
Audi melihat kejadian itu, dua orang terluka karena berusaha untuk melindunginya. Gadis yang tengah menatap penuh kebencian itu, membuat orang terdekatnya terluka.
Keadaan kini bercampur aduk, berbeda dengan kehidupannya yang sebelumnya tidak begitu banyak orang yang dekat dengannya.
Sosial media kini begitu ramai memberitakan kejadian itu, apalagi salah satu korbannya adalah artis papan atas.
Begitu banyak pencarian atas nama julian, dan juga kejadian yang terjadi.
“Pacar Julian...”
“Wanita yang di selamatkan oleh Julian dan juga Presdir Choi,”
Komentar-komentar mulai meramaikan sosial media, begitu banyak berita-berita yang muncul.
Sehari dia libur, kini masalah datang lagi. Rasanya begitu sulit, hidupnya yang tenang kini di ramaikan dengan hal-hal yang memuatnya ingin bersembunyi di waktu yang sama.
Kim Dan masih duduk sambil menikmati makan siangnya.
Breaking news.
Terjadi percobaan pembunuhan terjadi di sebuah lokasi syuting, seorang bintang papan atas Julian Kim terluka karena aksi tersebut. Saksi kejadian mengatakan jika Julian Kim melindungi kekasihnya.
Kim dan yang menonton berita itupun terkejut. Namun, gadis yang ada di sana itu lebih membuatnya terkejut.
Audi hanya bisa menatap ruang operasi, kedua orang yang menolongnya itu lagi berada di balik pintu itu. Entah lukanya parah atau bagaimana, dia belum bisa memastikan. Kim Dan datang dengan sangat tergesa-gesa, termasuk Hyun Joo yang tengah menangani kasus ini.
David dan Maona mengikuti dari belakang Kim Dan.
Kim Dan terpaku melihat gadis itu, ada rasa ketakutan yang terpancar.
“Kau tidak apa-apa? Apa kau luka?” tanya Kim Dan ketika datang, sambil memeriksa tubuh Audi.
Audi mendorong Kim Dan, karena tengah di perhatikan oleh Maona.
“Aku baik-baik saja, kau jangan pedulikan aku. Julian berada di dalam karenaku,” kata Audi dengan suara pelan.
“Audi... Kau tidak tahu terima kasih, Direktur bertanya padamu, tapi kau...”
Audi menatap dingin pada Maona yang tengah mengkritiknya itu. Tatapan Audi penuh dengan amarah, hingga membuat gadis itu bergetar, hanya dengan tatapannya.
“Mengapa dia menatapku seperti itu,” kata Maona membatin ketika melihat Audi menatapnya seperti itu.
Sebenarnya dia ingin menangis di dalam pelukan pria itu, hanya saja dia menahannya, terlalu cepat untuk Maona tentang dirinya.
Kim Dan pun menyadari hal itu. Dari kejauhan Leon melihat Audi, dia ingin mendekat tapi tugasnya bukan untuk melindungi gadis itu.
“Jika kau menangkapnya lebih awal, Julian tidak akan berada di rumah sakit,” teriak Kim Dan pada Hyun Joo.
“Jangan ribut di sini Kim Dan,” kata Audi dengan nada pelan.
“Tapi dia membuat Julian masuk...”
“Yang ingin di bunuh itu aku... Kim Dan...” teriak Audi pada Kim Dan. “Yang ingin di lihat oleh gadis itu, aku... Bukan hanya kau yang tidak ingin Julian seperti ini... Aku juga tidak ingin dia terluka...”
Hyun Joo terdiam, begitu pula dengan Kim Dan. Mereka tidak pernah menyangka, jika gadis itu akan marah pada mereka, gadis yang biasanya tidak marah itu kini berteriak sangat keras pada mereka.
“Audi... aku... aku....”
Audi melangkahkan kakinya, meninggalkan tempat itu. Kepalanya begitu sakit, banyak yang tengah di pikirkan olehnya. Dulu dia tidak pernah mengalami hal-hal seperti ini, karena tidak banyak orang yang dekat dengannya.
Dia menangis di tangga darurat, begitu banyak yang terluka karenanya, begitu banyak pula yang hadir di dalam hidupnya. Audi menangis sampai tertidur.
Leon yang melihatnya mengendong gadis itu. Dia membawa gadis itu pergi dari rumah sakit.
“Tuan ingin kemana?” tanya seorang sopir pada Leon.
“Pulang...”
__ADS_1
Leon masih tidak mengetahui tentang apa yang tengah terjadi pada Audi yang kini menjadi atasannya itu.
Sebuah mobil berhenti pada sebuah masion yang cukup besar.
“Tuan kita sudah sampai...” kata sopir itu.
“Kita tidak salah alamat bukan?” tanya Leon.
“Tidak. Ini adalah alamat rumah anda saat ini,”
“Bisa panggilkan dokter kemari?” tanya Leon pada pria itu.
“Baik...”
Begitu luas dan besar Masion yang menjadi miliknya itu.
“Sudah lama ya...” batinnya sambil memandangi Masion itu.
Dia mengendong Audi untuk masuk ke dalam. Baru di depan pintu miliknya, Dia telah di sambut oleh beberapa orang maid, hingga membuatnya terkejut.
“Selamat datang Tuan...”
Leon hanya terdiam, melihat se isi ruangan itu. Semuanya masih saja saja seperti tujuh tahun lalu ketika dia pergi dari tempat itu.
“Uwa.. tuan muda kita begitu tampan,” kata salah satu pembantunya.
“Tapi.. apakah itu adalah istrinya?”
“Bukankah mereka bilang tuan muda belum menikah?”
“Siapa gadis itu?”
Semua melihat ke arah Audi yang ada di dalam gendongan Leon.
“Tunjukan aku di mana kamarku...”
Dia kehilangan adiknya, dan perusahaan ayahnya juga bangkrut di saat adiknya meninggal. Kini dia berdiri di masion ini adalah sebuah keajaiban. Dia menjadi polisi, karena ingin menangkap pelakunya, sayangnya dia berakhir di dalam penjara.
Kim Dan tengah mencari Audi namun tidak meneukan gadis itu dimnapun. Sampai pagi haripun Kim Dan masih mencari Audi, namun belum menemukan.
Leon bangun dan membuat sarapan untuk Audi yang masih tertidur, sedangkan dia pergi ke perusahaan K2 untuk bertemu dengan Kim Dan.
Beberapa para maid memaksa Audi untuk bekerja, Audi pun hanya diam tanpa membantah apa yang mereka katakan dan perintahkan.
“Tuan... seseorang yang bersama Leondra Park ingin bertemu,”
Entah ini adalah kebetulan atauka takdir, mereka masih belum mengetahuinya. Alasan ke bangkrutan ayah Leon karena perusahaan milik Kim Dan. Kini kedua orang itu tengah berhadapan satu sama lain.
“Aku ingin membuat satu kesepakatan dan perjanjian. Perusahaan K2 tidak berhak ikut campur segala urusan di dalam perusahaan South Place Park,”
“Aku tidak tahu jika kau ingin menawarkan kesepakatan seperti itu,”
“Nona ingin aku melakukan hal itu, dia ingin berdiri sendiri tanpa bantuan dari K2,”
“Aku hanya berpikir kau akan balik menyerangku dengan tunanganku,”
“Tenang saja. Atasanku adalah tunangan anda, bukan Tuan Muda Kim, kedepannya kita hanya akan menjadi patner kerjasama,” kata Leondra Park.
“Kau ingin menfaatkan tunanganku?”
“Tidak, lagi pula dia tidak ingin berada di pihak lawan denganmu. Kita akan saling bertemu ke depannya,” kata Leon sambil meninggalkan Kim Dan.
Audi tengah mengepel lantai, entah apa yang tengah di pikirkan oleh gadis itu sampai menuruti kemauan mereka.
“Apa yang kalian lakukan....” teriak Leon saat melihat Audi.
“Kak Leon... aku hanya....”
__ADS_1
“Apa kalian tidak tahu siapa dia?” tanya Leon dengan nada tinggi, semua orang terdiam. “Dia yang membayar gaji kalian semua...” kata Leon.
Semua orang terkejut mendengarnya. Seorang gadis yang mereka perintah, adalah Nyonya mereka.
“Maafkan kami nyonya besar...”
“Tolong jangan pecat kami....”
“Kak Leon.. bukan begitu, aku hanya ingin mencari pekerjaan karena aku tidak bisa berpikir jernih,” kata Audi memberi penjelasan.
“Kalian...”
“Jangan salahkan mereka... aku tidak tahu apa yang ingin aku lakukan jadi ketika mereka mengatakajn tentang pekerjaan, aku menyanggupinya,”
“Apa kau seperti ini di rumah keluarganya?”
“Iya, memasak, dan juga bergaul dengan para asisten di sana,” kata Audi,
“Nona duduk dulu, aku akan memasakkan makanan untukmu,” kata Leon.
Leon begitu pintar memasak, Audi pun tampak terpesona dengan hal itu. Beberapa para maid tengah memperhatikan mereka.
“Kak Leon, kau mirip dengannya jika di lihat dari belakang. Dia juga pintar memasak,” kata Audi memulai pembicaraan.
“Yang kau lakukan tadi... itu sama sekali seperti kau bukan seorang pemilik,”
“Pft. Apa salahnya membantu mereka, aku suka kok. Aku tidak mengatakan pada mereka, aku takut mereka akan menjaga jarak denganku,”
“Aku sudah datang ke sana, seperti apa yang kau katakan. Alih-alih menjadi bodyguard, aku malah kau berikan pekerjaan itu,”
“Cocok kok, lagi pula Kim Dan yang memberikannya padaku,”
“Tapi itu...”
“Aku hanya tidak ingin orang tahu tentang itu, dan perusahaan itu awalnya adalah milikmu, mengembalikan kepada penerusnya bukankah hal yang benar? Hanya saja, agak sedikit berbeda. Aku pemiliknya, kak Leon adalah Presdirnya,”
“Aku hanya ingin jadi dokter saja, tapi aku juga butuh kekuatan jika sewaktu-waktu ada dalam bahaya. Saham Kim Dan di dalam perusahaan itu, sudah berpindah atas namaku, jdi kak leon tidak perlu khawatr,”
“Aku pasti butuh bodyguard, tapi belum waktunya. Aku ingin seseorang yang bisa ku percaya, tidak mengkhianatiku, dan terus berdiri di sampingku,"
Leon hanya bisa menatap Audi dan tengah berpikir tentang gadis itu.
"Dia begitu berbeda dengan orang lain, entah kenapa ada begitu banyak hal yang menarik terhadapnya, membuat orang yang melihatnya tertarik akan dirinya. Tidak heran, seorang Kim Dan menyukainya," batin Leon.
Julian masih terbaring di rumah sakit, begitu pula dengan Louis, keadaan keduanya sudah membaik. Sedangkan berita pencarian begitu banyak. Semua tertuju pada gadis yang di lindungi oleh kedua orang tersebut. Walaupun media sebagai telah dibayar untuk tidak mempublikasikan, tapi di sosial media masih saja ramai.
Bahkan Audi yang menonton berita agak risih, karena pemberitaan yang selalu sama.
"Hari ini aku akan ke perusahaan... apa kau..."
"Aku akan kembali, Kim Dan pasti mencariku," kata Audi.
"Aku akan menyuruh orang menyiapkan pakaianmu, dan aku akan menyiapkan kamar pribadi untukmu. Jika kau datang menginap, kau bisa nyaman disini," kata Leon sambil tersenyum.
Kim Dan masih sibuk menghilangkan Berita tersebut. Bahkan dia telah menggelar rapat untuk itu. Matanya tertuju pada sebuah panggilan masuk.
"Kau dimana? Apa kau tahu bagai..." suara tinggi Kim Dan mengisi ruang rapat, membuat semua orang di sana terkejut.
"Bisakah kau menjemputku?" tanya Audi dengan nada pelan.
"Aku akan ke sana menjemputmu, kirim alamatnya," kata Kim Dan sambil bergegas pergi. "Rapatnya David akan lanjutkan," kata Kim Dan.
Gaun sederhana, dan sebuah anting berwarna blue ice terpasang di telinganya. Gaun yang di pilihkan oleh Leon untuk Audi. Gadis itu menunggu Kim Dan untuk menjemputnya di Masion milik Leon.
"Jika dia ada di sana, kenapa pria itu tidak mengatakannya padaku tafi," geram Kim Dan.
Mobilnya di percepat agar bisa segera sampai menjemput tunangannya.
__ADS_1
Sungguh! Dia tidak tahu, apa yang selalu membuatnya khawatir pada gadis itu, entah apa yang membuatnya menyukai gadis itu melebihi gadis-gadis lain.