Something Lost

Something Lost
Kegiatan Amal


__ADS_3

Udara di masion milik keluarga Kim menghadirkan sensasi yang membuat Audi ingin terus berada di sama, karena alam sekitar yang begitu hijau. Membuat nafas begitu segar.


"Audi.. bantu Mama untuk membawa ini," kata Nyonya Kim meminta bantuan Audi. "Mengapa hanya diam di sana, ayo bantu mama," kata Nyonya Kim yang menegur Audi.


Audi menatap begitu banyak barang-barang, ada pakaian, ada permainan, dan juga ada begitu banyak barang-barang lainnya, dan pastinya semuanya ada baru.


"Apakah di sana ada bayi?" tanya Nyonya Kim.


"Iya, ada beberapa bayi, dan juga ada beberapa balita," kata Audi mengingat anak-anak usianya di bawah dua tahun.


"Aku dan Kim Dan, akan memasak untuk mereka di sana," kata Audi sambil menyenggol lengan Kim Dan, agar pembicaraan mereka tidak beralih untuk menyuruh mereka berdua memiliki anak.


"Eem..." jawab Kim Dan singkat.


Sikap dingin Kim Dan pada wanita yang menjadi ibunya itu, sungguh begitu keterlaluan.


"Aku akan membantu kalian di sana..." kata Leon tiba-tiba datang.


"Eee... Kak Leon mengapa ada di sini?" tanya Audi.


"Hmm... aku tidak sengaja mendengarmu berbicara di telfon tentang kau ikut kegiatan amal," kata Leon. "Dan juga mereka ingin ikut...." kata Leon sambil melihat ke arah belakangnya.


Beberapa pria tengah menarik koper mereka, Audi agak sedikit tercengang dengan kehadiran mereka.


Mereka akan mengadakan kegiatan amal, tapi mengapa begitu banyak orang yang datang. Audi mengerutkan keningnya. Mereka seperti ingin pergi piknik saja.


"Audi... itu... soal mereka..."


"Aku tidak sengaja dengar dari Noona... jadi aku ingin ikut," kata Jessica memanggil Joona dengan panggilan hormat.


"Jessica meminta izin padaku, tapi karena saat itu aku bersama dengan Presdir Choi, jadi dia juga ingin ikut," kata Kang Yoo membela adiknya yang tengah memberikan alasan itu.


David, bahkan Maona pun ada di sana. Kini begitu banyak orang ikut dalam kegiatan amal itu. Sebenarnya, mereka bukan ingin ikut kegiatan amal, melainkan ingin ikut berkembah. Rencana romantis Kim Dan malah hancur karena kedatangan mereka.


Kim Dan, Leon, Louis, Julian, Hyun Joo, Kang Yoo, Kim Tan (adik bungsu Kim Dan), dan David bagian laki-laki. Audi, Joona, Evye, Maona, Linlin, yayan, dan Aulia pun ikut.


"Maaf itu... apakah tunangan Tuan Kim Dan tidak ikut?" tanya Maona tiba-tiba.


"Apa yang kau maksud cucu menantuku tidak ikut? Audi yang merencakan ini, pastilah dia ikut,"


Doeng!

__ADS_1


Kebohongan yang di sembunyikan kedua orang itu, terbongkar seketika karena ucapan Kakek Kim. Audi tertunduk, rasanya segala yang di lakukan untuk memberikan pelajaran pada wanita itu semuanya hilang.


"Maksud ka... kek... apa ya..."


"Mengapa heran? Audi itu cucu menantuku jadi dia harus ikut..." kata Kakek Kim dengan tegas.


Seperti tersambar petir pagi hari Maona mengepal erat tangannya, merasa tengah di permainkan oleh Audi dan Kim Dan. Apalagi kedua orang itu bersandiwara di depannya selama ini.


"Ba... bagaimana Audi begitu beruntung bisa menjadi tunangan Kim Dan,.." geram Maona di dalam hatinya. "Mengapa dia begitu banyak mengenal orang-orang yang berpengaruh..." gerutu Maona di dalam hatinya. "Bahkan Tuan Louis melindungi gadis itu..."


Audi melihat Maona, merasakan sebuah amarah yang tengah memuncak di dalam diri gadis itu. Pastinya, gadis itu bukan hanya pasti terkejut, namun memang tengah terkejut.


Kini, tidak ada lagi sandiwara yang akan di lakukan oleh Audi dan Kim Dan di depan Maona. Louis hanya tertawa kecil, karena rahasia yang pria itu bersandiwara pun kini telah terbongkar.


"Jadi selama ini, Kim Dan membantu Audi untuk bersandiwara di depanku? Jadi dia sudah tahu tentang segala yang ku lakukan pada Audi? Termasuk desain gaun itu?" Maona membatin, dengan agak ketakutan, namun ada pula benci yang tersirat di matanya.


Sebuah panti asuhan yang letaknya cukup jauh, Karena letaknya cukup jauh, kurangnya donatur untuk panti asuhan itu membuat Audi merasa kasihan dengan anak-anak yang tinggal di sana.


Maona masuk ke dalam mobil milik Louis, pria di sampingnya itu sejak awal tahu tentang Audi, tapi tidak menceritakan padanya.


"Mengapa tidak menceritakan padaku, jika Audi adalah..."


"Sialan gadis itu," umpat Maona tiba-tiba. "bagaimana bisa dia..." Maona mengeram, sambil mengepalkan tangannya, di dalam hatinya di penuh rasa kesal untuk Audi. Menurutnya dialah yang pantas untuk mendampingi Kim Dan.


"Aku akan membalas dendam padamu," kata Maona tiba-tiba.


Louis menatap Maona dengan dinginnya, tiba-tiba dagu milik Maona di pegangnya. "Jangan berani menyentuhnya," kata Louis mengancam.


"Tu...an... bukankah..."


"Itu spesial untukku, kau tidak aku izinkan untuk menyentuh sehelai rambutnya..." kata Louis. "Kau dengan dia itu sangat berbeda jauh... Dia lebih tinggi darimu..." kata Louis kemudian melepaskan gadu milik Maona dengan cara yang begitu kasar.


"Audi... bahkan Louis pun membelamu... tunggu saja... aku akan membalaskan semua ini padamu... aku akan membuatmu menderita..." kata Maona berucap di dalam hatinya.


"Kau harus tahu diri, siapa dirimu... Jika kau berani macam-macam, aku akan membuatmu menyesal dengan apa yang kau lakukan..."


****


Di dalam mobil yang lain, Julian dan Joona tengah berada di mobil yang sama, begitu tidak akurnya mereka berdua sampai memakai pembatas pada kursi milik mereka. Kedua menajer mereka di kursi depan begitu sibuk dengan obrolan mereka, sedangkan artis mereka kucing dan anjing yang selalu bertengkar.


Joona menyukai Julian sejak mereka masih meniti karir, hanya saja terjadi kesalahpahaman. Dan Julian malah membenci Joona. Walaupun berada di agensi yang sama mereka, bukan berarti mereka akur.

__ADS_1


****


Leon bersama dengan Hyun Joo di mobil yang sama. Mereka hanya berdua, tidaka ada tumpangan di kursi belakang. Terkadang mereka bercanda, terkadang mereka membicarakan bisnis, ataupun kasus-kasus.


Kedua orang ini, sepertinya begitu nyambung, karena mereka memiliki kesamaan yang sama.


Yang satu menjadi polisi karena kekasihnya, yang satu menjadi polisi karena adiknya.


****


Sedangkan mobil keluarga Kim, Aulia makin dekat dengan adik laki-laki Kim Dan yaitu Kim Tan


"Siapa namamu?" tanya Aulia pada adik Kim Dan.


"Kim Tan..." kata Kim Dan.


"Namaku Aulia... aku adik kak Audi..."


"Adik?"


"Aku adik angkatnya kak Audi... Aku juga baru mengetahuinya..." kata Aulia.


"Hhmmm..."


"Hei.. mengapa kau seperti itu..."


"Apa kau tidak sadar... karena kau, kak Audi di tinggalkan oleh orang tuamu..." kata Kim Dan dengan kata-kata pedas.


Seketika Aulia menangis, mendengar apa yang di katakan oleh Kim Tan. Sepertinya Kim Tan mengikuti jejak kakaknya yang begitu dingin.


"Kim Tan... mengapa kau membuat anak gadis menangis..." kata Nyonya Kim.


"Dia pantas kok. Jika dia tidak lahir, kakak ipar pasti..."


"Jangan berbicara seperti itu... jika gadis cantik ini tidak ada, dia tidak akan jadi kakak iparmu..." kata Nyonya Kim lagi.


Ayah Kim Dan begitu pendiam, tidak terlalu banyak bicara, mungkin sifat dingin Kim Tan dan Kim Dan adalah turunan dari ayah.


"Cih. Dia bahkan lebih tua dariku... tapi dia malah menangis hanya di katakan seperti itu..." kata Kim Tan sambil membuang mukanya ke samping.


"Aku sumpahin kau tidak akan da yang menyukaimu..." kata Aulia dengan nada kesal.

__ADS_1


__ADS_2