Something Lost

Something Lost
Gadis Misterius


__ADS_3

Kim Dan menetap lembut Audi.


"Gadis ini, kapan dia akan menyadarinya? Jika pria itu adalah diriku," ucap Kim Dan membatin.


"YE Entertainment berada di bawah perusahaan K2, kau ingin menjadi Direkturnya? Aku akan memberikannya padamu," kata Kim Dan serius dengan apa yang di ucapkannya.


Bagi Kim Dan, perusahaan kecil seperti itu sangatlah kecil untuk di berikan pada Audi. Walaupun YE Entertainment adalah Agensi Artis terbesar dan terpopuler karena menghasilkan Artis-artis papan atas termasuk Julian, dan juga Bobo.


"Kau terlalu banyak membantuku. Sebenarnya aku menyukai diriku yang menjadi seorang dokter. Hari ini, adalah sesi terapi hipnotismu," kata Audi.


"Sebenarnya kakek yang menyuruhku,"


"Memberiku perusahaan adalah sebuah tanggung jawab besar yang harus ku emban, aku hanya takut tidak bisa bertanggungjawab. Bergabung di dalam keluargamu seperti membuatku beralih profesi," kata Audi.


"Bukankah kau seorang pebisnis juga, beralih ke profesi awal itu lebih bagus," kata Kim Dan..


"Kim Dan, aku sungguh tidak ingin pergi ke dunia itu lagi," kata Audi dengan nada tegas.


"Kau benar-benar tidak ingin orang lain tahu tentangmu?" tanya Kim Dan.


"Jika aku masuk kembali ke dunia itu. Aku takut akan sangat berpengaruh padamu, jadi aku hanya ingin bekerja di belakang. Menunggu semua orang penasaran, kemudian menebar kembang api untuk mengejutkan mereka. Strategi ku seperti itu," kata Audi sambil tersenyum tipis.


"Aku tidak melarangmu untuk itu,"


"Aku hanya akan fokus pada kesehatanmu," kata Audi. "Suatu saat mereka yang ingin menjatuhkanmu, akan tahu tentang kelemahanmu, karena itu aku ingin secepatnya menyembuhkanmu,"


Julian masih mengadakan Jumpa Pers, Audi hanya menonton dari kamar rumah sakit tentang apa yang kedua orang itu katakan.


"Julian, siapa gadis yang berbicara denganmu? Apakah di pacarmu?" tanya seorang reporter.


"Tidak, dia bukan pacarku. Dia adalah temanku,"


"Apa dia benar-benar hanya teman?"


"Iya, beberapa hari lagi aku akan mengumumkan tentang siapa kekasih, jadi para teman-teman reporter sekalian jangan memberitakan sesuatu yang tidak benar," kata Julian.


"Presdir Choi, apa gadis itu adalah kekasih anda?"


"Dia bukan kekasihku, hanya saja aku menyukainya. Sayang sekali dia telah memiliki tunangan," kata Presdir Louis Choi seketika membuat kegemparan.


"Apakah anda bisa menyebutkan gadis itu tunangan siapa? Sampai kalian sangat melindunginya?"


"Dia sangat spesial, karena itu dia wajib di lindungi,"


Kim Dan mengepal erat tangannya, dia begitu kesal ketika menonton berita itu. Maona yang tengah melihatnya agak ketakutan.


"Sialan kau... Louis..." geram Kim Dan.


Kini pencarian terbanyak adalah gadis yang di selamatkan oleh mereka berdua.


"Apa yang harus kita lakukan untuk meredakan rumor ini?" tanya David.


"Rilis artikel tentang hubungan Julian dan kekasihnya. Buat menjadi pencarian terbanyak," kata Kim Dan memberikan perintah.


Berita tentang Audi yang menjadi gadis misterius kini memenuhi media, banyak yang bertanya-tanya tentang siapa gadis itu, sampai Julian seorang superstar mempertaruhkan nyawanya untuk menolong gadis itu.


Apalagi di tambah dengan seorang presdir pemilik perusahaan kedua di negara itu ikut menyelamatkannya.

__ADS_1


Audi duduk di dalam ruangan kamar milik Louis Choi, gadis itu tengah duduk menunggu pria itu. Tatapannya agak tenang dan menghanyutkan seperti air yang tengah mengalir, dia tengah membaca majalah yang tersedia di sana.


Kriet!


Suara pintu terbuka!


Louis melihat Audi berada di sana, membuatnya tersenyum halus.


"Gadis misterius kekasih sahabat Presdir Choi. Identitas gadis misterius," kata Audi sambil membaca majalah. "Kini memenuhi sosial media dan menjadi berita terhangat..." kata Audi melihat pria yang baru saja datang.


"Apakah sudah di rilis?"


"Sepertinya akan menjadi topik terhangat. Aku sangat berterima kasih kepada Tuan Louis karena membuatku sangat terkenal, walaupun identitasku tidak di publis,"


Senyuman tipis masih terlukis. "Mengapa? Kau tidak menyukainya?" tanya Louis.


"Hmm. Seberapa ingin Tuan Louis membuat hubungan kami terekspos, berlipat-lipat kali pun aku akan mengagalkannya," kata Audi.


"Wanita yang menarik, pantas saja Kim Dan menyukaimu. Latar belakang yang cocok untuk mendampingiku," kata Louis.


"Jika tuan Louis ingin berteman denganku, aku akan senang hati berteman denganmu. Untuk urusan lain yang berhubungan dengan dendam pribadi kalian berdua aku tidak ingin ikut campur,"


Louis tertawa. "Aku suka. Aku suka. Kau seperti tengah mengancamku," kata Louis.


"Aku memang sedang mengancammu," kata Audi. "Bos Uois Forest..." kata Audi lagi.


Louis sejak dulu telah bergabung dalam dunia mafia, dan mendirikan sebuah organisasi mafia bernama Uois Start, hanya saja tidak pernah ada yang mengetahui jika dia adalah pemilik organisasi itu, kecuali asistennya.


Sebuah senjata tengah di todongkan oleh Asisten Louis mengarah pada Audi. Audi masih saja santai, tidak bergeming, namun di dalam hatinya begitu takut.


"Sebaiknya senjatanya di turunkan," kata Audi sambil melihat pria yang di samping Louis. "Rasanya atasanmu akan sia-sia saja menyelamatkanku," kata Audi sambil tersenyum kecil.


"Jika Tuan penasaran bagaimana aku mengetahuinya, kita bisa berbicara sebagai seorang teman," kata Audi.


"Menarik... Menarik... Kau bahkan tidak takut saat senjata mengarah padamu," kata Louis penuh semangat.


"Aku bahkan pernah sekali di todongkan senjata seperti itu oleh seorang wanita yang ingin membunuhku," kata Audi ketika mengingat masa lalunya.


Gadis yang di hadapannya itu sangat membuatnya bersemangat, ingin mengetahui segala tentang gadis itu.


"Apa asistenmu dapat di percaya?" tanya Audi sambil sejenak melihat pria yang di sampingnya.


"Iya," jawab Louis.


"Ya, dia memang dapat di percaya," kata Audi. "Bukankah anda sudah mengenalku?" tanya Audi.


Bagi seorang bos mafia, tidak membutuhkan waktu lama untuk mencari tahu identitas seseorang. Bahkan lebih akurat dari pada yang di dapatkan dari agen biasanya.


"Aku ingin tahu lebih dulu, kenapa kau bisa mengetahui tentangku, bahkan Kim Dan pun tidak mengetahuinya,"


"Itu rahasia... bagaimana aku mengetahuinya," kata Audi.


"Eee..." Pria itu agak heran dengan apa yang baru saja Audi katakan.


"Sebelum datang ke sini, kau bahkan telah bercinta dengan seorang gadis," kata Audi, membuat pria itu terkejut dan menyemburkan minuman yang telah di minumnya. "Luka di belakangmu itu tidak ada apa-apanya untukmu,"


"Kau... bagaimana bisa tahu?"

__ADS_1


"Pakaian seksi, rambutnya panjang, dia adalah seorang sekertaris tunanganku. Apa yang aku katakan adalah benar? Kau menyuruhnya mencari tahu tentang proyek yang tengah Kim Dan lakukan," kata Audi.


Pria di hadapannya itu hanya terdiam sejenak. "Bagaimana bisa gadis ini mengetahui hal yang ku sembunyikan,"


"Aku bahkan mengetahui ukuran..."


"Ka... kau... Bagaimana bisa kau..."


"Itu rahasia, bagaimana? Ingin berteman denganku?" tanya Audi.


"Menjadi temanku, aku bisa membantumu mencari tahu tentang rahasia musuhmu, kecuali Kim Dan," kata Audi. "Tapi menjadi temanku, tidak bisa mengkhianatiku, tidak ada rahasia yang bisa kau sembunyikan dariku,"


"Oke. Setuju," kata Louis menyetujui hal itu.


"Jangan terburu-buru, aku selalu menepati janjiku menjaga rahasia. Tuan pikirkan baik-baik. Aku sudah membuatkan makan siang untukmu, semoga sesuai dengan seleramu," kata Audi sambil menghilang dari balik pintu.


.


.


Kini artikel tentang Audi sudah jarang di bahas, karena terganti oleh berita tentang Julian bersama dengan kekasihnya. Kini foto kekasih Julian terpampang sangat jelas di berita-berita bahkan di sosial media.


Audi pun sudah beberapa kali datang ke rumah sakit untuk mengantarkkan makanan kepada kedua orang pasien yang menyelamatkannya. Makan pagi, siang, bahkan makan malam.


Audi masuk ke sebuah ruangan lagi, di sana sangat ribut, karena keluarga Kim berada di sana.


"Oh. Kakak Ipar..."


"Aku membawakanmu makanan," kata Audi.


"Uwa... Aku suka dengan makananmu," kata Julian.


"Setelah keluar dari rumah sakit, aku akan memasakkan makanan yang banyak untukmu," kata Audi. "Maaf, membuatmu masuk ke rumah sakit," kata Audi sambil mengelus lembut rambut pria itu.


Kim Dan menarik tangan Audi. "Dia bukan anak kecil." gerutu Kim Dan.


"Kakak Ipar... Aku akan memperkenalkan pacarku padamu saat dia tiba di sini. Dia tengah sibuk syuting, jadi sepertinya bulan depan dia akan terbang ke sini," kata Julian.


"Iya," kata Audi dengan nada pelan.


Nyonya Kim melihat Audi. "Apa kau baik-baik saja? Kau pasti takut," kata Nyonya Kim, Audi hanya menganggukan kepalanya.


"Ehem. Kim Dan, kapan kalian akan memberiku cicit?" tanya Kakek Kim tiba-tiba.


Wajah Audi merah merona, begitu pula dengan Kim Dan, mereka tidak menyangka akan di tanya pada saat seperti ini.


"Itu..."


"Kami akan berusaha..." kata Kim Dan sambil tersenyum paksa.


"Iya kek, kami akan berusaha," kata Audi sambil memasang wajah kesal pada Kim Dan.


Audi menarik Kim Dan keluar dari kamar itu, kemudian memukul Kim Dan. "mengapa mengatakan hal seperti itu?" tanya Audi.


"Ehem,,, sepertinya aku menganggu..."


"Louis... Kau... seharusnya sudah sembuh, untuk apa masih di rumah sakit. Merepotkan Audi untuk memasakkan makanan untukmu..." kata Kim Dan dengan nada tinggi.

__ADS_1


"Ahaha... Kim Dan... aku di sini untuk memulihkan tenagaku," kata Louis.


Kim Dan menatap pria itu dengan tatapan tidak menyukai. Seakan pertengkaran mereka tidak pernah selesai.


__ADS_2