Something Lost

Something Lost
Menyukainya?! Bersainglah!


__ADS_3

Beberapa orang terdengar tengah berbisik-bisik. Audi agak linglung, dia tidak pernah akan mengira jika gadis yang pernah menjadi pasiennya itu adalah gadis yang seharusnya menempati posisinya saat ini.


“Mengapa dokter datang ke sini?”


“Aku kerja di sini sebagai dokter perusahaan,” kata Audi.


Seseorang pria datang menyapa Audi. Pakaiannya rapi, seperti seorang direktur atau COE dari sebuah perusahaan. Parasnya juga tampan rupawan.


Bisa di taksir usia pria itu baru kepala tiga. Mungkin baru saja berusia 30thn.


“Nona Audi... Aku Louis Choi dari perusahaan TC,” pria itu memperkenalkan dirinya pada Audi.


Wajah pria itu memang tampak tidak asing bagi Audi, seperti pernah melihatnya.


“Kita pernah bertemu sebelumnya di rumah Direktur Kim Dan, aku sungguh menyukai makanan yang anda masak,” pria itu tengah memuju Audi.


“Dokter mengapa bisa memasak di rumah Kim Dan?” tanya Jessica.


“Nona ini sepertinya tidak tahu ya, jika Nona Audi telah bertunangan dengan Direktur Kim Dan,” kata Louis.


Tatapan mata pria itu agak aneh memandang Audi. Perusahaan TC adalah perusahaan saingan dari Perusahaan milik keluarga Kim sejak dulu. Agak heran, mengapa pria yang sekaligus menjabat sebagai presiden perusahaan itu datang ke perusahaan saingannya.


Jessica Kang, mengepal erat-erat tangan miliknya. Emosinya, mulai naik. Audi bisa merasakan aura amarah yang sangat kuat terpancar jelas dari tubuh gadis itu. Ya, semua orang di sana tahu jika Jessica datang bertemu dengan gadis yang mengambil kekasihnya itu.


“Senang bertemu denganmu lagi. Aku minta maaf tidak bisa menghadiri acara pertunangan anda dengan Tuan Kim Dan bulan lalu karena aku pergi ke luar negeri,” kata Pria yang memperkenalkan dirinya sebagai Louis.


Kim Dan masih melihat kedua orang itu tengah mengobrol, walaupun Audi tidak banyak berbicara. Tidak hanya Kim Dan yang merasa aneh dengan kedatangan seorang Louis ke perusahaannya, apalagi tengah menyulut api.


Sejak dulu, Louis di kenal dengan seorang pria yang licik, lebih licik dari COE Kang. Bahkan di usianya 23thn, dia sudah menjabat lebih dulu menjadi seorang COE.


Jessica menjadi semakin geram, gadis yang di panggilnya dokter ternyata adalah gadis yang merebut tunangannya. Apalagi, tatapan mata Presiden TC yang seakan ingin mengatakan jika dia juga tertarik oleh Audi membuat Jessica ingin memukul wajah Audi.


Sebuah tamparan mendarat di pipi gadis itu—Audi.


“Jadi kau ****** yang merebut Kim Dan dariku?”


Kim Dan diam-diam tengah memperhatikan dari kejauhan apa yang tengah terjadi.


Kim Dan hanya menatap dingin dari kejauhan. “Pertunjukan baru dimulai,” gumam Kim Dan.


Audi masih saja diam, tidak merespon apa yang di lakukan oleh Jessica padanya, orang-orang yang berada di sana pun mulai berbisik-bisik tentang apa yang tengah terjadi.


“Nona apa yang anda lakukan?”


“Gadis ini telah mengambil kekasihku,”


Bukan rahasia lagi, jika Kim Dan sejak awal telah di ketahui memiliki Tunangan seorang anak dari perusahaan patnernya. Louis juga tahu itu.


Louis Choi hanya terdiam tidak ingin ikut campur di dalam hubungan yang rumit tengah terjadi itu. Dia memang pernah bertemu dengan gadis itu, saat di rumah Kim Dan.


Di dalam hati Louis tengah tersenyum, tengah menyaksikan pertunjukan yang menarik.

__ADS_1


“Ternyata tidak hanya seorang gadis yang miskin, tapi kau juga mengoda kekasih orang lain. Apa kau menjual tubuhmu?”


Dia masih membiarkan dirinya pukul oleh gadis yang tengah marah itu, seakan tengah mengatakan pada semua orang jika dia benar-benar mencuri kekasih gadis itu.


“Apa kita harus membantu Nona Audi?” tanya David yang merasa risau melihat Audi tengah di bully.


“Tenang saja, dia adalah senjata untuk menyingkirkan gadis itu,” kata Kim Dan sambil tersenyum.


David agak khawatir dengan Audi yang mendapatkan perlakuan seperti itu.


Saat malam dimana Kim Dan mengetahui trauma Audi, pria berambut perak itu menceritakan pada Audi tentang gadis yang sangat ingin di hindari olehnya.


Evye, Yayan dan Linlin tidak di izinkan olehnya untuk ikut campur.


Audi memiliki suasana hati yang bagus saat datang ke Perusahaan kini, berubah menjadi dingin dan tatapan matanya terlihat begitu berbeda.


Apalagi, ini adalah kali pertama dirinya dia biarkan untuk dihina dan pukul untuk pertama kalinya.


Beberapa orang tengah merekam kejadian itu. Mereka seakan tengah menonton drama Istri yang melabrak seorang pelakor.


Tiba-tiba, tatapan mata Audi berubah sangat sinis kepada Jessica.


“Apa sudah puas melampiaskan kekesalanmu?” tanya Audi pada Jessica sambil melihat gadis itu dengan tatapan mata dingin.


Jessica telah mengenal Audi dengan cerita-cerita yang beredar tentang gadis itu.


“Aku anggap tamparan dan hinaan tadi sebagai kemarahan anda karena aku mengambil posisimu,” kata Audi kemudian melangkahkan kakinya untuk pergi menghindari gadis yang tengah marah itu.


“Aku minta maaf COE Louis atas masalah yang tengah terjadi, aku akan mentraktirmu makan di lain waktu sebagai permintaan maaf karena tidak menemani anda bertemu Presdir Kim,” kata Audi pada Louis, dia mengabaikan apa yang di katakan oleh Jessica.


Baginya memang dia datang kemari untuk menyulut api cemburu dan permusuhan di antara kedua perusahaan. Jadi dia cukup senang dengan pertunjukan yang dia dapatkan.


“Aku menunggunya, tapi aku lebih menyukai masakan Nona Audi,” kata Louis sambil tersenyum pergi dari perusahaan.


Audi kembali menatap Jessica, tatapan ingin menerkam. Sejak dulu, Audi tidak pernah melawan ataupun membalas apa yang orang lain lakukan padanya.


Tamparan, jambakan, serta hinaan dari Jessica rasanya sangat tidak mengenakan lagi apalagi di depan banyak orang dan dengan statusnya yang saat ini.


“Huh! Ternyata tidak hanya mengoda Kim Dan, tapi kau juga mengoda pria lain, bahkan musuh perusahaanpun kau menggodanya. Ternyata benar yang mereka katakan, jika kau menjual dirimu...”


Tiba-tiba sebuah tamparan, mendarat di pipi milik Jessica, wajah Audi masih saja bersikap dingin.


“Kau... berani menamparku,”


“Kau boleh mengatakanku merebut kekasihmu, tapi kau tidak berhak mengatakan jika aku menjual tubuhku,”


Audi melangkah selangkah ke arah Jessica dengan senyuman sinis.


“Apa kau punya bukti aku menjual diriku?” tanya Audi pada gadis itu.


“Bukti? Aku punya,” kata Jessica dengan terbata-bata.

__ADS_1


“Coba tunjukkan padaku buktinya," kata Audi sambil tersenyum sinis.


Semua orang belum pernah mengenal Audi sebelumnya di perusahaan itu. Tatapan dan sorot mata gadis itu begitu sama dengan milik Direktur mereka. Membuat mereka merasa merinding.


Sebagian dari mereka yang menyaksikan itu merasa jika gadis itu cocok dengan direktur mereka.


Kim Dan masih berharap mendapatkan sebuah kejutan yang di berikan oleh Audi untuk menyerang balik si gadis yang paling di hindarinya itu. Mobil milik Louis terlihat di luar, begitu pula dengan Kakak Jessica, Kim Dan merasa mereka yang berada di luar sangat ingin melihat sebuah kejutan.


“Sekarang aku tidak punya bukti, tapi... tapi... tapi kau sudah mengambil kekasihku," kata Jessica sambil melayangkan tangannya untuk memukul wajah Jessica.


Tangan Audi menghadang gadis itu untuk memukul wajahnya.


“Apa Kim Dan memiliki label jika dia milikmu? Apa kau di akui olehnya? Apa kau dengannya pernah melangsungkan acara pertunanganan?” kata Audi bertanya dengan nada tegas penuh dengan keanggunan. “Jika tidak, jangan pernah mengatakan jika Kim Dan milikmu, karena pria itu adalah milikku. Untuk saat ini...” kata Audi sambil tersenyum dan memperbaiki rambut milik gadis itu.


“Keluarga kami yang telah menjodohkan kami berdua...” Jessica tidak bisa berkata-kata, karena apa yang di katakan oleh Audi benar.


“Benarkah? Bukankah kau yang menginginkannya?” lagi-lagi pertanyaan Audi menusuk bagian dalam hati Jessica.


“Aku mungkin tidak punya harta kekayaan seperti dirimu, tapi apa yang aku dapatkan semuanya adalah hasil jerih payahku tanpa mengandalkan uang dari keluarga,” kata Audi sambil tersenyum sombong.


Audi memang tidak tahu caranya marah dengan mengamuk dan memukul orang lain. Namun, dia lebih tajam membalas lawannya dengan lidah miliknya.


Gadis itu tiba-tiba menangis. Perkataan Audi menusuk ke dasar hatinya, kakak Jessica tengah melihat adiknya itu dia pun tidak bisa menghentikan adiknya itu.


“Aku tidak masalah, jika kau menyukainya. Bersainglah sehat denganku selama pria itu belum menikah denganku,” kata Audi berbisik kemudian pergi meninggalkan Jessica.


Kim Dan tersenyum melihat apa yang di lakukan oleh gadis miliknya itu.


Suara tepuk tangan dari arah belakang membuat Kim Dan dan David terkejut.


“Wah... Kakak Ipar sungguh sangat hebat,” kata seorang pria tepat tengah berdiri di belakang Kim Dan dan David.


“Julian...” pekik David ketika melihat pria yang di kenalnya itu.


Julian Kim, adalah sepupu David dari sebelah ibunya, seorang Artis papan atas di negara itu.


“Kau...”


“Aku tidak terlambat menyaksikan pertunjukan cinta dunia nyata ini. Tidak sia-sia aku pulang setelah tahu jika Jessica telah kembali,”


“Kau ingin mati di pukul olehku,” Kim Dan menatap pria yang berstatus sepupunya itu dengan dingin.


Julian kabur dari pandangan Kim Dan, dia tahu kepribadian kakak sepupunya itu, membuatnya takut.


Audi duduk sambil sambil menerima kompres es di pipinya. Jessica memang menamparnya beberapa kali, membuat pipinya yang halus dan lembut itu merah semerah tomat. Rasa ngilu, dan perih terasa. Rambutnya yang di tarik oleh gadis itu pun masih terasa sakit.


“Kau baik-baik saja setelah di perlakukan seperti itu?” tanya Evye sambil terus mengompres pipi milik Audi.


Yayan dan Linlin melihat Audi dengan tatapan penasaran mengapa tidak membalas apa yang di lakukan oleh Jessica padanya.


“Walaupun dia sengaja, aku anggap sebagai rasa sakitnya karena aku bertunangan dengan Kim Dan, lagipula lebih baik jika dia memukulku daripada menjadi musuhku diam-diam,”

__ADS_1


Suara pintu terbuka, pria berambut panjang dengan paras cantik membuat ke empat gadis itu tidak bisa menahan keinginan untuk melihat lebih lama pria yang datang itu.


__ADS_2