
Audi berlari ke kamarnya. Dia tidak menyangka membuat apa yang dia katakan menjadi kenyataan. Sarapan pagi lembut di pipi Kim Dan.
Wajah Audi merona, begitupun dengan Kim Dan. Detak jantung mereka seirama. Kim Dan menyetuh pipinya yang di cium gadis itu, sedangkan Audi menyetuh bibirnya yang telah mencium Kim Dan.
“Ehem. Kau menghabiskan malam panas penuh kelelahan,” kata David tengah menggoda sahabatnya itu.
“Aku hanya menjahilinya, aku hanya tidur di ranjang miliknya dan paginya aku di tendang olehnya,”
David tertawa mendengar cerita Kim Dan.
“Semua gadis pasti melakukan hal yang sama, melihat seorang pria tiba-tiba di ranjang miliknya,”
“Beraninya kau menertawaiku, potong gaji bulan ini,” kata Kim Dan menatap David dengan dingin.
“Hiks. Gajiku,” batin David mengingat gajinya akan di potong.
David terdiam, meratapi gajinya di potong oleh pria yang di belakangnya itu. rasanya dia menyesal telah menggoda pria itu.
Aulia mendapatkan telfon dari seseorang namun dia terus mematikan telfon itu. seakan dia tidak ingin menjawab panggilan itu.
Evye menjemput Audi dengan mobil yang telah di berikan oleh Kim Dan padanya. Pakaiannya lumayan biasa saja seperti biasa di pakainya.
“Jangan pakai baju itu, pakai ini saja,” kata Evye.
Asistennya itu memilih pakaian yang sederhana, agak feminim dan sempurna untuk gadis itu pakai.
“Kau harus tampil sempurna, walaupun kau telah cuti dari kampus itu,” kata Evye.
Kim Dan tengah memeriksa dokuman karyawan yang mendaftar di perusahaan miliknya.
“Maona, hm,” kata Kim Dan sambil melihat berkas itu.
“Biar aku yang mewawancarainya," kata Kim Dan.
“Kau tidak salah? Dia yang telah menyebarkan gosip tentang Nona Audi,”
“Tenang saja, aku hanya tertarik dengan satu gadis seumur hidupku. Aku ingin lihat bagaimana gadis yang membuatnya selalu mendapatkan rumor jelek. Lagi pula, aku ingin membantu wanitaku untuk membalas dendam pada gadis ini,”
Maona duduk dengan percaya diri. Beberapa orang di hadapannya tengah mewawancarainya, Kim Dan masuk tiba-tiba.
Mata Maona menatap pria itu, terpesona dengan tampang seorang Kim Dan. Itu hal lumrah.
Namun tidak bagi Maona, menginginkan pria itu agar bisa menjadi kekasihnya. Rasanya gadis itu tengah berpikir untuk membuat pria yang baru saja dia lihat jatuh cinta padanya.
Sesi wawancara selesai.
“Nona, kami akan menghubungi 1-2hari kedepan,” kata Kim Dan tanpa ekspresi.
Saat tiba di ruangan milik Kim Dan, David mengomel panjang pda pria itu.
“Maona, melamar menjadi sekertarisku,” kata Kim Dan saat menelfon Audi. “Bukankah aku hebat? Membuat gadis itu lebih dekat untuk di kontrol dan lebih mudah membalas dendam,” kata Kim Dan lagi.
__ADS_1
“Ya sudah, jika kau ingin dia menjadi sekertarismu,” kata Audi.
“Ck. Kau tidak cemburu?”
“Cemburu pada gadis itu? Hm. Jika cemburu, aku akan membalasnya lebih menyakitkannya,” kata Audi. “Jadi kau harus jaga dirimu baik-baik,” kata Audi lagi sambil menutup telfonnya.
“Kau punya undangan di kampus Nona Audi, aku diberitahu oleh Evye jika Nona sudah di kampus,” kata David.
“Ayo kita berangkat,” kata Kim Dan.
Maona terlihat tengah menunggu taksi, dan telihat oleh Kim Dan.
“Biarkan dia ikut dengan kita,”
“Bagaimana jika Nona lihat?”
“Dia sudah tahu, aku ingin melihatnya bersandiwara,” kata Kim Dan sambil tersenyum sinis.
Mobil Kim Dan berhenti di depan Moana.
“Aku akan mengantarkanmu, kita searah,” kata Kim Dan dengan nada tenang.
Maona tampak malu-malu, namun tersenyum bangga di dalam hatinya.
Audi keluar dari mobil sambil Evye membukakan pintu untuknya. semua orang melihat ke arahnya. bahkan ada yang berbisik-bisik jika Audi tengah menjadi simpan orang.
Hari ini dekan yang dekat dengannya mengundangnya sebagai mahasiswa karena mereka kedatangan seseorang yang penting dalam bidang ekonomi. Namun Audi menolak, karena dia mendapatkan undangan dari Ibu mertuanya dan undangan mahasiswa.
“Tuan Kim Dan ada di sini,” kata Evye saat melihat mobil Kim Dan baru saja datang.
Audi hanya tersenyum jijik dengan sikap gadis itu, ingin di pamer yang bukan miliknya.
“Kau membuatnya tampak mewah,” kata Audi menelfon Kim Dan. Kim Dan yang melihat Audi masih malu karena teringat kejadian tadi pagi.
“Kau mahasiswa yang mendapatkan nilai tertinggi bukan?”
“Iya,”
“Ikut denganku menjadi tamu undangan,”
Maona, begitu senang karena dia akan berada di dekat pria itu.
“Tapi, jaga jarak denganku. Aku tidak suka, jika ada gadis yang dekat denganku, atau menyentuhku,” kata Kim Dan memperingati.
Sesi seminar telah di mulai.
Audi dari bangku melihat Maona yang duduk di samping Kim Dan, sedangkan di sampingnya kini berbisik tentang kedekatan kedua orang itu.
Kim Dan memberikan pertanyaan, bagi siapa yang dapat menjawab dengan tepat dan benar akan mendapatkan kesempatan makan siang dan foto bersama.
Kim Dan tengah berbuat kejahilan dengan hadiah yang di berikan olehnya.
__ADS_1
“Apa yang membuat perusahaan K2 masuk ke jalur perusahaan bermulti Internasional?” tanya Kim Dan.
Maona mengangkat tangan berusaha untuk menjawab pertanyaan pria itu.
“K2 group, sampai saat ini berada pada jajaran perusahaan besar tidak lain karena usaha dari Presiden direkturnya yang cerdas dan ahli dalam strategi dalam bisnis,”
Audi menahan tawanya. Jelas-jelas jawabannya tengah memuji Kim Dan.
“Nona Maona, jawaban anda sungguh kekanak-kanakkan," kata Audi sambil tersenyum sinis.
Semua orang melihat ke arah Audi. Mereka tahu, jika Audi suka sekali mengkritik gadis yang menjadi saingannya itu.
Maona mengepal tangannya dengan sangat kuat, dia tidak mengira jika Audi ikut dalam seminar.
“Jadi menurut Nona, apa jawaban dari pertanyaan tadi,”
Audi berjalan ke atas podium.
“Jawabannya sangat mudah. Kemampuan Karyawan,” kata Audi menjawab.
“Jawaban yang tidak masuk akal,” kata Maona menyangka jawaban Audi. “Mengapa Nona Audi merasa benar?” tanya Maona dengan geram.
“Karena apa yang aku katakan memang benar,”
“Bisa nona menjelaskannya?” tanya Kim Dan sambil tersenyum.
“Perusahaan tidak berdiri tanpa karyawan, jika hanya memiliki presiden, dan direktur, apakah perusahaan akan berjalan dan bisa berkembang ke internasional? Presiden tidak bisa melakukan apa-apa, tanpa karyawan. Strategi mungkin milik Presiden, namun yang melaksanakan semuanya adalah karyawan. Jadi yang lebih utama adalah kemampuan, kemudian strategi. Strategi tanpa kemampuan tidak bisa berkembang, tpi berbeda dengan kemampuan yang memilik strategi,” kata Audi menjelaskan pandangannya.
“Nona Maona yang berdiri di samping Direktur K2, harus tahu dan berpikir secara strategis, dan membangun, dalam bisnis di perlukan strategis bukan hal-hal yang memuji atasan,” kata Audi lagi dengan sinis. “Itu saja jawaban dariku,” kata Audi menutup pembicaraannya.
“Bagus sekali. Jawaban yang sangat bagus,” kata Kim Dan sambil mendekat ke arah Audi.
Audi hanya melihat Kim Dan sekilas, dan menundukkan kepalanya kembali.
“Dalam kesempatan kali ini, aku ingin mengatakan pada kalian jika baru-baru ini perusahaan K2 membuka Dapertement baru, yaitu Departement Kesehatan,”
Semua orang yang hadir memberikan tepuk tangan, dan bersorak.
“Untuk itu, aku akan memberikan kesempatan kepada Direktur Utama Departement kesehatan untuk menjelaskannya kepada kalian semuanya,” Kim Dan melihat Audi, sedangkan Audi merasa dirinya terjebak dalam pertanyaan tunangannya itu.
“dr. Auditya Crala Xiaoli... Silahkan menjelaskannya,” kata Kim Dan.
Semua orang lagi-lagi berpandangan, siapa yang menyangka jika gadis yang mereka ejek adalah seorang dokter dan kini menjabat sebagai seorang direktur di perusahaan besar.
Audi merasa kesal dengan sikap Kim Dan yang membuatnya di kenal banyak orang dengan statusnya saat ini.
Audi menyunggingkan senyum di dalam hatinya.
“Mungkin kalian tidak lagi asing dengan siapa diriku, atau sebagain mahasiswa baru belum mengetahui. Aku akan memperkenalkan diri lebih dulu. Aku dokter psikiater dan juga mahasiswa psikologi. Seperti Presiden Kim Dan mengatakan jika saat ini aku adalah penanggungjawab besar dalam bidang kesehatan, aku hanya memberikan hal-hal besar dalam program ini, seperti kesehatan karyawan yang lebih utama, dan juga menjaga psikologi karyawan. Kamipun berencana untuk membuka lowongan pekerjaan, mungkin jika kalian ingin menjadi pekerja magang bisa melihat lowongan pekerjaan ini di situs resmi perusahaan,” kata Audi di sambut dengan tepuk tangan.
Suara tepuk tangan mulai terdengar, dan Audi pun turun dari podium dan meninggalkan Aula itu.
__ADS_1
Rasanya di tatap banyak orang seperti itu, sedikit membuat traumanya agak kambuh. Memilih untuk keluar adalah hal yang tepat.
Di bawah pohon yang rindang dia bersandar sambil menenangkan pikirannya yang masih ada gangguan kecemasan di perhatikan oleh orang banyak.