Something Lost

Something Lost
Penghinaanmu, Akanku Balas!


__ADS_3

Kim Dan tengah memasak di dapur, dia tengah memekai celemek berwarna merah muda. Audi melepaskan jarum infus yang berada di tangannya, dan melihat Kim Dan di dapur.


Rambut berwarna perak itu, berwarna sangat istimewa di bawah sinar lampu, tangan yang bermain di atas talenan sambil mengiris bahan-bahan masakan, tangannya yang sering di pakai menulis itu tengah memegang wajan. Seakan pria itu adalah seorang suami yang tengah memasak untuk istrinya.


Punggung yang lebar tengah membelakangi Audi yang sejak tadi duduk di dapur sambil menopang dagu. Semakin dia memperhatikan pria itu, semakin dia terpesona.


“Apa kau akan membatalkan perjanjian ini, karena melihatku seperti tadi?” tanya Audi.


“Tidak,”


“Kau tidak...”


Kim Dan langsung menyuapi gadis itu bubur yang di masaknya, agar dia tidak lagi mendengar apa yang ingin di katakan oleh gadis itu.


“Jika kau belum percaya padaku, kau bisa menyembunyikannya dariku. Aku tidak akan memaksamu untuk ikut denganku,” kata Kim Dan sambil mengusap lembut rambut milik gadis itu.


“Kim Dan-ssi, aku berterima kasih padamu memberiku kehidupan yang baru, aku tidak pernah bermimpi untuk lebih dekat denganmu seperti ini,” kata Audi sambil menatap mata pria itu.


Kim Dan merasa aneh, mengapa gadis yang di hadapannya itu mengatakan hal yang tidak di mengertinya.


“Apa yang kau maksud?” tanya Kim Dan.


“Kau tidak ingat, ingatan itu hanya ada di dalam ingatan Eldean,” kata Audi.


“Apa kau pernah bertemu denganku sebelumnya?” tanya Kim Dan dengan penasaran.


“Iya,” jawab Audi dengan singkat sambil tersenyum.


“Kapan?”


“Tidak perlu buru-buru, tidak seru jika kau mengetahuinya lebih awal, semakin banyak rahasia itu lebih bagus,” kata Audi dengan senyum mengoda dan mengedipkan matanya.


Kim Dan, hanya bisa tersenyum kecut melihat perilaku gadis itu.


Barang-barang pecah dan tergeletak terlihat jelas di lantai berwarna putih, seorang gadis masih saja menambah kekacauan di ruangan itu, harga barang yang di pecahkannya pun tergolong sangat mahal.


“Apa yang membuatmu marah?” tanya seorang pria saat masuk ke ruangan itu.


Pakaian yang rapi, dengan jas bermerek desain Italia, sepatu, jam dengan harga jutaan dollar.


Mungkin, telah menjadi sebuah kebiasaan untuk orang kaya, yang menggunakan barang-barang mahal. Pria itu menatap seisi ruangan sambil mengelengkan kepalanya.


“Apa kau tahu, berapa mahalnya barang-barang yang kau hancurkan ini,”


“Kenapa kau tidak memberitahuku lebih awal tentang gadis itu?”


Gadis itu menatap kakaknya yang baru saja datang penuh dengan kebencian. Dia tidak habis pikir, kakaknya baru saja mengatakan jika pria yang di sukainya telah bertunangan.

__ADS_1


“Kenapa tidak ada yang memberitahuku?” tanya Jessica dengan kesal sambil kembali menghancurkan barang-barang milik kakaknya itu.


“Kakak sudah mencoba menghubungimu, tapi kau tidak mengangkat telfonku,”


“Kim Dan sialan, di berani menghinaku,” kata Jessica.


“Tenang dulu, kita bicarakan baik-baik. Menghadapi seorang Kim Dan, jangan seperti itu,”


COE Kang mengisi gelasnya dengan wine kemudian mengoyangkan gelas miliknya dan duduk dengan santainya di sofa.


“Kakak begitu santai?” rasanya gadis itu tengah tersulut api amarah yang begitu membara. “Aaargh... aku ingin memukul wajah gadis itu, apa hebatnya dirinya membuat Kim Dan begitu membelanya sampai menghina diriku,” gadis itu lagi-lagi membanting barang-barang.


“Aku sudah menyukainya sejak dulu, tapi dia... dia mengatakan jika aku tidak pantas untuk menjadi seorang Nyonya...” gadis itu menangis di pelukan kakaknya, sedangkan tangannya tengah mengalir darah karena pecahan kaca mengenai tangannya.


“Tenang dulu,” kata pria itu sambil menenangkan adiknya. “Kita akan membalas apa yang dia lakukan padamu, dan aku akan mengambil yang seharusnya milikku,”


Raut wajah kekesalan sangat jelas, dari dulu pria itu bersaing dengan Kim Dan dalam segala hal, dia merasa jika apa yang Kim Dan miliki harusnya menjadi miliknya.


“Kau pasti tengah mengejekku tentang diriku yang seperti tadi, benar bukan?” tanya Audi.


“Tidak, aku bahkan merasa jika aku dengan dirimu begitu banyak kesamaan. Kau lebih dulu tahu soal diriku yang memiliki monster di dalam tubuhku ini,”


“Aku rasa tidak sepenuhnya benar,” kata Audi. “Terkadang apa yang kau benci itu menyelamatkanmu,” kata Audi sambil menganti saluran televisi. “Berapa kepribadian yang kau miliki?” tanya Audi.


“Hanya Eldean,” jawab Kim Dan. “Dan dia itu sangat menyebalkan mengambil alih tubuhku,” kata Kim Dan sambil mengepal tangannya.


“Aku kembali ke kamar,” kata Audi sambil beranjak dari tempat duduknya. “Dan-ah...” Audi memanggil pria itu dengan panggilan kesayangannya untuk pria berambut perak itu. “Kau harus ingat ini baik-baik, jika kau adalah Eldean dan Eldean adalah dirimu. Aku menyukai Eldean yang hangat, tapi aku juga menyukai Kim Dan yang dingin, penuh dengan rahasia yang tidak bisa ku lihat,” kata Audi sambil menutup pintu kamar.


Kim Dan masih menatap layar televisi itu, mengingat-ingat apa yang di katakan oleh Audi. Memang, sifatnya belakangan ini seperti sifat yang Eldean miliki, tapi sebenarnya dia adalah Kim Dan, dan dia tidak berganti jiwa dengan Eldean.


Audi di balik pintu menutup hidungnya, menahan agar darah tidak mengucur keluar lagi karena ingin melihat masa lalu Kim Dan.


“Hem, tidak bisa memaksakan diri untuk melihat apa yang terjadi pada pria itu. Sekalipun ingin ku lihat, tetap saja tidak bisa,”


Seharian di rumah membuatnya begitu bosan dan memilih untuk berangkat kerja. Evye menemaninya sebagai asisten.


“Ev, aku sebenarnya tidak butuh asisten. Kau lebih baik menjadi temanku saja itu tidak membuatku merasa di perhatikan oleh banyak orang nanti,” kata Audi saat di dalam mobil.


“Eee....”


“Saat kita kerja, kau boleh jadi asistenku, setelah itu jadilah temanku,”


Sebuah ruangan yang luas dengan dekorasi seperti tengah berada di sebuah klinik, ada pula obat-obatan lengkap dengan ranjang rumah sakit, dll.


Audi terpesona dengan semua itu, bahkn dia memiliki ruangan sendiri, sedangkan dua orang gadis yang menjadi resepsionis sebelumnya bekerja di sana.


“Kau suka?” tanya Kim Dan tiba-tiba.

__ADS_1


“Aku seperti memiliki klink pribadi yang lengkap,” kata Audi sambil tersenyum.


“Semua menyetujui tentang ini, jadi kau boleh mangajukan proposal tentang pekerjaanmu,”


“Aku akan menyusunnya,” kata Audi.


Audi duduk sambil tersenyum menikmati ruangan khusus untuknya itu.


“Untuk sementara ini, belum ada pekerjaan kalian bisa santai, walaupun kalian tidak ahli dalam medis, tapi kalian bisa melakukan hal lain untuk membantuku,” kata Audi. “Aku sepertinya butuh perawat yang membantuku,” kata Audi dengan sangat bersemangat.


Kedua orang itu masih canggung dengan kehadiran Audi.


“Kami minta maaf,”


“Tidak perlu kok, santai saja saat bersamaku. Saat tidak bekerja kita adalah teman, ketika bekerja kita adalah Tim,” kata Audi.


“Namaku Audi,” kata Audi memperkenalkan dirinya.


“Aku Yanni, dan ini Lin Hyu,” kata gadis yang berambut panjang memperkenalkan dirinya sebagai Yanni sedangkan yang di sampingnya adalah Lin Hyu.


“Aku susah mengingat nama kalian karena nama kalian agak rumit, bagaimana jika aku memanggilmu Yayan, sedangkan temanmu sebagai Linlin, aku mudah mengingatnya. Ya, setidaknya aku saja yang memanggil kalian seperti itu,” kata Audi dengan mudahnya mengganti nama orang.


Tapi lebih anehnya lagi kedua gadis itu menyetujuinya.


“Image juga jelek loh, kalian tidak takut jika aku balas dendam pada kalian?”


“Tidak, jika kau jahat kau tidak akan membuat kami masih bekerja di perusahaan ini,” kata Yayan.


“Bagaimana jika kita makan bersama untuk merayakan hari ini?” tanya Audi.


Ada yang berbeda dan berubah pada diri Audi, biasanya dia dingin pada orang lain yang baru saja dia temui, tapi kali ini dia begitu ceria bahkan mengajak kedua orang itu untuk makan bersama dengannya.


Suara ribut-ribut terdengar dari luar, seorang gadis tengah menerobos masuk. Audi hanya memasang wajah masa bodoh dengan orang yang baru saja ingin masuk. Suasana lobi tampak ramai karena jam kerja.


“Biarkan aku masuk melihat siapa gadis yang merebut tunanganku,” teriak Jessica di lobi kantor.


“Jessica...” panggil Audi saat melihat gadis itu.


“Ah. dr. Audi, lama tidak ketemu,” sapa Jessica pada Audi.


Setahun yang lalu, Audi di kirim untuk merawat seseorang, dan orang itu adalah Jessica, karena dia menderita gangguan emosi yang tidak stabil, membuatnya membutuhkan seorang psikiater.


“Apa ada keperluan di sini?” tanya Audi.


“Aku ingin memberikan pelajaran pada gadis yang merebut tunanganku,” kata Jessica membuat Audi terdiam sejenak.


Dalam sesi hipnotis, gadis itu pernah menceritakan tentang menyukai seorang pria sejak lama, ternyata pria itu adalah Kim Dan.

__ADS_1


__ADS_2