Something Lost

Something Lost
Kehidupan Sang Artis


__ADS_3

Beberapa hari di rumah sakit memang tidak mengenakan, apalagi bau obat, dan juga cairan infus yang selalu masuk ke dalam tubuh.


Kim Dan memilih untuk tidur di sana, menemani Audi. Keluarga dan teman-teman Audi selalu bergantian datang menjeguknya, namun Hyun Joo jarang datang, karena masih mencari keberadaan Hanna yang belum juga tertangkap.


Desakan dari Kim Dan untuknya membuatnya harus bekerja keras.


Audi memaksakan dirinya untuk keluar cepat dari rumah sakit, dan memilih untuk tinggal dengan Bok Joon di rumahnya.


“Aku akan mencarikanmu pengawal,” kata Kim Dan.


“Aku akan meminta bantuan dari kepolisian untuk berpatroli di sana,”


Hyun Joo dan Kim Dan tengah berdebat, apalagi Kim Dan tipe orang yang tidak ingin di bantah. Apalagi ketika kedua orang itu bertemu, mereka seperti sepasang kucing jantan yang tidak pernah akur.


Presdir Kang memperhatikan dari arah pintu. Tatapannya begitu dalam kepada Audi, dia berpikir apakah ada dirinya walaupun hanya sedikit saja di hati gadis itu.


Sudah lama dirinya menyukai gadis itu, tapi akhirnya gadis itu lebih dulu bersama dengan Kim Dan—sahabatnya.


Atau, dirinya yang tidak gentelmen mengungkapkan perasaannya pada gadis itu, sehingga dia kalah selangkah dari Kim Dan.


Bok Joon menelfon Audi mengatakan jika dia akan segera kembali ke dunia hiburan.


“Sekarang, kau punya mereka. Tidak sendiri lagi, aku juga akan selalu mendukung semua keputusanmu,” kata Bok Joon. “Kau harus jadi lebih kuat dan membalaskan dendammu. Menjadi egois dan menikmati kehidupan ini, salah satu kodrat manusia, nikmati dan ikuti kata hatimu, maka kau akan menemukan apa yang hilang di dalam hatimu,” Bok Joon—Joona memberikan sedikit kata motivasi untuk sang penyelamatnya.


Amandia Joona, adalah nama yang diberikan oleh Audi pada gadis itu. Bagi gadis itu, menjadikan Audi sebagai dewi adalah hal yang lumrah. Tanpa Audi, mungkin dia tidak akan mendapatkan apa yang ingin dia lakukan.


Kehidupan Bok Joon—Joona, adalah hal yang sangat menyedihkan ketika Audi melihat masa lalu gadis itu. Gadis korban penculikan, bahkan terus berlari dari kejarran orang-orang jahat, bahkan dia tidak memiliki nama, hingga Audi yang memberikan dia nama lima tahun lalu.


Ketika mereka bertemu dan ingin hiatus, Audi memberikan nama padanya sebagai Bok Joon. Sang artis yang melepaskan kepupolerannya demi penyelamatnya, memang apa salahnya.


“Apapun akan aku berikan, jika aku bisa untuk membalas kebaikkanmu,” kata Joona membatin.


Akhirnya, Audi memutuskan untuk kembali ke rumahnya untuk sementara.


“Kau yakin ingin tinggal di sini selama pemulihan? Apa tidak...”


“Tidak apa, lagi pula rumahmu dengan tempat ini tidak terlalu jauh. Ada Aulia dan Evye yang menemaniku di sini,”


“Dimana gadis yang biasa memarahiku?”


“Kembali, dia sebentar lagi akan menguncang dunia maya dengan beritanya,”


“Maksudnya?” tanya Evye, dan Aulia secara bersamaan.


“Dia itu artis papan atas yang sedang hiatus,”


“Artis?” tanya Aulia.


“Dia?” tanya Evye.


“Gadis itu?” tanya Hyun Joo.


“Iya, nama panggungnya Bobo, nama aslinya Amandia Joona, selama hiatus namanya Bok Joon, untuk menutupi identitasnya,”

__ADS_1


“Aku tidak menyangka jika identitasnya sangat luar biasa,” kata Evye.


“Jika aku tahu, aku ingin minta tanda tangannya,” kata Aulia.


“Kau penuh kejutan,” kata Kim Dan membatin.


“Kau...” tunjuk Audi pada Aulia. “Masih belum mau pulang?” tanya Audi lagi.


“Aku tidak ingin pulang, aku ingin mandiri, tidak ingin di atur-atur seperti anak umur lima tahun,” kata Aulia bersih kekeh untuk tetap tinggal di sana.


Sebuah mobil berhenti dan masuk ke dalam tempat itu. Pakaiannya sungguh glamour dan mahal. Kacamata bertengger di hidungnya. Mungkin harganya jutaan dollar.


“Audi... kau membuat artisku menjadi rakyat biasa dan menjadi kasir di sini, kau sungguh menyebalkan,” pekik seorang wanita ketika masuk ke dalam restoran.


Joona membawa beberapa bingkisan untuk Audi.


“Aku datang ke rumah sakit, tapi mereka bilang kau sudah keluar, jadi aku datang kemari,” kata Joona sambil memeluk Audi.


“Maneger Lee, kau sangat bertambah cantik,” kata Audi tengah memuji gadis itu.


Leeana, adalah manager Joona, baru saja kembali dari luar negeri karena menyelesaikan studinya di Amerika.


“Dan kau tambah menyebalkan...” kata wanita yang di panggil maneger oleh Audi, tangan wanita itu menyentuh pipi Audi dan ingin mencubit.


“Tidak ada yang boleh menyentuh pipinya, selain aku...” hadang Kim Dan.


“Siapa kau...” mata Nona Leeana tertuju pada Kim Dan.


“Ehemmm... Pria ini adalah COE masa depan perusahaan K2,” kata David yang baru saja datang.


“Kim Hyun Dan? Pria yang ahli dalam bisnis dan tengah populer di Amerika?”


“Ya, seperti yang kau dengar,”


“Audi kecil, kau mengenal pria ini. Pria dingin yang sangat menyebalkan, dingin dan sombong ini?” tanya Leeana sambil menunjuk ke arah Kim Dan.


Leeana memang orang yang ceplas-ceplos dalam berbicara.


Semua orang tertawa karena baru kali ini ada orang yang mengatakan langsung tentang sifat Kim Dan.


“Tapi Audi kecil, kenapa hanya dia yang boleh memegang pipimu?” tanya Leeana.


“karena dia tunanganku,” jawab Kim Dan dengan spontan.


Audi kini di kelilingi begitu banyak orang-orang di dekatnya.


“Benar, aku tidak sendirian lagi. Aku punya mereka,” kata Audi membatin.


“Apakah tidak apa-apa kali ini memberikan mereka semua berada di sisiku? Apakah benar-benar tidak akan terjadi kejadian di masa lalu? Aku hanya takut kehilangan lagi, dan di khianati lagi,”


“Audi kecil, ini aku membawakanmu oleh-oleh dari Indonesia," kata Leeana.


Tubuh Audi bergetar hebat, bahkan hampir saja dia terjatuh, untung saja Kim Dan menahan tubuh Audi.

__ADS_1


“Tenang Audi, kau harus bisa melawan ketakutanmu sendiri,” kata Audi membatin.


Tangannya memegang erat lengan milik Kim Dan untuk membuatnya tetap berdiri.


“Audi kau tidak apa-apa?”


Leeana baru ingat, jika gadis itu tidak bisa mendengar nama negera itu.


“Audi, kau ternyata gadis murahan. Beraninya melalukannya dengan pria lain,”


“Kau tidak lebih hina dari *******...”


“Aku tidak akan menyesal menikah dengannya..."


"Seret dia dari sini. perempuan ini begitu hina, ingin menggagalkan pernikahan anakku...”


Ingatan milik Audi kini menghantuinya.


Dia berusaha untuk menenangkan perasaannya, namun membuat kepalanya sakit dan dadanya terasa sakit.


“Audi sadarlah...”


Audi tengah berperang di dalam pikirannya. Kian banyak ingatan yang di ingatnya semakin tersiksa dirinya.


“Kau bisa, Audi. Kau bisa menang dari melawan dirimu sendiri. Jangan kalah, mereka hanya ketakutan dunia yang membuatmu tidak bisa melangkah maju dengan bebas,”


“Yakinkan pada hatimu kali ini, jika ketakutan adalah warna di dunia ini. Pengkhiatan dan trauma adalah kerikil tajam yang kau injak untuk bertemu takdir sebenarnya,”


“Kali ini yakinkan lagi, dan lagi lebih ke dasar hatimu paling dalam. Jika kau tidak akan di kalahkan oleh ketakutan yang menghantuimu,”


“Audi... Kau tidak bisa apa-apa, mereka pasti akan menghianatimu lagi. Ketakutan ini melindungimu, jangan percaya pada siapapun,”


Sisi kira dan kanan mulai saling berdebat, di tambah dengan ingatan-ingat yang membuatnya frustasi.


“Obat penenangnya mana, cepat ambilkan obatnya,” teriak Kim Dan sambil mencoba untuk menenangkan Audi yang di kuasai rasa ketakutan dan tramanya. “Telfon dokter Alex,”


Leeana merasa ketakutan, dia baru pertama kali melihat gadis itu semenderita itu mendengar nama negara itu. Dia sangat merasa bersalah.


Ketika rasa takut bercampur trauma berada di pucak, nafas tertahan membuat sesak nafas. Seketika Audi pingsan karena tidak bisa menahan gejolak yang tengah berperang di dalam pikirannya.


“Audi... Audi... Kau tidak apa-apa?” tanya Kim Dan, ketika Audi tidak sadarkan diri. “Panggil dokter ke sini, aku akan membawanya ke atas,” kata Kim Dan sambil memapah Audi ke atas.


Semua orang saling berpandang-pandangan satu sama lain.


“Apa dia...”


“Belakangan ini kambuh lagi. Dia harus bisa melawan ketakutan dan traumanya,”


“Aku kira, dia telah sembuh...”


“Huh! Kita live streaming di sini saja, untuk menyapa mereka. Aku akan menunggunya sadar baru kembali ke rumah,”


Audi tengah berperang, melawan dirinya sendiri. Memang, begitu susah melawan diri sendiri.

__ADS_1


__ADS_2