
Audi satu mobil dengan Kim Dan, tidak lupa Evye juga ikut di mobil itu karena tugasnya ada melindungi Audi. David merasa agak risih dengan kehadiran Evye di sana.
"Mengapa kau ikut dalam mobil ini?" tanya David sambil menatap sinis ke ara Evye.
"Nonaku ada di sini, jadi aku harus duduk berada di mobil ini," kata Evye.
"Tapi... kau tidak harus duduk di kursi depan," kata David lagi.
Kedua orang itu memang tidak akur, jika bertemu. David berbeda dengan asisten lainnya, kemampuan David hanya sebatas mengetahui segala urusan perusahaan. Berbeda dengan Evye yang bisa bela diri. Karena kelebihan dan kelemahan masing-masing mereka saling mengejek satu sama lain.
"Kau kecewa, gadis sudah mengetahuinya?" tanya Kim Dan.
"Agak kecewa," kata Audi.
"Dia tidak akan berani lagi mengganggu Nona," kata David.
"Dia mengetahuinya, bukan berarti dia tidak akan melakukan hal licik lain padaku," kata Audi. "Bahkan di kampus saja, dia selalu menyebarkan hal yang tidak baik padaku, walaupun aku beberapa kali memperingatinya. Di bukan tipe gadis yang mudah menyerah, ketika apa yang dia inginkan tidak tercapai, tapi dia itu akan melakukan hal apapun untuk mendapatkan apapun yang dia inginkan. Sekalipun yang dia lakukan itu berbahaya," kata Audi.
"Sebaiknya kita memecatnya saja," kata David mengusulkan.
"Tidak, itu bukan ide yang baik. Seseorang di belakangnya sangat kuat, jika kita memecatnya dia akan melakukan hal lain yang tidak kita ketahui,"
"Seseorang?" tanya Kim Dan penasaran.
"Iya, dia itu wanitanya Louis," kata Audi membuat mereka semua menatap ke arah Audi.
"Tapi... mengapa dia... ingin... tuan..." David berkata dengan terbata-bata.
"Hhhmm... Aku dengan dia berasal dari negara yang sama, hanya saja dia lebih muda dariku. Gosip yang bererdar di kampus tidak sepenuhnya tidak benar, ada sebagian besar benar, itu karena dia yang menyebarkannya,"
"Apa kita tidak bisa membuatnya jera mencari masalah dengan Nona?" tanya Evye.
"Walaupun aku tahu semua yang dia lakukan, aku tidak memiliki bukti," kata Audi.
"Nona mungkin pertanyaanku agak sedikit tidak sopan, bagaimana dengan gosip tentang Nona pernah hamil?" tanya David, seketika membuat Evye memukul David.
__ADS_1
Audi tediam sejenak, dia menghirup udara, kemudian menghempaskannya sangat kasar.
"Itu benar..." seketika jawaban Audi membuat Kim Dan membelalakkan matanya mendengar kenyataan yang baru di ungkapkan oleh Audi.
"Tiga bulan setelah kejadian itu, aku di nyatakan positif hamil saat di penjara," kata Audi dengan nada pelan, sambil meraba perutnya seakan dia teringat dengan calon bayi yang di kandungnya itu.
"Bayinya..."
"Aku keguguran saat usia kandunganku tujuh bulan..." kata Audi. "Di dalam tahanan, gadis itu menyewa beberapa orang untuk menyiksaku..."
Kim Dan mengepal erat tangannya, wajahnya berubah menjadi bengis, dia mengertekkan giginya saat mengetahui hal itu. Calon bayinya bersama dengan Audi meninggal. Kini dendamnya makin memuncak pada keluarga Anggara.
Entah sudah berapa banyak kesalahan keluarga itu di simpan oleh Kim Dan di dalam hatinya, di tambah dengan wanitanya penuh penderitaan karena keluarga itu. Dan lebih parah lagi, bayinya yang di kandung oleh Audi keguguran.
"Saat itu... aku masih punya alasan untuk bertahan hidup, karena bayi yang berada di perutku. Walaupun aku tidak tahu siapa pria itu, tapi setidaknya ada kehidupan baru menemaniku nanti..." kata Audi dengan mengukir senyum kecil di bibirnya.
Kim Dan tidak memberikan komentar apapun, Audi merasa jika pria itu pasti membencinya dan akan segera membatalkan menikah dengannya karena masa lalunya itu.
Sedangkan Kim Dan, masih mencerna dan berpikir tentang apa yang di katakan oleh Audi. Sebegitu sabar wanita miliknya itu setelah dia berkali-kali di khianati oleh orang di dekatnya, kemudian orang itu menginginkan nyawanya, dan dia harus kehilangan kehidupan baru yang dia nanti-nantikan.
"Kehadiranku ternyata mendatangkan bahaya padamu, bahkan membuatmu begitu menderita," kata Kim Dan membatin.
Audi sesekali melihat ke arah Kim Dan, pria itu masih saja diam. Kini Audi merasa jika pria itu mulai jijik padanya. Benarkan? Pasti benar, tidak ada yang tidak akan merasa jijik jika di ceritakan.
Tidur dengan pria lain, kemudian hamil anak pria itu. Bahkan kekasihnya yang telah lama menjalin hubungan dengannya, merasa jijik dengan dirinya.
Sepanjang perjalanan suasana mobil begitu hening. Tidak ada yang berani menimbulkan suara, bahkan Evye, dan David pun tidak berani membuat suara ribut.
Hampir se jam keadaan di dalam mobil begitu canggung. Audi hanya sesekali melirik pria yang di sampingnya. Aura dingin seperti pertama kali bertemu dengannya, kini menyuarakan keluar dari tubuh pria itu.
Tatapan matanya pria itu melihat ke luar, tangan kirinya di pakainya untuk menopang wajahnya. David masih fokus dengan kegiatannya yaitu menyetir. Dia pun sesekali melihat kedua orang di kursi belakang itu yang diam-diaman seperti tengah bertengkar hebat.
Kejadian itu, masih membekas di hati Audi. Mungkinkah sudah empat tahun, kejadian itu terjadi. Ya benar, empat tahun berlalu. Bukan tiga tahun.
Tidak ada yang akan menerima wanita sepertinya untuk di nikahi bukan? Kini pikirannya mulai kalut, Inilah yang begitu dia takutkan ketika menceritakan tentang masa lalunya.
__ADS_1
Panti asuhan sudah ada di depan sana, sisa berjarak beberapa beberapa puluh meter saja. David menghentikan mobil, dan memberikan kode agar Evye ikut turun dengannya. Mereka ingin memberikan kedua orang itu waktu untuk berbicara.
Maih saja hening ketika David dan Evye keluar dari dalam mobil.
"Hubungan kita... mari akhiri saja..." kata Audi tiba-tiba membuat mata Kim Dan terbelalak.
Kim Dan melihat ke arah Audi yang tengah menundukkan kepalanya itu. Pria itu tidak percaya kata-kata itu akan keluar dari mulut gadis yang tengah bersamanya.
"Setelah mendengar semuanya... kau pasti merasa jijik padaku,aku bahkan pernah hamil," kata Audi. "Karena itu, sebaiknya kita akhiri saja," kata Audi.
"Aku tidak ingin..." kata Kim Dan.
"Tapi ka pasti jjik padaku, kau pasti... kau pasti mengganggap aku wanita..."
"Aku tidak menganggapmu seperti itu..."
Audi menangis, "tapi kau pasti jijik padaku," kata Audi lagi. "Karena itu sebaiknya kita putus saja," kata Audi lagi.
"Aku sudah katakan, aku tidak ingin putus denganmu," kata Kim Dan dengan suara besar dan tegas.
"Kenapa... kenapa kau..."
"Karena pria yang tidur denganmu adalah aku..." Kim Dan seketika keceplosan dengan apa yang dia katakan. "Pria malam itu, adalah aku.." kata Kim Dan lagi dengan nada pelan sambil memegang kedua bahu Audi untuk melihat ke arahnya.
"Pria yang tidur denganmu adalah aku..." kata Kim Dan lagi agar wanita yang di hadapannya benar-benar mempercayainya.
Audi menatap pria itu, menatap jauh ke dalam mata milik Kim Dan, dia ingin meyakinkan apa yang di katakan oleh Kim Dan padanya, karena itu dia ingin melihat masa lalu.
Darah mengucur keluar dari hidungnya, di dalam bola mata mera milik Kim Dan terlihat dirinya pada malam itu. Ini adalah kali keduanya, dia bisa melihat ingatan Kim Dan.
"Hidungmu berdarah..." kata Kim Dan sambil mengeluarkan sapu tangan miliknya, kemudian menyeka darah yang keluar dari hidung Audi.
"Aku bukan jijik padamu, aku hanya merasa aku penyebab kau menderita selama ini, kau bahkan keguguran, dan aku tidak bisa menemukanmu lebih awal..." kata Kim Dan sambil menaruh telapak tangannya di wajah Audi.
"Aku merasa bersalah padamu..." kata Kim Dan lagi.
__ADS_1
Kecupan lembut di kepala Audi, seakan ingin Audi tidak berpikir buruk tentangnya lagi, jika dirinya jijk pada gadis itu.
"Mari kita akhiri masa lalu itu... Dan... Mari kita mulai kembali dari awal lagi..." kata Kim Dan pada Audi. "Aku benar-benar serius untuk menikah denganmu..." kata KIm Dan lagi. "Dan.. aku tidak ingin menerima penolakanmu darimu lagi..." kata Kim Dan, sambil memeluk gadis itu.