Something Lost

Something Lost
Siapa Tunangan Kim Dan?


__ADS_3

Kim Dan tengah duduk di kursi miliknya, beberapa berkas tengah di periksanya, di temani oleh David dan juga Maona.


"David, tolong hubungi seorang desainer untuk merancang sebuah gaun untuknya," kata Kim Dan. "Minggu depan, aku akan pergi ke Paris dengannya, dan kau yang akan menemaniku," kata Kim Dan.


Maona agak kesal, karena dia tidak di ajak oleh Kim Dan untuk ikut perjalanan bisnis ke Prancis. Di remasnya erat-erat gaun bagian bawah yang di pakaiannya.


Seperti biasanya, Audi penuh dengan ke sibukkan tengah memeriksa karyawan. Beberapa orang telah di jadwalkannya untuk di lakukan terapi.


Keadaan sedikit tenang, namun tidak terlalu tenang karena Maona sering mencari masalah dengan gadis itu untuk menarik perhatian Kim Dan.


Entah apa yang di pikirkan oleh Maona, sampai ingin Kim Dan, padahal dia memiliki seseorang yang sangat berpengaruh di belakangnya.


Audi menjadi seseorang yang apa adanya, dia bahkan berbaur dengan para karyawan serta pasiennya, sebagai seorang dokter bukan sebagai kekasih Kim Dan.


Maona beberapa kali bertemu dengan Audi sebagai seorang tunangan Kim Dan, namun Maona tidak menyadari hal itu sama sekali.


Sebuah sketsa tengah di kerjakan oleh Audi, untuk mengisi waktu luang dia sesekali menggambar, atau melukis, kali ini dia membuat sebuah desain pakaian, biasanya dia yang mendesain sendiri pakaian yang di pakaiannya kemudian dia yang membuatnya sendiri. Karena beberapa gaun tidak di sukainya.


"Nona... Gaun ini sangat cantik," kata Evye saat melihat desain yang di buat oleh Audi.


"Aku membuatnya di waktu senggang, aku tidak cocok dengan desain kebanyak desainer," kata Audi. "Setelah ini, temani aku pergi membeli bahannya," kata Audi. "Sudah waktunya istirahat, sebaiknya kita pergi makan siang," kata Audi keluar dari ruangannya.


"Kalian ayo makan siang, aku akan mentraktir kalian semua hari ini," kata Audi menyuruh karyawannya untuk ikut dengannya.


.


.


"Audi..." panggil seseorang.


Pria tinggi, rambut berwarna abu-abu, memiliki bola mata hitam yang begitu indah, hindung mancung, karismanya tidak kalah dengan Kim Dan. Setelah jas yang begitu senada dengan wajahnya membuat beberapa karyawan wanita milik Audi terpesona dengan ketampatanan seorang Leon.


"Oh kak Leon..."


"Boleh gabung di sini?" tanya pria itu.


"Direktur...." semua mata tertuju pada Audi, seakan mereka ingin pria itu di perkenalkan pada mereka.


"Aa.. Dia Presdir Baru di South Place Park. Namanya Leondra Park," kata Audi memperkenalkan pria yang baru saja datang itu.


"Uwaaa..." kata karyawan wanita.


"Presdir Loen, apa anda memiliki kekasih?"

__ADS_1


"Huss... Jangan bertanya seperti itu," kata Audi.


"Sepertinya aku mengganggu makan siang tim mu,"


"Tidak kok. Kami hari ini agak awal pulang, karena itu aku selalu mentraktir mereka makan," kata Audi.


Beberapa orang tengah melangkah ke arah Audi. Membuat karyawan Audi pamit satu per satu.


"Direktur... Kami sebaiknya pamit dulu..."


Tatapan Kim Dan dingin melihat ke arah Leon yang tengah duduk di samping Audi. Pemandangan agak canggung terlihat. Ketika Audi melihat beberapa orang tengah berdiri di hadapannya. Presdir Louis, Hyun Joo, dan juga Kim Dan tengah berdiri di sana, Maona dan David pun terlihat di sana. Tidak lama kemudian Kang Yoo pun datang.


Atmosfer restoran itu menjadi canggung, para pengunjung melihat ke arah mereka, Kini menjadi grup para orang tampan, dan kaya raya.


"Hari apa ini, mengapa terasa agak membuatku merinding. Belum lagi, gadis ini ikut menempel dengan Kim Dan," gerutu Audi di dalam hatinya.


Kim Dan duduk di depan Audi, sedangkan di samping kiri dan kanan Audi terdapat Hyun Joo dan Leon.


Pelayan pun agak ragu-ragu untuk mendekat ke arah mereka.


"Tolong hidangkan semua makanan yang ada di restoran ini," kata Hyun Joo.


Di antara laki-laki yang mengelilingi Audi, Hyun Joo lah yang ceria, begitu pintar mencairkan suasana.


"Pft!" Audi tertawa. "Kencan? Sepertinya Mata sekertaris Maona sudah rabun, tidak melihat karyawan yang tadi izin untuk segera kembali," kata Audi. "Hari ini aku sedang mentraktir mereka makan," kata Audi lagi.


"Bahkan Tuan Muda Hyun Joo ada disini, dan juga Presdir Kang, sepertinya..."


"Sekertaris Maona... Sebaiknya anda diam, jika tidak tahu apa-apa. Bahkan mereka yang punya kepentingan belum mengatakan apa yang mereka ingin katakan," kata Audi memotong pembicaraan.


Maona terdiam, sambil menatap penuh kekesalan pada Audi.


"Sebenarnya, malam ini keluargaku mengundangmu untuk makan malam. Mereka ingin berterima kasih padamu," kata Leon menyampaikan maksud kedatangannya.


"Benarkah?" tanya Audi dengan penuh gembira. "Apa Tante sudah keluar dari rumah sakit?" tanya Audi lagi.


"Kemarin sudah keluar," kata Leon.


"Apakah tidak keberatan jika aku datang?" tanya Kim Dan pada Leon.


Kata-kata yang di keluarkan oleh Kim Dan, sedang memperingati Leon. Semua oang di sana tahu itu, kecuali Maona yang tidak mengetahui maksud apa yang Kim Dan katakan.


"Mengapa Kim Dan menatap Audi dengan tatapan agak beda?" tanya Maona dalam hatinya. "Apa pria ini suka dengan Audi? Tapi, Kim Dan sudah punya tunangan. Apa Audi menggoda Kim Dan?" Maona tengah berpikir tentang perhatian yang di berikan oleh Kim Dan pada Audi.

__ADS_1


"Jika Direktur Kim ingin datang, aku tidak keberatan sama sekali," kata Leon sambil menatap Kim Dan.


"Terima kasih," jawab Kim Dan dengan santainya.


Beberapa saat, suasana agak canggung. Entah apa yang ingin di bicarakan oleh mereka.


"Apa boleh aku bertanya sesuatu Presdir Choi? Siapa gadis yang membuat anda...," kata Maona


"Gadis itu.. Aa..."


"Dia tunanganku..." kata Kim Dan memotong perkataan Hyun Joo.


Hyun Joo belum mengetahui, jika Identitas Audi harus di rahasiakan pada gadis yang menjadi sekertaris Kim Dan.


"Eee... mengapa identitasnya di sembunyikan..." kata Maona agak heran.


"Oh itu... Mungkin dia tidak ingin pamer," kata Kang Yoo.


Makan siang agak canggung sampai selesai, mereka tidak banyak yang mereka bahas. Audi yang berada di tengah-tengah para pria tampan itu, agak bosan.


"Nona Audi, anda punya hutang janji padaku. Bisakah aku menagihnya kapan-kapan?" tanya Louis.


"Tidak masalah, silahkan mengingatkanku," kata Audi sambil tersenyum.


Kim Dan masih terdiam, tidak banyak berbicara. Di dalam hatinya, tengah kesal karena wanita miliknya tengah di kelilingi oleh begitu banyak pria.


"Aku tidak menyangka, Direktur Audi mengenal banyak orang yang berpengaruh," kata Maona. "Sudah berpa pria yang tidur denganmu?" tanya Maona sambil berbisik.


Sebuah tamparan melayang di pipi milik Maona membuat beberapa pria itu terkejut.


"Kau boleh mengatakan jika aku mengenal banyak orang, tapi jangan mengatakan jika aku tidur dengan banyak pria," kata Audi sambil menatap Maona. "Jangan pikir aku tidak berani menamparmu sekali lagi," kata Audi penuh amarah.


"Kau... berani memukulku..."


"Sepertinya sekertaris Maona tidak mengingat masa lalu. Jika salah di pertanggungjawabkan," kata Audi. "Aku mengenal mereka karena pekerjaanku sebagai dokter," kata Audi ingin sekali lagi menampar pipi Maona.


"Nona... sepertinya Nona tidak perlu..."


Audi penuh dengan kekesalan, pergi meninggalkan mereka, dia meminta Hyun Joo untuk mengantarkannya kembali. Sepanjang perjalanan gadis itu mengeluarkan kekesalahannya.


"Gadis itu benar-benar membuatku kesal, sepertinya aku harus menyuruh Kim Dan untuk memecatnya saja," kata Audi dengan nada marah.


"Bukankah gadis itu yang selalu membuat masalah denganmu di kampus..."

__ADS_1


"Iya... dia gadis yang mengatakan jika aku menjual tubuhku..." kata Audi sambil mengepal erat tangannya.


__ADS_2