Something Lost

Something Lost
Aku ingin Melihat Senyumanmu


__ADS_3

Maona datang ke ruangan Audi dengan tatapan penuh marah. Masih sama seperti Maona yang di kenal oleh Audi.


“Audi, apa kau ingin membuatku malu?”


“Aku benar-benar tidak mendengarmu,”


“Tunggu sampai aku benar-benar memiliki Tuan muda Kim, aku akan memecatmu dari sini,”


“Jadi kau sedang menarik perhatian direktur? Ah! Tidak heran kau memilih perusahaan ini,” kata Audi mencoba memanas-manasi Maona. “Kau pikir pria dingin itu akan terpikar oleh pesonamu? Jangan mimpi,” kata Audi lagi sambil tersenyum tipis.


“Kau...” Maona mengeram karena kkata-kata Audi, dia memang tidak bisa berdebat dengan Audi selama in, namun pintar memainkan trik di belakang Audi.


“Ah, aku katakan informasi padamu. Jika tunangan Tuan Muda Kim adalah orang yang ku kenal, sebaiknya kau hati-hati takutnya kau akan malu jika tahu siapa tunangannya. Bahkan dirimu tidak sebanding dengan gadis itu,” kata Audi tersenyum senis seakan senyuman itu tengah menghina gadis di depannya.


Audi hanya duduk diam di kursi miliknya itu. Sedangkan Maona tengah marah-marah tidak jelas padanya.


Sampai ketika Kim Dan datang dan Maona membenturkan kepalanya di dinding.


“Cih, trik murahan,” kata Audi mengumpat dalam hati.


“Audi... Apa yang terjadi di sini?” tanya Kim Dan, tengah memainkan peran.


Audi hanya diam, sedangkan di tangannya ada sebuah guci bunga yang telah pecah. Sebenarnya Guci itu telah di pecahkan oleh Audi sendiri, karena Maona melukai dirinya sendiri.


“Tuan, aku di pukul oleh...”


“Siapa yang bisa menjelaskan apa yang terjadi di sini?” tanya Kim Dan dengan nada tegas kepada karywan yang tengah di bawah kendali Audi.


“Nona ini masuk ke dalam ruangan Direktur dan mengatakan jika direktur membuatnya malu di hadir pertama, kami tidak tahu apa yang terjadi,” kata Linlin mencoba menjelaskan.


"Kau hari pertama kerjamu sudah membuat masalah dengan Direkes (Direktur Kesehatan). Obati lukamu, kau bisa izin hari ini, dan masuk besok,” kata Kim Dan sambil menatap Maona yang terluka. “Kau Nona Audi, karena mencelakai karyawan, aku akan menskormu selama sepekan,” ucap Kim Dan dengan tegas.


Maona tersenyum di dalam hatinya, kini dia bisa mendekati Kim Dan tanpa harus di ganggu oleh Audi.


“David... pergi antarkan dia ke rumah sakit,” perintah Kim Dan, pria itu tidak akan berani menyentuh sembarang wanita, hanya Audi yang pernah di sentuh oleh tangan miliknya itu.


Bahkan Eldian yang berada di dalam tubuh Kim Dan pun tidak muncul, padahal ke pribadian Eldian adalah ke pribadian yang menolong orang.


Kim Dan menatap Audi, tangan gadis miliknya terluka.


“Bawakan kotak obat,” perintah Kim Dan kepada mereka yang bertugas di sana.


“Apa kau membantunya bersandiwara dengan melukai dirimu sendiri? bagaimana jika kau pindah keperusahaan lain, dan aku akan mengurus yang disini, termasuk gadis itu,” kata Kim Dan sambil mengolesi obat di telapak tangan Audi.


“Tidak perlu, aku suka di sini. Aku masih suka melihatnya berpura-pura,”


“Kau benar-benar ingin membalas dendam padanya?”


“Ya, dia membuatku hampir di perkosa saat itu. Jika tidak membuatnya jera, kapan dia akan membuatnya berhenti untuk menggangguku,”


“Apa yang terjadi sebenarnya?” tanya Kim Dan.


“Seperti yang Linlin katakan, dia datang mencariku dan marah-marah padaku, seteah mendengar suaramu dia membenturkan diri di meja, dan pas bungaku pecah, jadi aku memungutnya,” kata Audi menjelaskan.


Yayan dan Linlin yang berada di sana kini tahu apa yang terjadi.


“Hari ini, aku akan mengajakmu ke suatu tempat. Aku akan menunggumu di parkiran bawah tanah,” kata Kim Dan sambil mengelus rambut gadis itu.


Yayan dan Linlin merasa aneh, dengan tingkah laku kedua orang berpengaruh itu. Mengapa harus berpura-pura di depan gadis itu, seharusnya Nona mereka bisa menindasnya.


“Oh Iya, kalian bisa mewawancarai mereka yang ingin bergabung dalam Departement kita. Kalian akan aku berikan kedudukan tinggi setelah semuanya terbentuk. Lantai 15, saat ini tengah di kosongkan kita akan mengunakan seluruh lantai itu. Di atas mejaku ada daftar-daftar nama yang ikut wawancara hari ini. Aku akan keluar sebentar dengan Kim Dan, aku mengandalkan kemampuan kalian berdua,” kata Audi sambil mengambil tasnya. “Selama aku tidak ada di sini, kalian yang mengambil keputusan di sini, jika ada hal yang tidak kalian mengerti datang ke rumahku, dan aku ingin kalian melakukan sesuatu selama aku tidak ada di sini,” kata Audi sambil tersenyum.


“Em, boleh kami bertanya soal...”


“Kita akan bicara nanti setelah ita pindah ke lantai 15, barang-barang di sini tidak perlu di pindahkan,” kata Audi sambil menghilang dari balik pintu.


Evye tidak lagi mendampingi Audi, namun asistennya itu pergi karena mendapatkan tugas darinya.


“Apa aku harus mencarikanmu pengawal, setidaknya ada seseorang yang menjagamu,” kata Kim Dan yang menyadari jika Evye tidak lagi bersama dengan Audi.


“Tidak mudah untuk mencari seseorang yang tidak mengkhianati kita sendiri. Lagi pula kau sudah menyuruh orang untuk mengikutiku,”


“Bagaimana kau mengetahuinya?”


“Aku melihatnya dari David,”

__ADS_1


“Kau melihat masa lalu mereka?”


“iya, kau ingin membawaku kemana?”


“Tempat spesial,”


Sebuah taman bermain terlihat dari kejauhan. Audi yang melihat taman bermain itu, ada rasa sedih yang aneh di dalam hatinya. Kim Dan yang menyadari perubahan raut wajah, mengingat jika gadis itu di terlantarkan di taman bermain.


“Sebaiknya kita kembali saja, aku lupa...”


“Tidak, aku suka. Kau mengatakan jik aku harus menikmati apapun yang di depan mataku,” kata Audi sambil tersenyum.


Walaupun kenangan itu menyakitkan, namun kenangan itu sudah sangat lama dan perlu di ganti dengan kenangan baru. Taman kesengsaraan menjadi taman kebahagiaan.


“Hari ini aku ada kunjungan di sini, aku mengajakmu sekalian biar kau menikmati tempat ini, dan aku ingin mendekorasi tempat ini. Aku butuh saranmu,” kata Kim Dan.


Saat mobil berhenti, Audi begitu bersemangat untuk menikmati semua permainan yang ada di sana.


“Selamat datang Tuan Kim, sepertinya Tuan tidak datang sendirian,”


“Aku datang bersama dengan kekasihku, aku akan menemaninya di sini. Kita berbicara nanti saja,” kata Kim Dan.


Begitu banyak permainan yang di mainkan oleh mereka berdua. Bahkan membeli beberapa barang dari tempat itu.


Senyuman dan tawa dari seorang Audi, seketika memenuhi hati pria dingin itu. Dia tidak tahu sejak kapan gadis itu menyentuh relung hatinya, membuat jantungnya terus berdegup ketika melihat senyuman Audi, begitu khawatir tentang gadis itu, dan ingin melindunginya gadis itu.


“Kim Dan ayo naik ini...”


“Kim Dan... Ayo makan ini...


“Coba pakai ini...”


Kim Dan, Kim Dan, dan Kim Dan. Begitu lancar Audi memanggil pria itu ketika dia begitu bahagia menikmati semua yang ada di taman bermain. Namun, hatinya begitu bahagia melihat senyuman dari gadis itu.


Mereka seakan tengah berkencan di taman bermain. Ini adalah pertama kali bagi Kim Dan mengajak seorang wanita ke taman bermain. Audi adalah gadis pertama di dalam hidupnya yang menarik perhatiannya, setelah gadis kecil di masa lalunya.


Entah kapan dia begitu dingin pada seorang wanita, dia bahkan belum menemukan alasan tentang sifatnya itu. Seperti sebuah ada potongan Puzzle yang harus di lengkapi di dalam pikirannya.


Wajahnya yang dingin, kini berubah hangat menatap gadis itu yang tengah menikmati kesenangan.


“Aku tidak pernah merasakan kehangatan ini sebelumnya, awalnya duniaku begitu dingin sampai kehadirannya membuat kehangatan, hanya dengan senyumannya,”


“Aku tidak tahu, sampai kapan aku membuatmu tersenyum lebar seperti saat ini. Aku hanya ingin kau tersenyum, dan akupun bahagia,”


“Apakah saat ini, di hatimu ada diriku, walaupun hanya sedikit saja?”


"Kim Dan, aku ingin naik ini," kata Audi memberitahu pria itu.


Audi yang terlihat dewasa berubah menjadi seorang anak kecil yang sangat menyukai taman bermain. Ini adalah pertama kali Kim Dan melihat sisi gadis itu.


"Aku ada urusan dengan Pengurus taman bermain ini," ucap Kim Dan menolak untuk naik ke bianglala.


"Ya sudah. Aku akan naik sendiri," kata Audi sambil masuk ke dalam Bianglala.


Audi tengah naik Bianglala sendirian, karena Kim Dan tengah berdiskusi dengan pengurus tempat itu.


Matahari sudah akan tengelam, tinggal sekitar membentuk sudut 90 derat baru akan benar-benar tenggelam di ufuk barat.


Terlena dengan bermain sepuasnya adalah hal yang sempurna bagi Audi. Dia tidak pernah datang ke tempat bermain seperti yang dia lakukan sebelumnya, karena ingatan yang menyedihkan itu.


Tiba-tiba mesin rusak dan mati, sedangkan Audi masih berada di tempat paling atas. Bagian mesin memberitahu kepada pengurus jika ada kecelakaan yang tidak terduga.


Kim Dan bergegas datang ke sana, dan menelfon David untuk mengirimkan beberapa orang.


"Tidak, aku tidak ingin kehilanganmu, kau harus bertahan di sana. Aku akan berusaha untuk menyelamatkanmu," kata Kim Dan berlari menuju Bianglala itu.


"Aku sebaiknya ikut denganmu. Salahku, membiarkanmu naik sendiri," kata Kim Dan berucap di dalam hatinya.


"Dia tengah tertidur," kata seorang Pria di atas sana ketka melihat Audi yang tertidur di dalam keranjang Bianglala itu.


"Siapakan Matras, jika sewaktu-waktu mereka jatuh, ada matras yang menahan tubuh,"


Kim Dan begitu risau, bagaimana tidak gadis itu tertidur di atas sana, dan tdak menyadari jika dia dalam bahaya.


Seorang pria mengunakan tali menaiki bianglala itu. Sedangkan Audi tengah tertidur pulas karena kelelahan dan tidak menyadari tentang bahaya yang tengah menimpanya itu.

__ADS_1


Pria itu seperti terlatih, bahkan tempat bahaya seperti itu di naikinya. Audi masih belum sadar, ketika pria itu sampai di sana. Tali, di lilitkannya di tubuh miliknya, kemudian berusaha untuk menggendong Audi, dan turun mengunakan Tali ke bawah. Walaupun beban begitu berat, apalagi menuruni tali begitu berbahaya dengan satu tangan, dan Audi di pelukannya.


Kim Dan mengambil Audi pada pria itu, tiba-tiba mesin berjalan dan menyerempet pria itu hingga terjatuh.


“Kim Dan, apa yang.... terjadi...”


“Bawa dia ke rumah sakit,” kata Kim Dan menyuruh David untuk mengurus pria yang terluka itu.


Kim Dan melihat Audi masih belum sdarkan diri dari tidurnya. Seharian ini Audi begitu bersemangat, bermain di taman bermain. Sampai dia begitu kelelahan.


“Dia bahkan tidak sadar jika dia tadi berada dalam bahaya,” kata Kim Dan.


Kim Dan mengendong Audi masuk ke dalam mobil, di sana sudah ada David dan Evye.


“Dia terlalu bersemangat bermain di sana. Sampai tertdur di saat dalam bahaya,” kata Kim Dan sambil tersenyum melihat gadis yang tengah tertidur pulas.


“Pulang ke rumah Audi,”


“Em. Itu bos, Sekertaris barumu, lagi menunggu di lobi apartement,”


“Bukannya aku menyuruhnya libur?”


“Dia bersih kekeh untuk menemui Tuan,”


“Tsk, gadis menyebalkan,” gerutu Evye.


“Kita kembali ke rumahku,”


Audi terlelap di pelukan Kim Dan. Bahkan sampai dirinya meracau tidak jelas.


“Tsk, Kim Dan sialan. Aku bahkan tidak bisa melihat apa yang dia sembunyikan,” umpat Audi di dalam mimpinya. “Kenapa tidak bisa ku lihat rahasianya? Sangat menyebalkan,” racau Audi.


David tertawa mendengar umpatan Audi yang tengah tertidur.


“Gadis ini, sesuatu sekali masih menjelek-jelekkanku,”


“Hiks. Aku melihatnya bertemu dengan pria itu di dalam ingatan David, aku ingin tahu apa yang mereka bicarakan,” isak Audi di dalam pelukan Kim Dan.


David yang tdinya tertawa berubah merinding. Nyonya mudanya bisa melihat masa lalu, David takut karena privasinya akan terlihat.


“Kemampuan Nona Audi membuatku merinding, seperti aku tidak bisa menyembunyikan rahasia apapun,” kata David yang tengah menyetir itu merinding.


“Kemampuannya tidak seperti yang kau katakan, jika dia ingin lihat dia bisa lihat. Jika orang itu terus memikirkan rahasia yang di sembunyikan, akan mudah di lihat olehnya,” kata Kim Dan. “Oh Iya, bagaimana tentang Hanna?”


“Aku masih membantu Tuan Hyun Joo untuk menyelidiki keberadaan dr. Hanna, tapi belum menemukan keberadaannya,”


“Bukankah Nona bisa melihat masa lalu? Bagaimana jika kita...”


“Tidak... Dia sudah terluka karena berurusan dnegan gadis itu,”


“Tapi...”


“Tidak ada kata Tapi. Selidiki tentang pria yang menolongnya tadi,” kata Kim Dan dengan nada tegas. Kim Dan memang tidak menyukai dirinya di bantah.


“Baik,”


“Dan juga tentang gadis yang saat ini berada di sisi Hansen,” kata Kim Dan. “Audi mengatakan jika gadis itu tidak mudah di hadapi,” kata Kim Dan.


Mobil melaju dengan kencangnya di jalanan, menuju pusat kota metropolitan itu. Gedung pencakar langit terlihat begitu banyak, begitu banyak orang yang tengah berjalan kaki, tidak mengalahkan mobil yang berlaulalang.


Kim Dan masih saja menatap lembut gadis yang di dalam pelukannya itu, seakan tidak pernah bosan melihat wajah mungil yang ukurannya selebar telapak tangan miliknya, jika dia tengah memegang lembut pipi Audi. Apakah benar, gadis itu tidak bisa melihat masa lalunya, ataukah pria itu tengah berbohong. Tapi, kenapa gadis itu bisa melihat masa lalu Eldean, sedangkan tidak miliknya?


Mungkinkah, karena Eldean ada sifat yang terbuka selama ini? Ataukah ada hal yang masih belum dia mengerti tentang alasan Eldean hdir di dalam tubuhnya.


Dia berusaha berpikir sangat keras selama ini, pertemuan mereka yang pertama. Namun dia sama sekali tidak ingat tentang kapan bertemu dengan Audi.


Ingatannya hanya berbenturan saat dia di undang oleh Kang Yoo, dan mereka berdua bertemu di sana. Tapi audi jelas mengatakan jika mereka pernah bertemu sebelumnya, bahkan gadis itu mengatakan jika dia telah memberikan kehidupan kedua untuk gadis itu.


Dia telah menyelidiki masa kapan sebenarnya mereka bertemu, namun belum juga menemukannya, kecuali saat dia terbangun di dalam kamar bersama gads itu. tapi, bukan hal itu yang di maksud oleh Audi.


Pikirannya makin menduga-duga. Rasanya dia ingin menanyakan langsung pada Eldean tentang kapan mereka pernah bertemu.


Pertemuan mereka di perushaan milik Kang itu, sedikit membuat hatinya berdetak ketika melihat senyuman Audi. Detakan yang tidak beraturan itu yang membuatnya tertarik pada Audi.


.

__ADS_1


__ADS_2