirnya para pria bersenjata pun pamit undur diri dan mulai membagi tugas.


Dari jauh, Lauden melihat Lucy tengah berjalan kearahnya dengan nafas tersengal-sengal.


"Darimana saja kamu?"


Lucy yang baru saja keluar dari kamar Arthur tampak gugup dan takut berjumpa dengan Lauden. Tuannya.


"Aku minta maaf..."


"Saya bilang kamu milik saya! kenapa susah sekali mengerti? kamu tidak bisa pergi atau melakukan apapun sesukamu tanpa izin dari saya." Kata Lauden posesif.


"Aku janji ini yang terakhir. Berikutnya, aku akan mematuhi semua yang kau katakan." Kata Lucy lembut, dia bahkan menampilkan senyum semanis mungkin meski terpaksa.


Ini semua adalah bagian dari rencananya. Sebentar lagi dia akan keluar dari kastil ini, jadi dia pikir untuk mengurangi keributan yang unfaedah dengan Lauden. Karna sekeras apapun usaha Lucy untuk menentangnya, pria itu justru semakin mengetatkan pengawasan terhadapnya.


Lauden menatap penuh selidik wajah Lucy. tapi dia tidak bisa menebak apa yang membuat Lucy tiba-tiba menjadi penurut begini.


"Ada yang salah dengan gadis ini, tapi apa?" Batin Lauden.


"Panggil saya, Tuan mu." Kata Lauden, sengaja menguji kepatuhan Lucy. Dan... Jeder!


Tanpa disangka ternyata Lucy mematuhinya.


"Baik tuanku..." kata Lucy dengan bibirnya tapi, hatinya berkata. "Apa? tuanku? cih! aku tidak akan menjadi budak siapapun!"

__ADS_1


The real of manis dibibir lain di hati ygy๐Ÿ˜Ž


...****************...


Keesokan harinya, agenda Big Bang semakin dekat. Semua orang sibuk mempersiapkan diri karna ini adalah festival langka dimana semua klan vampir berkumpul menjadi satu geng besar.


Di salah satu menara kastil, dua orang diam-diam kembali bertemu lagi setelah pertemuan mereka kemarin.


"Apa yang kamu temukan di Xandified? apakah ada yang menarik?" tanya si topeng emas membuka percakapan.


"Yah begitulah..." kata si topeng perak songong.


"Apa?"


"Aku yakin dengan mainan kita ini. Festival nanti akan menjadi pertunjukkan spektakuler. Dan menjadi festival yang paling heboh di sepanjang sejarah Big Bang."


Topeng emas tertawa dengan remeh, "Apa kau yakin itu akan menjadi pertunjukan besar?"


"Tentu. Dan pastikan anda menghadiri agenda tersebut untuk melihat pertunjukkan apa yang ku maksud."


Upacara Big Bang adalah upacara penyerahan tahta dari raja kepada putra mahkota, dan dilakukan tepat pada saat bulan purnama yang ke seribu. Kemudian, raja yang telah memerintah selama satu abad akan membakar diri dan keabadiannya di api suci.


Setelah raja pergi, putra mahkota akan mewarisi tahta selama satu abad lagi, begitu hingga seterusnya. Tradisi ini sudah berjalan sejak diresmikannya kerajaan vampir ribuan silam. Kenapa raja yang pernah memerintah harus membakar diri? jawabnya karena untuk menghindari kekuatan abadi dari satu orang.


"Saya akan memastikan bahwa di Big Bang, Lauden akan kehilangan respect dari rakyat vampir dan gelarnya sebagai putra mahkota akan diturunkan." Kata si topeng perak.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG.!!!


Jangan lupa like, koment, share, vote dan rating ya bestie๐Ÿ’œ๐Ÿ™๐Ÿป


__ADS_2