
"Kita harus bisa menempatkan Lauden pada pilihan, dimana keduanya merupakan keputusan yang salah." jelas si topeng emas kepada lawan bicaranya saat itu.
Dua orang yang identitasnya tidak diketahui oleh publik itu pun kembali bertemu dan merencanakan jebakan besar pada Lauden.
"Kau yakin melibatkan gadis polos itu?" tanya si topeng emas setelah mendengar rencana yang disampaikan oleh partnernya.
"Kamu sendiri yang menyakinkan ku untuk memanfaatkan gadis itu, kan?" baliknya sinis.
"Yayaya..." di topeng emas mengangguk dan memutar bola matanya malas.
"Apa rencana mu selanjutnya?"
"Kita akan memaksa Lauden untuk membuat pilihan, dimana pilihan pertama ia harus rela kepemimpinannya dilengserkan, kedua. Dia harus rela kehilangan gadis yang dicintainya itu untuk selama-lamanya."
"Apa kau yakin Lauden mencintai gadis itu?" tanya si topeng perak.
"Tunggu dan lihat saja." kata si topeng emas sambil tertawa. Sebab ia sangat yakin dengan hasil temuannya di Xandified kemarin akan membuat Lucy berontak terhadap Lauden.
...****************...
Matahari sudah mulai terbenam. Jika diperkirakan dengan waktu, mungkin sekarang sudah hampir pukul 6 sore menjelang pukul tujuh malam. Karna memang cahaya senja yang berona jingga itu perlahan meredup digantikan dengan kelabu.
Semua klan vampir yang hadir tampak sibuk mondar-mandir dengan senyum merekah di wajah masing-masing. Menyapa para tamu dan kenalan. Mereka merasa gembira karna hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba juga.
Mereka gembira bukan karna musik populer yang ditabuhkan, bukan juga karna artis cantik nan terkenal yang dihadirkan, tapi karena setelah sekian lama akhirnya mereka bisa meminum darah manusia sepuasnya lagi, meski hanya untuk sekali ini saja.
Sebagai raja dan putra mahkota yang bertanggungjawab di upacara ini, tentu Lauden dan Merqueen sudah mempersiapkan yang terbaik. Mereka juga selektif dalam memilih korban sajian.
Korban yang mereka gunakan adalah manusia-manusia kriminal. Manusia pembunuh, begal, penjahat kelamin dan kejahatan yang hukum manusia sendiri tidak dapat membalaskannya.
Sama seperti vampir yang bahagia, Lucy juga merasa sangat bahagia malam ini. Setelah penantian panjangnya, akhirnya dia bisa bertemu hari ini. Hari dimana ia akan melakukan pemberontakan besar terhadap Lauden dengan cara melarikan diri bersama Arthur. Laki-laki yang menjanjikan kebebasan dari perbudakan Lauden.
__ADS_1
Lauden yang sejak tadi menaruh atensi penuh terhadap setiap gerak-gerik Lucy pun merasa aneh dengan gadis itu. Sebab ia tampak seperti orang asing bagi Lauden, Lucy yang biasa hanya bisa bermuram durja dan tampak seperti orang depresi tanpa jiwa kini lebih bersinar dan cerah.
"Kenapa kamu terus tersenyum?" Lauden yang tidak bisa lagi membendung rasa ingin tahunya pun mendekat dan bertanya kepada sang empunya.
"Cih? tersenyum salah, depresi salah. Semuanya serba salah." Lucy yang mengenakan jubah putra mahkota milik Lauden saat itu pun menenggelamkan sebagian wajahnya malas.
"Bagus jika kamu mulai merasa nyaman, hanya saja melihatmu yang terus tersenyum di waktu larut begini terasa aneh,"
Lucy menggeleng pelan dan tersenyum dibalik jubahnya. Tangannya tergerak mengusap pelan rambut hitam legam tuannya itu dengan sayang. Meski sudah terbiasa dengan sentuhan tangan Lucy, tapi Lauden merasa ada yang beda dengan hatinya saat ini.
"Aku hanya berusaha menikmati upacara penyambutan bulan purnama ke seribu, apa itu salah?" jawab lucy beralibi. Tidak mungkin juga dia jujur jika tengah menunggu waktu kabur kan?
Lauden memicingkan matanya curiga. Berfikir apakah masuk akal jika satu-satunya manusia di kastil ini ikut berbahagia dengan acara mereka.
"Kamu tahu apa artinya upacara bulan purnama ke seribu?" tanya Lauden dengan fokus tidak pernah berpaling dari Lucy.
Lucy mengendikan bahunya acuh, "Entahlah, tapi yang aku tahu malam ini pasti adalah malam bahagia untukmu. Itu saja," jawab Lucy seadanya.
"Tapi ada satu hal lain selain sajian dalam upacara," ujar Lauden memberitahu.
"Apa?" tanya Lucy yang terlihat enggan menanggapi.
"Ada ramalan seorang penerus putra mahkota akan lahir ketika pelantikan putra mahkota siap,"
Lucy yang tidak mengerti apapun tentang ramalan vampir hanya menganggukkan kepalanya pasrah. Sambil sesekali melihat sekeliling mencari siluet seseorang.
"Jadi, apakah kau siap?" tanya Lauden memutus fokus Lucy yang terus menjelajah.
Lucy memberikan atensi penuh kepada pria didepannya. Keningnya mengkerut ketat tanda gagal paham akan maksud dan tujuan pertanyaan Lauden.
"Siap? siap untuk apa? kenapa juga aku harus bersiap, bukankah ini upacara khusus untuk vampir saja?" cecar Lucy.
__ADS_1
"Sebagai putri mahkota, malam ini kamu harus siap melayani saya... Karena malam ini adalah malam sakral yang mewajibkan kita untuk berkembang biak dan menciptakan penerus yang tangguh, seperti ramalan." jelas Lauden terlampau enteng tanpa memperhatikan raut syok Lucy yang sudah seperti mayat hidup.
"Apa artinya melayani? bukannya selama ini aku sudah melayani mu dengan baik? melayani yang bagaimana lagi yang kau maksud?" tanya Lucy polos.
"With your whole body..." jawab Lauden dengan mata menelisik dari atas hingga kebawah berulang kali pada tubuh Lucy dengan tatapan sensual.
Lauden merasa tidak ingin kehilangan Lucy, perasaan untuk melindungi gadis itu semakin membengkak di dasar hati. Apalagi setelah sempat berseteru dengan sepupunya beberapa waktu lalu yang secara gamblang menginginkan budaknya itu.
"Apa?" pekik Lucy. Dia terlalu kaget dengan ucapan frontal Lauden tentang tubuhnya.
"Apa itu arti budak yang sesungguhnya?"
"Persiapkan dirimu malam ini. Mari kita wujudkan ramalan segera."
Lucy sangat ingin menampar keras mulut pria yang tengah menyeringai didepannya saat ini. Namun, otak cerdasnya segera menahan kerja ototnya karna masih ingat jika Lauden bukanlah manusia biasa yang akan tumbang dalam sekali pukulan. Apalagi, dia sudah memiliki rencana untuk melarikan diri, jika membuat keributan yang unfaedah maka fokus Lauden akan tertuju padanya selalu. Oleh sebab itu dia berusaha menahan diri.
"Full service siap meluncur."
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG.!!!
Jangan lupa like, koment, vote dan juga rating karya othor ya bestie๐๐๐ป
__ADS_1