SLAVE to PANGERAN VAMPIRE

SLAVE to PANGERAN VAMPIRE
EPS. 33


__ADS_3

Dengan tangan gemetar, Lucy mengarahkan senter dari ponselnya tepat ke mata mereka, sehingga mereka merasa silau sejenak. Kemudian, lucy berlari secepat mungkin melewati berbagai pepohonan hingga syal yang dikenakannya terlepas ke tanah. Ia tidak lagi peduli dengan apapun kecuali dirinya sendiri, yang gadis itu pikirkan adalah cara melarikan diri dari mereka bertiga.


"Dia adalah pengganti big bang kita yang akan menghilang setelah ini..." kata vampir yang satunya lagi.


Karena tidak adanya ritual big bang, mereka menjadi terobsesi dengan darah manusia saat ini.


"kita harus menangkapnya sebelum dia melaporkan apa yang kita lakukan pada tuan muda Lauden," kata vampir berambut panjang.


"Kamu benar."


"Ayo kita kejar."


Dengan kekuatan vampir, mereka dapat berlari lebih cepat dari manusia sehingga tiba-tiba, mereka sudah berdiri di depan lucy dengan wajah garang.


"Kamu tidak bisa melarikan diri dari kami nona," kata vampir kecil itu ketika mereka berhasil mengikuti Lucy.


"Aku lebih baik mati bunuh diri daripada di tangan bajingan seperti kalian," kata lucy sambil meludah ke samping.


"Lihatlah betapa sombongnya dia," Kata vampir yang lain.


Si rambut panjang dan tubuh kerdil itu tertawa ngakak mendengar ejekan temannya untuk Lucy.


Lucy bergidik.


Wajahnya pucat pasi. Detak jantungnya tidak menentu. Ia sudah berlari sekuat tenaga, ditambah dengan rasa takut yang membuncah dalam dirinya membuatnya tak berdaya.


Ketiga vampir itu berjalan semakin dekat dengan gadis lugu itu.


"TOLONG..." Lucy berteriak hingga suaranya terasa habis.


Tidak ada yang lain kecuali keheningan. Si rambut panjang itu menyeringai penuh kemenangan.


Vampir kecil meraih salah satu lengan Lucy. Vampir yang satunya lagi memegang lengan Lucy yang lain. Sementara itu, pria berambut panjang siap menghisap leher Lucy yang jenjang. Dia menyibakkan rambut Lucy ke samping untuk melihat lehernya.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Lauden, yang tiba-tiba datang dari belakang mereka.


Lucy menatap Lauden dengan tatapan haru, matanya berkaca-kaca. Dia tidak menyangka Pria itu lagi yang akan menyelamatkannya.


"Dia milikku. Apa yang kau lakukan pada gadis orang lain?" teriak Lauden.


Mereka bertiga segera melepaskan tangan mereka dari tubuh lucy.


"Ini adalah hal yang aneh. Bagaimana dengan mudahnya dia menemukan kita?" bisik si vampir kecil kepada vampir berambut panjang.


"Aku tidak tahu," jawabnya.


"Dasar bedebah! Berani sekali kalian mengusik milikku?" Murka Lauden.


"Maafkan kami, tuan..." ucap pria berambut panjang.


Mereka bertiga pun mengambil jarak hendak pergi meninggalkan Lauden dan Lucy.


"Mau kemana kau?" tanya lauden sambil mengangkat salah satu alisnya.


"Kami ingin pulang, tuan." Jawab si vampir kecil dengan polos.


"Pulang? Kalian ingin pulang tanpa pertangungjawaban, begitu?" Tanya Lauden.

__ADS_1


Mata Lauden berubah, sama seperti saat dia akan membunuh preman yang menganggu Lucy saat itu.


Lucy langsung bisa menebak apa yang akan terjadi pada mereka bertiga. Bagaimanapun juga, mereka bertiga adalah vampir. Bisakah satu vampir mengalahkan tiga vampir sekaligus?


Lucy menoleh, memberi isyarat kepada Lauden untuk tidak melakukan apa yang ada dalam pikiran Lucy.


Lauden tidak menghiraukan kode yang diberikan lucy.


Pria itu sangat marah karena ada yang mengganggunya kepunyaannya. Sama seperti saat ia masih kecil, ia tidak suka jika ada orang yang mengambil darah hewan yang dirinya tangkap. Dia tidak ingin orang lain menyentuh apa yang dimilikinya.


"Maafkan kami, tolong biarkan kami pergi, tuan." kata mereka bertiga dengan wajah ketakutan.


Lucy mengerutkan keningnya. Ia bingung karena ada yang aneh dengan kejadian ini. Kenapa mereka ketakutan begitu? seharusnya dengan mudahnya mereka menang melawan Lauden mengingat jumlah mereka lebih banyak jika dibandingkan dengan Lauden yang hanya sendiri.


Apakah Lauden sehebat itu sehingga mereka takut?


Pertanyaan Lucy akhirnya terjawab setelah Lauden berubah. Pria itu mengeluarkan taringnya dan mengaum seperti serigala hendak menerkam mangsanya dalam satu genggaman. Ketiganya berlari tunggang langgang diikuti Lauden. Sehingga Lucy tidak dapat melihat mereka lagi.


Lauden berlari ke arah mereka dan mencekik mereka dengan keras.


"Gadis itu milikku," teriaknya


...****************...


Lucy berhenti di tempatnya. Kepalanya tiba-tiba terasa sangat berat setelah mengalami hal-hal yang membuatnya terkejut. Namun, ia melangkah ke arah di mana Lauden sedang menghajar ketiga vampir nakal itu.


Dari kejauhan, Lucy dapat melihat Lauden dengan mudah mengalahkan mereka bertiga. Satu tangan mengangkat leher vampir kecil, Tangan yang lain mengangkat leher vampir lainnya, sedangkan si rambut panjang sudah terbatuk-batuk dibawah kaki Lauden.


"Vampir bisa mati dengan dicekik juga?" Lucy bertanya pada dirinya sendiri saat ia menyaksikan adegan pertarungan antara keempat vampir itu. Pertanyaan Lucy tidak dapat dijawab karena Lauden akhirnya membebaskan mereka bertiga.


"Aku akan membebaskan kalian bertiga dengan satu syarat," kata Lauden.


"Sebarkan berita bahwa tidak ada yang boleh menyentuh Nona Lucy, atau kalian akan menanggung akibatnya," lanjut Lauden.


Dalam keputusasaan, mereka menyetujui apa yang diinginkan Lauden. Bagaimanapun juga, itu adalah permintaan yang rumit untuk dilakukan.


"Baik tuan."


"Pergilah,"


Ketiganya pun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Mereka berlari secepat mungkin dengan sesekali menoleh kebelakang. Memantau apakah Lauden bercanda tu tidak membebaskan mereka.


Setelah mereka pergi, Lauden menemui Lucy. Yang saat itu sedang membeku di tempat karena terpukau dengan kekuatan Lauden yang bisa mengalahkan tiga vampir sekaligus.


"Apa yang kau lakukan di sini?" Bentak Lauden.


"A-aku harus mencari ayahku. Aku tidak bisa tinggal di kastil dan membiarkan ayahku sendirian di luar sana." Kata Lucy dengan suara gemetar.


"Kau tidak percaya padaku?" Tanya Lauden.


Bahkan tanpa sadar dia mengubah kata saya menjadi aku saking emosinya.


"Bukan seperti itu... Tapi aku tidak bisa hanya diam. Dia adalah ayahku. Aku punya hak untuk mencarinya," kata Lucy dengan intonasi yang sedikit meninggi.


Gadis itu merasa tertekan. Satu sisi dia tidak tau tujuan akan kemana mencari ayahnya, satu sisi juga dia kesal karena terjebak di kastil sendirian.


"Aku akan membawanya kembali," kata Lauden.

__ADS_1


"Bagaimana aku bisa yakin? Bagaimana jika kau membunuh ayahku seperti yang kau lakukan pada ketiga vampir itu?" Lucy menjawab. Dia tidak bisa menyerahkan urusan ayahnya kepada orang lain. Dia takut ayahnya akan membunuh manusia, dan Lauden menjatuhkan hukuman mati pada ayahnya meskipun dia tidak yakin bagaimana vampir mati.


"Lihat sendiri kan betapa berbahayanya kamu jika diluar kastil?" kata Lauden.


"Aku rela mati demi ayahku," kata Lucy dengan tegas.


"Benarkah?"


Lelaki itu mendekati tubuh Lucy. Membuat gadis itu mundur selangkah.


"Apa yang kau lakukan, Lauden?" Tanya Lucy.


"Bukankah kau sendiri yang mengatakan bahwa kau sudah siap untuk mati?" Tanya Lauden.


"Aku siap mati untuk ayahku, tapi tidak dengan cara seperti ini..." Lucy merengek sambil melangkahkan kakinya ke belakang.


"Seperti apa?" Tanya Lauden semakin mendekat.


"Tapi... Bu..." Lucy tergagap.


"Kamu belum siap untuk mati, heh?" Tanya Lauden.


Semakin Lucy takut, semakin Lauden menyukainya. Sekarang, keduanya saling berhadapan dengan jarak kurang dari sepuluh sentimeter.


"Kenapa diam saja? kau takut mati kan?"


Lucy memejamkan matanya, otaknya seketika buntu ketika berhadapan dengan tuannya yang menyebalkan itu. Sayangnya sudah berhasil merebut hatinya hingga tak tersisa.


Lauden pun mencium bibir Lucy ketika budaknya itu memejamkan matanya dengan penuh perasaan.


Lucy merasa ada sesuatu yang dingin menyentuh bibirnya.


Dejavu.


Rasa ini masih sama seperti malam percobaan bunuh dirinya gagal.


Ciuman Lauden.


Lucy perlahan membuka matanya.


"Kenapa dia menciumku?"


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG.!!!


Ah si Abang main sosor aja🙈 kasian kan neng lucunya jadi bingung. Aturan tuh nyatain status dulu biar halal🤭


Penasaran liat kebucinan Abang Aden ke neng Lucy ngga? terus pantengin ban-ban yang akan datang ya besti👌

__ADS_1


Selain itu jangan lupa like, koment, share, vote dan juga rating ya🙏🏻💜


__ADS_2