
Mansion utama Erika Monte
Jacob menatap tidak percaya bocah kecil dihadapan nya itu.
Dia Fikir gadis kecil ini semakin lama semakin pedas kalau bicara.
Tidak bisa membuahi nya?.
Tidak kuat di atas?.
Shi..t... yang benar saja.
"Kau..."
Dia menunjukkan jari telunjuk nya pada Erika, Jacob mencoba menahan perasaan nya, tidak tahu kenapa harga diri nya terasa di injak.
Ingin sekali dia berkata.
malam ini kamu bahkan bisa aku buahi, jangan kan satu ronde di atas, kau bahkan bisa aku buahi dibawah Kungkungan ku hingga tidak bisa berjalan di ke esokan pagi nya, bahkan aku bisa membuat mu menangis semalaman saat aku membuahi mu dengan cara yang garang.
Sialnya dia tidak mungkin mengucapkan kata-kata itu dihadapan bocah kecil ini, ucapan itu jelas tidak ber etika untuk laki-laki seusia dia ketika di ucapkan dengan gadis muda seusia Erika.
Jika saja, yah jika saja gadis itu berusia lebih dari 30 tahun, bisa dia pastikan dia akan menghabisi gadis itu malam ini juga.
Jika saja gadis itu lebih matang, dia tidak akan memikirkan soal Melisa, dia benar-benar akan membuahi putri nya yang menyinggung harga dirinya tanpa basa-basi.
mengingat gadis kecil ini hanya seorang BOCAH KECIL,dia mencoba menahan perasaan kesal nya.
"Apa uncle ingin mengatakan sesuatu?"
Erika bertanya sambil menaikkan ujung alisnya.
Gadis itu bicara sambil mengembangkan senyuman ter cantik nya.
Dia bersiap membalut kembali perban di tubuh laki-laki itu.
"Tidak ada, lupakan saja"
Jacob berusaha membuang pandangannya, dia enggan menatap wajah gadis itu.
Tidak bisa mengimbangi nya?.
Jacob menghela kasar nafasnya.
Yang ada kamu yang tidak bisa mengimbangi ku.
__ADS_1
Ucapnya dalam hati sambil mencoba memejamkan sejenak bola mata nya.
Erika terlihat mengulum senyuman nya, dia fikir laki-laki itu sedang menggerutu di dalam hati nya, jacob pasti merasa tersinggung dengan ucapan nya tadi.
Permainan tarik ulur memang begitu menyenangkan, dia dengan sengaja ingin membuat laki-laki itu tersinggung dan marah mendengar ucapan nya.
Sejenak mereka berada didalam keheningan, Gadis itu mulai memasangkan perban ke dada laki-laki itu secara perlahan.
Jacob mencoba membuka bola matanya secara perlahan, laki-laki itu menoleh ke arah Erika untuk beberapa waktu, mencoba menelisik wajah gadis kecil itu sejenak.
"Kamu punya kekasih?"
Tanya jacob tiba-tiba.
"Hmmm tidak ada"
"Mantan?"
Erika Tampak berfikir, gadis itu menaikkan bahunya.
"Tidak ada"
Jacob mengerutkan keningnya.
"Jangan menertawai ku, aku ini punya banyak teman laki-laki, tapi tidak pernah mencoba untuk pacaran uncle, mereka mengajak ku berkencan tapi sayangnya aku tidak tertarik"
Apa aku harus bilang alasan nya karena kamu, uncle?.
Batin Erika.
Gadis itu membuang pandangannya.
"Seorang teman laki-laki mengajakku untuk mengambil liburan bersama, apakah itu merupakan tawaran yang baik?"
Tanya Erika tiba-tiba.
Mendengar ucapan Erika, Jacob kembali mengerutkan keningnya.
"Apa?"
"Dia bilang menyukai ku, beberapa kali mengajak ku berkencan namun aku mencoba menolak nya, dia bilang mari kita coba saling belajar mengenal satu dengan yang lain nya lalu berkata mari mengambil liburan ke pulau xxxxxxxx, disana ada banyak pasangan melancong yang datang, kita bisa menikmati angin malam, melihat Indahnya panorama laut, menghabiskan waktu bersama, saling mengenal Antara satu dengan yang lainnya"
Erika mulai bercerita tentang persoalan diri nya.
Gadis itu sejak dulu memang seperti itu, dia selalu bercerita soal banyak hal pada Jacob dikala dia bingung menentukan pilihan nya.
__ADS_1
"Lalu?"
Jacob masih mengerutkan keningnya.
"Yah seperti itu, apakah aku harus mengikuti kemauan nya?"
Tanya Erika pada Jacob.
"Dia bicara apa lagi?"
"Tidak banyak, dia bilang akan mengajari ku bagaimana rasanya Berciuman dan melewati malam panjang bersama"
Ucap Erika dengan nada cuek nya.
"Kamu belum pernah berciuman?"
Laki-laki itu jelas terkejut mendengar ucapan Erika.
Erika terkekeh kecil.
"Aku ini begitu fokus pada pendidikan selama ini, jadi tidak tahu bagaimana rasanya Berciuman dengan seorang laki-laki, uncle"
Jacob menatap Erika dengan pandangan tidak percaya.
"Anak-anak SMA bahkan sudah tahu rasanya"
Jacob bicara sedikit mengejek.
Tidak percaya jika gadis kecil itu tidak tahu bagaimana rasanya Berciuman.
"Sayang nya aku tidak"
Jawab Erika pelan tanpa berniat menoleh kearah Jacob.
"Lalu kamu jawab apa?"
"Hmmm Aku belum menjawab nya, tapi aku penasaran bagaimana rasanya ciuman pertama, aku fikir akan mencoba nya bersama dia, apakah itu baik?"
Tanya Erika masih sambil terus membalut luka Jacob, bola matanya terlihat fokus membalut luka di dada Jacob.
Sejenak laki-laki itu menatap bibir Erika, tidak tahu kenapa bibir itu tiba-tiba terlihat begitu menggoda.
Oh shi.t aku pasti sudah gila.
"Jangan terima tawaran nya"
__ADS_1
Ucap jacob cepat sambil menatap dalam bola mata Erika.
"Ya?"Gadis itu jelas menaikkan ujung alisnya.