Something Lost

Something Lost
Kebaikan yang sepeleh!


__ADS_3

Audi masih ingat jelas, jika dia pun di lamar oleh Hansen di hari yang sama seperti Kim Dan mengajaknya menikah.


“Hari ini... Apa kau ingat hari apa?” tanya Audi pada Kim Dan.


“Hari aku pulang dari Indonesia,” jawab Kim Dan dengan penuh semangat karena dia baru saja pulang dari Indonesia.


“Hari seharusnya hari pernikahan yang gagal itu,” kata Audi penuh dengan kesedihan.


Kim Dan tersentuh hatinya, seketika dia ingat seorang gadis yang di usir di hari pernikahan yang di hadirinya tiga tahun lalu—pernikahan Hansen.


“Ternyata gadis itu adalah dirimu...” kata Kim Dan membatin.


Dia melangkah sambil duduk di samping Audi dan membuat gadis itu bersandar di bahunya.


Ingatan Kim Dan menjelajah ke waktu di hari pernikahan itu. Dia menjadi ingat kembali, bagaimana gadis yang kini di sampingnya di hina habis-habisan. Apalagi, di sana terdapat reporter yang meliput acara itu.


Seberapa kekehnya Audi mengatakan jika yang terjadi adalah salah paham dan jebakan yang di tunjukan untuknya, namun tidak ada yang percaya padanya. Mungkin, saat itu ada yang percaya, hanya saja Audi di masukkan ke dalam penjara karena kasus korupsi.


Hati Audi tampak nyaman, seakan rasa trauma ketika mengingat hal menyedihkan itu, sedikit mulai hilang. Dulu, dia tidak pernah ingin menyinggung masa lalunya, atau menceritakan kepada orang lain. Karena dia ingin terlihat kuat, dan tidak memiliki kelemahan.


Manusia tetaplah manusia, wanita tetaplah wanita, ingin di lindungi dan butuh sandaran. Sejak awal itu adalah kondrat dan takdir seorang wanita. Walaupun sejak dia di berikan kesempatan hidup, dia tidak ingin memiliki sandaran, namun memiliki sedikit egois apakah tidak bisa.


Sifatnya yang ingin bijaksana, akhirnya di salahgunakan oleh orang terdekatnya. Adalah kesalahan terbesarnya di masa lalu.


“Aku akan menceritakannya padamu, perlahan-lahan walaupun kau sudah mengetahuinya,” kata Audi.


“Lebih baik, jangan dulu mengatakan padanya tentang pacar Julian,” kata Kim Dan membatin.


“Audi... Aku benar-benar ingin menikah denganmu,” kata Kim Dan dengan pelan.


Audi tidak menjawab, lebih tepatnya gadis itu tertidur dengan bersandar di bahu milik Kim Dan.


Kim Dan memikirkan apa yang Audi katakan tadi padanya.


Dia tidak pernah menyangka jika dia mendapatkan berlian yang di buang oleh sekelompok orang bodoh. Berlian itu adalah Audi.


Dokter Alex datang melihat kondisi Audi, kemudian menatap Kim Dan dengan tatapan sinis.


“Cih, murid paling ku banggakan selalu mendapatkan masalah saat masuk ke dalam lingkungan keluargamu,” singgung dr. Alex.

__ADS_1


“Eldian, mengingat hal yang tidak ku ingat. Audi mengatakan jika aku pernah bertemu dengannya, namun dalam ingatan Eldian,” kata Kim Dan sambil merapikan selimut milik Audi.


“Kapan terakhir kali Eldian ada,”


“Aku tidak ingat, beberapa kali saat aku di Indonesia,” kata Kim Dan.


Saat di telfon Kim Dan mengatakan pada Audi jika Eldian tida pernah muncul, tapi nyatanya selama di Indonesia Eldian lebih sering muncul.


“Cara yang di pakai oleh Audi adalah cara penyembuhan lambat, karena membiarkan kepribadian Eldean ingin menyerah, dan setiap terbentuk kepribadian pasti punya penyebabnya. Jika pakai cara cepat, bisa berbahaya, walaupun cepat tapi akan membuat kepribadian terpecah,”


“Dokter, aku merasa jika diriku terhubungan dengannya, ada yang tidak ku ketahui tapi Eldean mengetahuinya, seperti dia bertemu dengan Audi,” kata Kim Dan sambil melihat ke arah Audi yang tertidur.


“Mengapa kau merasa seperti itu?”


“Aku sudah bertemu dengannya tiga tahun lalu, aku baru mengetahuinya. Eldean muncul tiga tahun lalu dan menjadi benalu, mungkinkah Eldean ada karena gadis ini yang membangkitkannya dari dalam tubuhku?”


Dr. Alex berpikir sejenak. Apa yang di katakan oleh Kim Dan masuk akal juga, tapi sebenarnya ke pribadian tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan telah terbentuk lebih awal, hanya menunggu bangkit.


“Apa anda tahu, tentang kisah masa lalunya?” tanya Kim Dan, yang dia maksud adalah Audi.


dr. Alex membenarkan duduknya. “Aku tahu, karena dia pasien pribadiku,”


“Dia di perkenalkan padaku oleh seseorang, saat itu di lengannya begitu banyak bekas luka sayatan kiri dan kanannya. Pertama datang dia sangat frustasi, sangat menyedihkan, dan mengenaskan jika di lihat. Tiap hari selalu di hantui dengan masa lalunya, aku menghipnotisnya tapi siapa yang sangka itu tidak mempan sama sekali padanya. Karena itu, aku mengatakan untuk membuat dirinya sibuk, sesibuk-sibuknya,”


“Dia tidak punya teman di kampus, karena dia tidak membiarkan orang lain masuk ke dalam lingkaran hidupnya lagi. Tapi, jika telah mengenalnya, rasa hangat dan kecerian terlihat di wajahnya,”


“Siapa yang mengenalkanmu padanya?”


“Seseorang, yang ingin di rahasiakan identitasnya. Dia seorang petinggi, gadis ini juga mengetahuinya,”


“Aku memiliki pasien yang harus ku periksa. Kalian datanglah ke rumah sakit nanti,” kata dr. Alex sambil membenarkan jas miliknya, dan beranjak keluar. “Aku lupa memberitahumu, hari ini ulang tahunnya,” kata dr. Alex, hingga membuat Kim Dan membulatkan matanya.


Kim Dan memeriksa lengan tangan milik Audi. Bekas lukanya memang masih ada di lengannya, namun tidak terlalu terlihat.


“Andai aku bertemu denganmu saat kejadian itu, mungkin kau tidak akan melukai dirimu,”


Sebuah salon kecantikan, khusus VIP. Begitu banyak barang yang terlihat untuk perawatan kecantikan. Beberapa pelayan yang tengah melayani pelanggan, dan beberapa pelanggan yang menikmati pelayanan.


Seorang pelayan tengah mencuci rambut milik seorang gadis, gadis itu adalah Jessica, sedangkan di sampingnya adalah seorang artis papan atas yang sangat terkenal di puncak karirnya dan tiba-tiba hiatus.

__ADS_1


Bok Joon tengah duduk di salon sambil di temani oleh Jessica, bagaimana tidak Jessica sangat menyukai seorang artis dengan nama panggung Bobo, dan artis itu adalah Bok Joon. Nama aslinya adalah Amandia Joona.


Bok Joon tengah melakukan perawatan, karena dia berencana untuk Come Back setelah tiga tahun hiatus.


Walaupun Bok Joon sangat tidak menyukai Jessica, tapi dia juga tidak ingin juga gadis itu menindas Audi lagi.


Lima tahun yang lalu, Audi pernah menolong Bok Joon. Saat itu, Bok Joon hanyalah gadis remaja yang terlantai, dengan beberapa lembar uang dan juga lowongan pekerjaan yang di berikan oleh Audi padanya, membuatnya menjadi seorang artis dan menjadi salah satu artis Indonesia yang bisa bekerja di naungan Agensi terkenal di korea.


Tiga tahun lalu dia berada di sisi Audi, dan hiatus dari dunia hiburan. Seorang artis yang berpura-pura menjadi kasir restoran, dan tinggal bersama dengan Audi sebagai bentuk rasa terima kasih untuk gadis itu.


Mungkin, kebaikan yang kita anggap sepeleh, lebih berguna untuk orang itu. Bahkan, kita hanya beranggapan jika itu adalah hal kecil, namun hal kecil juga sangat bermanfaat.


Sama halnya dengan Bok Joon, yang membalas kebaikan Audi. Dulu, Audi berpikir jika kebaikan kecil tidak akan berpengaruh apapun, tapi nyatanya kebaikan kecil yang dulu dia sepelehkan malah datang dan berada di sisinya.


“Kenapa kau begitu melindungi gadis itu?” tanya Jessica pada Bok Joon.


“Dia penyelamatku,”


“Bagaimana bisa... gadis...”


“Dulu, aku hanya seorang pengemis di jalanan, kadang berhari-hari tidak makan, pakaian kotor, dan tidur di jalanan. Saat itu, aku bertemu dengan seorang gadis remaja sepertiku, bahkan usianya di bawahku, dia muda dan cerdas, tapi sudah duduk di mobil mewah. Dia turun dan mengajakku makan bersamanya, dan menceritakan tentang dirinya padaku. Dia memberikanku uang dan lowongan kerja sebagai model, aku berusaha sekuat tenaga mengejar karir karena aku sangat menyukai dirinya yang hidup dan bekerja keras, setelah aku menjadi model, aku mendapatkan beberapa tawaran, salah satunya menjadi model di negara ini dan akupun pindah ke negara ini. Menjadikan dirinya sebagai target untuk sukses. Apa salahnya membalas kebaikkannya? Jika bukan karena dia, aku tidak bisa berdiri dengan begitu banyak pendukung di belakangku,”


“Kau kayaknya mengenalnya lebih banyak,”


“Dia sama sepertiku, hanya saja dia lebih pandai menghidupi dirinya sendiri, tidak sama sepertiku,”


“Dia di terlantarkan oleh orang tuanya, saat dia masih SMP. Menghidupi dirinya sendiri saat usianya masih belia, dia lebih memilih bekerja keras daripada mengemis di jalanan,” kata Bok Joon. “Jadi, jika Kim Dan menyukainya aku rasa mata pria itu tidak salah melihat seorang gadis,” kata Bok Joon sambil tersenyum.


“Hm. Ya, aku mengaku kalah darinya,”


Jessica kini merasa hatinya terbuka, walaupun beberapa waktu lalu dia sangat membenci Audi karena mengambil Kim Dan darinya, mungkin gadis itu telah sadar tentang pesona seorang Audi. Bahkan, kakaknya pun tertarik dengan gadis itu.


“Jadi... kau hiatus karena gadis itu?”


“Iya, aku bertemu dengannya tanpa sengaja, dan aku langsung memutuskan untuk hiatus,”


Kebaikan kecil, yang di balas berlipat-lipat kali hal adalah hal biasa, untuk mengucapkan rasa terima kasih dengan tulus.


Menghargai kebaikan dan membalas kebaikan orang lain dengan harganya yang sangat tepat.

__ADS_1


__ADS_2