Something Lost

Something Lost
Akhir Kesalahpahaman


__ADS_3

Audi tengah mempersiapkan diri untuk pergi menghadiri undangan makan malam Leon. Pastinya Kim Dan ikut dnegan gadis itu.


Hubungannya dengan Audi baik-baik saja. Tidak mengumbar hubungan mereka di banyak orang. Alasan Audi hanyalah satu, takut jika suatu saat hubungnya berakhir, dan media akan mengeksposnya. Bukankah itu sangat memalukan, bertunangan kemudian putus. Rasanya cukup bagi dirinya telah merasakan penghinaan seperti itu, dia tidak ingin terulang kembali.


Kim Dan lebih berkuasa daripada Hansen, akan sangat menyakitkan dan memalukan jika hubungan mereka kandas di tengah jalan.


"Kim Dan... apa sudah selesai.." panggil Audi kepada pria itu.


Kim Dan keluar sambil melilitkan dasinya di lehernya. Pria itu belum juga memakai dasinya karena tengah sibuk memakai jas miliknya.


"Biar ku bantu.." kata Audi sambil memasangkan dasi milik Kim Dan.


"Apa kau pernah memasangkan dasi kepada orang lain?" tanya Kim Dan penasaran.


"Hm. Sepertinya pernah," kata Audi, membuat wajah Kim Dan agak kesal, bukan hanya kesal namun cemburu.


Kedua orang ini, seperti sepasang suami istri, bahkan seperti tidak ada sebuah kecemburuan di dalam hubungan mereka, ataupun pertengkaran besar selama ini.


"Setelah kembali dari Paris, ayo kita mendaftarkan pernikahan," kata Kim Dan dengan nada lembut.


Audi masih tengah merapikan dasi milik Kim Dan, wajahnya menengadah ke atas, sambil mendehem pertanda menyetujui apa yang dikatakan oleh Kim Dan.


"Apakah kau akan tetap menikahiku, jika kau tahu tentang masa laluku? Apakah sikapmu akan tetap seperti ini?" Audi membatin sambil melihat Kim Dan.


"Perusahan kak Loen, bagaimana bisa menjadi anak perusahaan K2?"


"Hasil Negosiasi dengan keluarga Anggara," kata Kim Dan. "Mereka menjebakku saat itu... sebagai ucapan permintaan maaf, mereka memberikan perusahaan itu padaku," kata Kim Dan.


Audi tertunduk.


"Apa kau juga tahu, siapa yang mengambil alih perusahaan itu sampai menjadi cabang Anggara Group?"


"Aku hanya tahu, seorang anak remaja,"


"Aku, yang membuat perusahaan itu bangkrut dan..."


"Sudah.. sudah... tidak perlu di pikirkan lagi, sebaiknya kita berangkat sekarang," kata Kim Dan sambil meraih tangan Audi dan pergi ke rumah Leon.


Beberapa pelayan menyambut ke datangan Audi dan Kim Dan, termasuk dengan keluarga Leon.


"Selamat datang Nyonya Muda, dan Tuan Muda..."


"Tidak perlu seperti ini bibi..." seketika Audi menyela.


"Anda terlalu rendah diri..." kata Ayah Leon.


Dulu pria itu sangat baik padanya, masih membekas di pikiran Audi bagaimana pria itu tersenyum hangat padanya.


Entah mengapa, semua hal berhubungan dengan masa lalu kini hadir kembali, seperti sebuah masalah yang wajib untuk di selesaikan.


"Aku sudah menyiapkan makan malam," kata Ibu Leon mempersilahkan Audi dan Kim Dan ke meja makan.


Makanan begitu banyak terhidang di atas meja. Rasanya begitu lezat untuk segera di cicipi oleh Audi.

__ADS_1


"Em. Bibi yang memasak semua ini?" tanya Audi seketika.


"Iya, di bantu oleh mereka," kata Ibu Leon.


"Apakah makanan ini memakai strawberry?" tanya Audi.


"Apa kau menyukai strawberry?"


"Tidak... tidak... aku tidak menyukai strawberry, aku alergi," kata Audi menjelaskan.


"Ku pikir kau menyukainya, agar aku menyuruh mereka untuk membawakan strawberry kemari,"


Ketika duduk di kursi makan, Audi langsung menyamar makanan yang di atas meja, dia mencicipi semua yang ada di sana. Bahkan Kim Dan terheran-heran melihat kelakuan gadis itu.


"Emm... Makanan rumah memang enak," kata Audi.


"Ahaha... Kau seperti anak perempuanku..." kata Ibu Leon, membuat Audi terdiam.


"Em. Sebenarnya, ada yang ingin aku katakan," kata Audi kemudian beranjak, "Aku minta maaf," kata Audi membungkukan setengah badannya.


"Eee.. Apakah kau punya salah pada kami?"


"Em. Soal itu..." Audi melihat ke arah Ayah Leon. "Aku... aku... aku... aku yang membuat perusahaan kalian bangkrut," kata Audi terbata-bata sambil ketakutan.


Ayah Leon seketika tertawa melihat apa yang tengah di lakukan oleh Audi.


"Kenapa... Paman..."


"Oh... itu... Ayah selalu membanggakanmu, walaupun usiamu muda, tapi bisa membuat perusahaan kami bangkrut, walaupun sebenarnnya karena adanya korupsi di dalam perusahaan sih. Ayahku tidak menyalahkanu," kata Leon.


"Kau tumbuh menjadi gadis yang secantik ini," kata Ayah Leon. "Bahkan memiliki tunangan yang cocok denganmu," kata Ayah Leon.


"Jika aku tidak ambisus untuk menempati posisi itu di usia muda, mungkin..."


"Tidak ada yang salah dengan ambisimu, aku yang sebagai seorang senior kalah dengan seorang junior sepertimu," kata Ayah Leon seketika memotong pembicaraan.


"Karena itu... ketika Kim Dan memberikan perusahaan ini, dan tanpa sengaja bertemu dengan kak Leon, aku sudah membulatkan tekat untuk menyerahkan perusahaan kepada kak Leon," kata Audi.


"Kami tidak punya hak lagi pada perusahaan, bahkan di berikan rumah, serta fasilitas yang ada kami sangat bersyukur,"


Audi sambil bercerita, sambil menimati makanan yang ada di atas meja itu, sampai dia tidak merasa jika sebenarnya telah memakan begitu banyak makanan.


"Aku tidak ingin ikut campur lagi ke dalam dunia bisnis," kata Audi. "Karena itu aku mempercayakan agar kak Leon yang memimpin perusahaan,"


"Kami sudah dengar keseluruhan cerita dari Leon," kata Ayah Leon.


Audi masih mengambil beberapa makanan lagi.


"Kau... berhenti makan," kata Kim Dan mencegah agr Audi tidak makan lagi.


"Kim Dan, ini makanan enak daripada sepotong daging itu," kata Audi sambil mengambil kebali apa yang ingin dia makan.


"Kau bisa sakit perut,"

__ADS_1


"Sakit perutnya nanti saja. Aku ingin makan," kata Audi.


"Kau seperti adik leon, usianya juga sama denganmu..."


Audi terdiam sejenak. "Kalian bisa menganggapku anak kalian kok," kata Audi sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya.


Ibu Leon agak tertegun mendengar hal itu. Sudah lama sekali mereka kehilangan putri mereka. Namun, sama sekali tidak menyalahkan apa yang terjadi pada Audi.


Audi ingin memutar waktu kembali, jika dia bisa mengembalikan waktu mungkin dia tidak akan berambisi untuk mendapatkan kursi direkur, agar nyawa seseorang tidak menjadi korban dari ambisinya.


"Bolehkah?" tanya Ibu Leon


"Iya," jawab Audi dengan singkat.


Audi tidak bisa lagi mengangkat badannya, tubuhnya terasa berat, dan lelah karena begitu banyak makanan yang dia makan malam ini.


"Kalian berdua menginap di sini saja, besok baru kembali," saran Ibu Leon yang melihat Audi telah teridur karena kekeyangan.


Kim Dan pun tidak tega membangunkan wanitanya itu, wajah polos milik Audi yang tengah tertidur begitu mengemaskan.


"Kamarnya di sebelah sana," kata Leon menujuk kamar Audi yang telah d siapkan olehnya.


Beberapa saat Kim Dan menatap Audi yang tengah tertidur. Ketika Kim Dan tengah melepaskan jas miliknya, Leon langsung menarik pria itu dari dalam kamar milik Audi.


"Kau belum menikah dengannya, kau akan tidur denganku..." kata Leon.


Kim Dan menatap Leon dengan tatapan tidak suka.


"Aah dan Ibuku ingin mendiskusikan sesuatu denganmu..." kata Leon.


Seperti tengah rapat keluarga, mereka terlihat sangat serius.


"Nak Kim Dan, kami ingin mengadopsi Audi. walaupun kondisi kami masih belum stabil seperti sekarang. Setelah mendengar cerita Audi dari Leon..."


"Aku tidak bisa memutuskan, karena aku hanya tunangannya. Jika Audi menyetujuinya, aku akan ikut pendapatnya,"


"Ya, memang dia selalu di rendahkan oleh orang-orang, bahkan tidak di hargai oleh orang-porang di masa lalunya,"


"Sebenarnya apa yang terjadi... Saat bertemu dengannya, dulu..."


"Dia seperti bunga, ketika tidak di butuhkan langsung di buang," kata Kim Dan.


Kim Dan memulai dari awal menceritakan segalanya yang dia ketahui tentang Audi. "Hanya sebatas itu aku mengetahuinya, masih banyak yang belum aku tahu tentang dia," kata Kim Dan.


"Jadi... Karena kau... pernikahannya..."


"Iya... Tapi dia belum mengetahuinya," kata Kim Dan dengan nada pelan.


"Tunggu... Jadi keluarga yang memintanya untuk membuat perusahaan bangkrut itu, yang membuatnya menderita selama tiga tahun?"


"Ya,"


"Hah. Lucu, bagaimana bisa kita saling berkaitan dengannya," kata Leon agak tertawa kecil. "Karena itu, dia hanya ingin bermain peran di belakang," sekarang aku mengerti.

__ADS_1


Kini semuanya telah jelas, bangkrutnya perusahaan milik keluarga Park, karena ambisi Audi, namun ambisinya malah menjatuhkannya ke dalam jurang paling dalam.


Entah berapa banyak lagi rahasia yang belum terungkap, yang tengah mengintari Audi untuk segera di pecahkan.


__ADS_2