
Dengan kekuatan supranatural seorang vampir, pria renta itu berhasil membuat suasana di tempat ia disekap menjadi chaos. Dia mengamuk dan menyerang semua orang yang berusaha mendekatinya,
"Vla, bagaimana ini?" tanya kepala penjaga di tim utama yang bertugas menjaga gerbang depan.
"Kau mintalah beberapa pengawal untuk mengikuti pergerakan pria itu, jaga jarak darinya dan usahakan agar tak terlalu jauh maupun terlalu dekat Karna jika dia mengamuk, kau tidak perlu menunggu api suci lagi untuk mati." Jelas orang yang ditanya.
"Lalu kau?"
"Aku akan melapor kepada tuan muda, tentang keadaan di sini."
"Baiklah, usahakan segera kembali. Aku tidak ingin mati sendiri dengan predikat kejombloan mendarah daging."
...****************...
Pria dengan jubah kerajaan berjalan dengan gagah ketika mendatangi batalion pasukannya. Dia mengepalai beberapa divisi, tapi tim ini adalah tim utamanya.
Tim dengan orang-orang pilihan yang sudah terverifikasi kesetiaan juga kemampuannya. Orang-orang pilihan itu adalah mereka yang memiliki ingatan yang baik, Cerdas, kompetitif dan kemampuan mengidentifikasi yang kuat.
"Sebenarnya apa yang kalian lakukan, kenapa mengurus satu orang saja tidak bisa?" sembur Lauden ketika sampai dibatalion utama.
Hening.
Semua pasukan menunduk tak berani bersitatap.
"Dengar baik-baik. Kita harus bisa menemukan pria itu lagi dalam waktu secepatnya." Ucap Lauden dengan posisi tubuh yang sigap. Semua anak buah Lauden mendengarkannya dengan patuh.
"Sebarkan berita tentang orang hilang, dan pasang wajah pria ini di sana." lanjutnya sambil mengeluarkan sebuah foto ayah Lucy yang ia dapat di dalam bandul kalung Lucy yang tak sengaja lepas saat mereka berciuman kemarin.
"Namanya Damien Spenser. Lahir dan besar di Xandified, Sertakan informasi "Jika kau bisa menemukannya dalam waktu kurang dari beberapa jam, aku akan memberikanmu hadiah istimewa." Di dalam berita, dengan begitu orang-orang akan gencar mencarinya." Kata Lauden.
Seluruh pasukan vampir yang dipimpin oleh putra mahkota itu telah siap, tinggal menunggu Singal dari Lauden.
Lauden berkata, "pergilah!"
Singal itu membuat seluruh pasukan bergegas dari hadapan Lauden. Mereka berlari seperti kuda, menyisir hutan yang gelap seperti serigala. Pasukan vampir itu berlari dengan kekuatan supranatural melintasi pepohonan di malam hari tanpa menabrak sama sekali.
Meski menjabat sebagai Pangeran Vampir, Lauden tidak berdiam diri saja. Dia juga mengikuti mereka dari belakang.
__ADS_1
"Kota terdekat dari hutan Dysis adalah kota Gordon," bisik ajudannya dari belakang.
"Kota Gordon?" Pekik Lauden.
Pria itu segera berlari menuju jalan ke kota Gordon. Dalam hati dia mencelos, Ia tidak tahu apakah ia bisa menemukan satu orang itu di antara ratusan ribu manusia lainnya dengan mudah.
"Dia akan mudah ditemukan jika keberadaannya mencurigakan atau menimbulkan komunikasi. Namun, jika seorang vampir membuat keributan di kota, tidak hanya orang itu yang akan mati. Tapi, begitu juga kita." Kata Lauden kepada ajudannya.
Orang itu menjawab, "Aku akan mencarinya ke selatan. Tuan bisa mencarinya ke utara. Mudah-mudahan, kita bisa menemukan orang itu sebelum matahari terbit."
"Tapi, dia mungkin berada di xandified karena hanya itu kenangan yang dia miliki." Lauden menjawab penuh percaya diri.
"Tunggu dulu tuan," pintanya
"Apalagi, Vladimir Sanderix?" Geram Lauden yang terpaksa menghentikan lajunya.
Yah, orang yang menjadi ajudan sekaligus kaki tangan kepercayaan Lauden yang mendebatnya saat ini adalah Vladimir Sanderix.
Perjalanan mereka terhenti sejenak saat mereka menentukan arah mana yang akan mereka tuju. Tidak ada yang tahu pasti kemana ayah Lucy akan pergi. Di sisi lain, pasukan Lauden sudah bergerak maju.
"Tom (Kepala penjaga di tim utama) mengabari bahwa ayah dari nona Lucy sedang berada di pusat kota Gordon."
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
"Aku tidak bisa hanya duduk di sini," kata Lucy, sendirian.
Gadis itu berjalan mondar-mandir tanpa bisa dijelaskan. Ia khawatir ayahnya akan membunuh manusia untuk meminum darahnya.
"Tapi melarikan diri dari neraka ini juga tidaklah mudah," bisiknya.
Dia berada dalam dilema yang mengerikan. Kegelisahan membuat tubuhnya gemetar, dan dia tidak bisa tenang sepanjang waktu. Dia menggigit jarinya sambil berjalan mondar-mandir.
"Bagaimana jika Lauden membunuh ayahku ketika dia menemukannya karena melihat ayah sebagai ancaman? Lauden mungkin akan melakukannya. Mengingat selama ini, dia menunjukkan sikap yang berubah-ubah. Terkadang, terlihat baik, tapi terkadang juga sangat menyebalkan. Tidak ada yang tahu isi pikiran Lauden tentang apa yang sebenarnya terjadi?"
Pikiran Lucy mulai bergemuruh. Dia mulai memprediksi apa saja yang mungkin terjadi saat Lauden menemukan ayahnya.
"Bagaimana jika vampir lain atau pihak kastil menemukan ayahku terlebih dahulu? Raja vampir pasti tidak akan membiarkan ayahku hidup." Lucy mengoceh sendirian.
__ADS_1
Selain itu, ada beberapa hal yang mengganggu pikiran Lucy. Dia tahu ada seseorang yang mengenakan topeng emas yang ingin menjatuhkannya dan Lauden. Bagaimana jika ini adalah salah satu upayanya untuk menjebak Lauden? Bagaimana jika pelarian ayahnya dari penjara bawah tanah itu adalah bagian dari rencana si topeng emas?
Pada awalnya, dia takut Lauden akan membunuh ayahnya. Namun, ia juga takut jika Lauden akan terbunuh. Di situlah banyak hal yang dikhawatirkan Lucy. Kekhawatiran itu hanya akan bertambah jika dia tetap tinggal di tempatnya.
Dia melihat ke luar jendela, memikirkan cara untuk keluar dari kastil tanpa ketahuan. Beberapa vampir baru saja kembali ke kediaman Lethia setelah pesta.
"Mungkin, aku bisa keluar dengan menyamar sebagai vampir?" Pikir Lucy.
Setelah berpikir bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk melarikan diri, Lucy segera melakukan persiapan singkat.
Dia mencari bedak agar kulitnya terlihat lebih pucat dari biasanya. Dia memotong tirai untuk membuat lubang agar rambutnya tidak terlihat dan penjaga kastil tidak akan membongkar penyamarannya. Agar bau tubuhnya sebagai manusia tidak terlalu mencolok, dia pun memercikkan sedikit darah hewan yang memang sengaja Lauden sediakan dikamar agar sewaktu-waktu dia butuh tidak lagi mencari, pada syal dan gaunnya.
Dia tahu teori ini dari buku Lauden yang pernah ia baca dan ketika tahu darah hewan lebih cepat mengering, jadi dia segera pergi dari sini sebelum darahnya tidak tercium lagi.
Lucy mulai berjalan berjinjit, masuk kedalam gerombolan tamu. dia mencoba berbaur dengan mereka dan bertindak layaknya seorang wanita vampir.
Saat berada di gerbang kastil, Lucy sedikit berkeringat, takut penyamarannya terbongkar oleh seseorang, ia berharap bisa keluar dari kastil ini tanpa ketahuan. Jika dia tertangkap lagi, Lethia akan membunuhnya, seperti yang selalu dikatakan wanita separuh tua itu.
Penjaga gerbang memandang Lucy dari ujung kepala sampai ujung kaki seolah-olah mengintai Lucy.
Lucy menutupi sebagian wajahnya dengan syal. Tubuhnya menggigil kedinginan. Detak jantungnya berdegup kencang karena semua usaha untuk melarikan diri selalu gagal.
Penjaga gerbang mencengkeram lengan Lucy.
"Siapa kau?" Tanya petugas penjaga gerbang kastil.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG.!!!
__ADS_1
Nah loh, kira-kira gimana cara Lucy menghadapi penjaga gerbang supaya dia lolos dan keluar dari kastil?
Tulis jawaban kalian dikolom komentar ya👌 sekalian like, koment, vote dan rating juga💜🙏🏻