
"Tidak akan ada yang bisa melepaskan tali ini untuk mu," Lauden meringsek maju dan menyentuh tangan Lucy yang terikat.
Seringai muncul di wajah tampannya saat melihat wajah gadis didepannya begitu putus asa. Tapi ia begitu suka melihat tatap garang yang Lucy tujukan padanya. Terlihat begitu membencinya tapi tidak bisa berbuat apa-apa.
Bukan tak tau berterimakasih dan bersikap selayaknya orang yang telah diselamatkan. Hanya saja, Lucy memang tidak ingin dan tidak akan menjadi budak siapapun.
"Bagaimana saya bisa menyakinkan seekor burung bahwa makanan dalam sangkar emas lebih nikmat daripada cacing di dalam tanah?" kata Lauden dengan kedua tangan terkatup di belakang punggungnya, sementara tatapannya lurus menatap manik hazel milik Lucy tanpa berkedip.
Dia sengaja membuat analogi dengan Lucy sebagai burung yang seharusnya berada di alam liar tetapi terjebak disisinya akan lebih baik bagi gadis itu. Dia mencoba menyakinkan Lucy bahwa menjadi budaknya lebih aman dibandingkan hidup seorang diri di luaran sana.
"Burung tidak akan makan makanan di dalam sangkar emas karena itu bukan makanan mereka, itu..." jawab Lucy menggantung. Memilih kata yang tepat untuk terusan.
Lauden mengamati mimik wajah Lucy lekat.
"Itu.. Adalah kotoran." lanjutnya dengan intonasi nada yang tinggi. Lucy emosi sendiri ketika tau maksud dari analogi yang Lauden gunakan.
"Dan burung akan ditembak mati jika mereka masih ingin terbang bebas," kata Lauden mendebat lagi.
"Seekor burung hanya akan mati jika kebebasannya dibatasi." balas Lucy.
Lauden kemudian menarik sebelah garis sudut bibirnya keatas. Pikirannya mulai menyadari bahwa dia berhadapan dengan gadis yang pintar dan mampu mengimbangi argumennya meski dia telah menggunakan analogi.
"Semua akan berjalan dengan baik. Kamu hanya perlu menjadi budak saya sampai waktu yang tidak ditentukan. Kalaupun saya membiarkan mu pergi, mereka akan memburu kemudian membunuhmu tidak perduli apapun yang terjadi." Kata Lauden tidak sepenuhnya menakut-nakuti Lucy. Karna ia tahu bahwa Lethia sudah menargetkan gadis itu sejak ia dibawa menghadap pengadilan.
"Tidak akan ada yang baik-baik saja selama aku masih terkurung disini, tempat ini bukan habitat ku, kenapa susah sekali bagimu memahami itu?"
"....?"
Lucy memandangi sekelilingnya dan baru menyadari bahwa bangunan tempat kakinya berpijak ini sangat unik. Menurutnya, tempat ini adalah surga yang disamarkan menjadi neraka.
Lauden tersenyum sini sekali lagi lalu berkata, "Kamu tidak memiliki hak untuk memilih ataupun bersuara. Di Kastil ini, semuanya bergantung pada apa yang saya katakan. Dan karena KAMU MILIK SAYA, ketika kamu mencoba untuk menantang dan menentang kehendak saya, maka bersiaplah menerima hukuman kemudian,"
Pria itu lantas mengeluarkan sebilah pisau kecil dari balik punggungnya dan mengarahkan dengan gerakkan slowmo kearah Lucy. Sekilas terlihat seperti ia akan membunuh Lucy.
"Kau pikir aku takut? bunuh saja aku," kata Lucy dengan mata terpejam.
__ADS_1
"Kamu adalah budak saya, mulai hari ini dan seterusnya, kamu adalah milik saya."
"Mimpi!"
"Ikuti kehendak saya. Atau, pedang ini akan menembus lehermu!" katanya sambil mendekatkan pisaunya pada kulit leher Lucy.
Bohong jika Lucy mengatakan ia tidak takut mati. Lihat saja sekarang badannya bahkan sudah bergetar hebat. Keringat mulai bercucuran membasahi wajahnya. Kulit tangannya berubah putih pucat dengan bibir bergetar.
"Sebenarnya apa tujuanmu melakukan ini semua? kenapa kau terlihat begitu menginginkanku?"
CIATTT....
Lauden tersenyum penuh kemenangan melihat wajah Lucy yang ketakutan. Entah kenapa dia tiba-tiba merasa menemukan hobi baru sekarang. Padahal ia hanya ingin membuka ikatan tali pada tangannya agar gadis itu tidak merasa risih.
"Kau takut juga, kan?" ejek Lauden.
"Lain kali, bukan hanya tali yang lepas melainkan nafasmu, mengerti?"
Lucy mengangguk dan membuka matanya perlahan setelah Lauden menyelesaikan kalimatnya. Dia bersyukur masih bisa bernafas, dia kira Lauden benar-benar akan membunuhnya.
Kalimat menjijikan itu membuat Lucy semakin bergidik ngeri.
Lauden berlalu sebentar dari kamar dan ketika kembali ada sebuah gaun berwarna merah muda dengan motif kupu-kupu di bagian rok bawah ditangannya.
"Bersihkan dirimu dahulu, karna saya anti dengan orang kotor. Lalu kenakanlah pakaian ini." Katanya, dengan kasar melempar dress tersebut kearah Lucy.
"Apalagi yang kau tunggu?" tanya Lauden kesal melihat Lucy yang engan beranjak dari tempatnya.
"Apa kau akan terus berdiam diri di sini selama aku membersihkan diri?" tanya Lucy polos.
"Karna itu?" tanya Lauden tak percaya. Baru kali ini dia terusir dari kamarnya sendiri dan ini oleh budaknya sendiri, ya budaknya. Ingat itu.
Tanpa kata Lauden keluar dari kamar dan meninggalkan Lucy seorang diri. Tapi, belum sampai lima menit Lauden keluar, kamar itu sudah penuh dengan wanita yang berpakaian senada mengelilinginya.
"Mau apa kalian?" pekik Lucy panik.
__ADS_1
"Tenang nona, kami hanya mengikuti perintah tuan muda Lauden untuk membantu anda membersihkan diri." jelas Lenore, kepala pelayan istana.
"Tidak perlu, aku bisa sendiri!" tolak Lucy. Bagaimana bisa ia membiarkan para pelayan menyentuh dan melihat tubuhnya sedangkan ibunya saja tidak pernah lagi.
"Tidak ada penolakan karna ini perintah,"
Triple kill.!
Lucy yang biasanya pandai mengalihkan pembicaraan kalinya mati terskak mat.
Lucy pasrah dan menerima fasilitas yang Lauden berikan padanya sebagai budak. Di dalam bath up, Lucy bertanya-tanya tentang peristiwa yang menimpanya ini harus dikatakan sebagai bencana atau berkah.
Jika dia adalah seorang budak, lantas fasilitas yang memperlakukannya seolah putri raja ini untuk apa? otak Lucy sudah penuh dengan asumsi yang sekiranya tepat sebagai motif Lauden menahannya.
Harta? tentu tidak. Akan sangat mustahil bila seorang putra mahkota suatu kerajaan berharap akan kaya dengan merampas kepunyaan orang lain yang tidak seberapa. Lalu apa?
Tepat ketika lucy memandangi pantulan wajah dan tubuhnya di cermin yang terdapat disudut depan kamar mandi, ia bergidik ngeri ketika membayangkan spekulasi terakhir ini sebagai jawabannya.
"Dasar vampir mesum!"
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG.!!!
Mohon bantuannya kalau ada typo dan kalimat yang kurang jelas tolong dikoreksi pada kolom komentar ya bestie🙏🏻
Sekalian juga like, koment, share, vote dan juga ratingnya biar othor semakin semangat berkarya💜🙆
__ADS_1