Suami Kejam Yang Terlahir Kembali "Balas Dendam Sang Suami"

Suami Kejam Yang Terlahir Kembali "Balas Dendam Sang Suami"
Bersama dalam cinta


__ADS_3

Dia tidak tahu apa yang terjadi, tapi rasanya ciuman Denish terasa mendominasi kali ini, begitu menggebu-gebu dan sangat tidak seperti biasanya.


Tapi meskipun begitu ciuman Laki-laki itu tetap manis dan menjadi candu tersendiri untuk gadis itu.


Mereka hanya beberapa kali melakukan ciuman, tapi kali ini cukup berbeda, sensasi aneh menjalar ke seluruh permukaan tubuh Dilara.


Apalagi saat tengkuk nya di Tahan oleh tangan Denish, membuat ciuman mereka menjadi semakin dalam dan panas.


Suasana dingin dari penginapan sederhana di desa yang hanya di temani suara kipas angin berubah menjadi panas secara tiba-tiba.


Bahkan Dilara tidak sadar jika tubuh nya telah berpindah posisi ke atas ranjang.


Mereka melewati sesi ciuman yang cukup lama, hingga akhirnya Denish melepaskan Secara perlahan ciuman nya karena menyadari Dilara tidak bisa bernafas dengan baik.


"Apa aku menyakiti kamu?"


Denish bertanya sambil mengukung seluruh Anggota tubuh nya, Laki-laki itu bertanya dengan kedua bola matanya terus menelusuri bola mata Dilara.


Tidak tahu kenapa rasanya wajah nya tiba-tiba terasa memerah karena malu.


Secara perlahan Dilara menggelengkan kepalanya, dia mencoba menutupi mulutnya karena malu.


Mendapatkan respon yang baik Denish tampak mengembangkan senyuman nya, sepersekian detik kemudian Laki-laki itu menyentuh lembut tangan Dilara, dia menyingkirkan tangan itu secara perlahan.


Dan begitu bibir mereka kembali Disatu kan, dikata tampak menggeratkan genggaman tangan nya, jantung nya berdetak begitu kencang, seolah-olah akan lepas saat ini juga.


Ketika bibir mereka saling bertaut, tangan kanan Denish tampak mulai menelusuri rambut, leher dan pipi Dilara.


Gadis itu kehilangan kata-kata, dia fikir perasaan nya menjadi begitu aneh, sangat aneh sekali karena dia merasakan sensasi baru yang unik dan membuat dia menjadi kehilangan sedikit pemikiran nya.


Bahkan Dilara menuruti bisikan Denish saat laki-laki itu berkata.


"Open your mouth baby"


Eh?.


Ketika dilara merasa terkejut dengan permintaan Denish, seketika laki-laki itu mengambil kesempatan, lidah nya memasuki rongga mulutnya dengan gerakan yang begitu cepat.


Itu aneh fikir Dilara, tapi dia menikmati nya.


Apa pasangan suami istri melakukan itu?.


Dia jelas bingung.


Awal nya gadis itu hanya diam saja, tapi begitu tangan Denish ber gerilya kemana-mana menyusuri seluruh kulit tubuh nya seketika gadis itu mengeluarkan suara aneh nya.


"Akhhh"


Dilara meras begitu malu, dia fikir apa yang dia lakukan, dia takut suara nya akan menjadi permasalahan buruk didalam hubungan mereka.


"Kamu boleh melakukan nya, itu tidak apa-apa"


Bisik Denish pelan, kemudian tiba-tiba dia merasakan bibir Laki-laki itu menyapu bagian lehernya dan Menyesap nya untuk beberapa waktu.


Rasa geli karena bulu-bulu halus di wajah laki-laki itu terus menyapu kulit putih mulusnya diiringi sensasi indah berpadu Nikmat yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.


"Kak Ahhhh"


Dilara bicara pelan sambil menggenggam lengan Denish, dia Fikir perasaan apa yang dia rasakan saat ini?.


Kenapa semua sentuhan yang diberikan laki-laki itu membuat dirinya melambung tinggi entah kemana.


Bahkan saat tangan Denish mulai menyusup masuk ke dalam pakaian tidur nya dan mulai menyapu perut hingga ke atas dadanya secara perlahan, sebuah sensasi aneh menghantam kepalanya.


Rasanya ada sesuatu yang tidak dia ketahui apa seolah-olah bergejolak Secara tiba-tiba, membuat Dilara semakin mengencangkan genggaman tangan nya di lengan Denish.


"Kakkkkk?"


Dia berguman pelan di iringi de..Sahan lembut yang memenuhi ruangan kamar tersebut.


Alih-alih menjawab Denish malah bergerak semakin lincah, tangan laki-laki itu mulai keluar dari balik baju Dilara, dia mencoba membuka baju tidur dengan model gaun itu dengan gerakan perlahan.


"Kak?"


Dilara mencoba menahan tangan Denish, menatap bola mata laki-laki itu untuk beberapa waktu.


"Aku malu"


Gadis itu bicara sambil menggigit bibir bawahnya.


Denish terlihat mengulum senyuman nya, dia mendekati wajahnya pada sang istri.


"Kita sepasang suami istri, bukan orang asing hmmm"


Gadis itu mengangguk pelan.


Dia mengendurkan tangan nya dari genggaman ke lengan Denish, membiar kan laki-laki itu membuka gaun tidur nya secara perlahan.


Seketika sensasi dingin menyapu kulit indah tersebut, gadis itu hanya menggunakan dalam..an atas dan bawahnya saja.


Dan sepersekian detik kemudian laki-laki itu kembali menautkan bibir mereka untuk waktu yang cukup lama.


Tanpa Dilara sadari sembari laki-laki itu bermain di bibir dan dalam rongga mulutnya, Denish mulai melepaskan pakaian nya sendiri satu per satu.


Dia baru merasakan laki-laki itu juga tidak menggunakan apa-apa saat kulit mereka saling bersentuhan antara satu dengan yang lainnya.


Lalu tiba-tiba tangan Kokoh Laki-laki itu menyusuri bagian penutup atas yang menutupi dadanya, masuk ke arah Punggung nya dan mulai meraba kaitan di belakang sana.

__ADS_1


Tess


Terdengar suara pengait tersebut dilepaskan dari tempat asal nya, lalu tahu-tahu Denish membuka benda mendominasi berwarna hitam tersebut dan membuangnya ketempat asal.


Setelah itu tiba-tiba sang suami melepas kan ciuman nya, kemudian secara perlahan bibir Denish menyapu dagu, leher hingga akhirnya turun menuju ke arah dada ranum nya.


"Ahhh"


Sebuah de..sahan lolos dari bibir gadis itu saat dia merasakan bibir Laki-laki itu menyentuh sesuatu di ujung sana.


Dilara ingin sekali menutup mulutnya karena mengeluarkan suara-suara aneh sejak tadi, tapi dia tidak bisa mengontrol sama sekali suaranya.


Bahkan ketika dia merasakan bibir dan Laki-laki itu bergantian menyesap niple dan menyapu ariola nya, seketika Dilara semakin kencang mengeluarkan suara ero..tis nya.


Membuat Denish semakin bersemangat bergerak memadu kasih didalam peraduan nya.


Laki-laki itu beberapa kali ikut menahan suara nya sendiri, dia menikmati permainan nya sendiri tapi takut suara nya mengganggu Sang istri yang belum paham apa-apa.


Dia terus bergerak mencoba membuat gadis itu mendapat kan kenikmatan nya, menunggu gadis itu basah dan siap untuk dia masuki di malam pertama mereka.


Udara dingin desa La Bastide Clairence seolah-olah benar-benar mendukung mereka untuk melewati malam panas pertama, cuaca dingin ditambah angin yang bergerak Sepoi-sepoi dari jendela kamar penginapan menambah romantis suasana percintaan sepasang anak manusia yang sedang jatuh cinta.


Denish membuat foreplay sempurna memastikan Dilara nyaman dengan keadaan, bahkan tangan nya bergerak turun ke sekitar pangkal paha dengan begitu lembut agar memastikan gadis itu tidak terkejut dengan keadaan.


Dia menyentuh lembut penutup tipis berwarna senada dengan dala..man atas milik Dilara tadi, secara perlahan tangan laki-laki itu melepaskan penutup terakhir sang istri.


Dilara bisa jadi tidak menyadari nya karena dikala tangan nya bergerak dengan lincah, bibir nya terus bermain-main di niple dan ariola nya, membuat gadis itu memejamkan bola matanya, menggigit pelan bibir bawahnya bahkan mengeluarkan de .sa..Han berkali-kali sejak tadi.


Satu jemarinya kali ini bergerak lembut menyentuh benda kecil dibawah sana, bisa dia dengar gadis itu me..lenguh dengan sempurna.


Denish mencoba menggerakkan perlahan jemari nya untuk menyeruak masuk di bawah sana.


Seketika Dilara mengencangkan Tangan nya menggenggam erat Sprai di sisi kiri dan kanan nya.


"Akhhh"


Antara terkejut, sakit dan satu sensasi nikmat menghantam dirinya menjadi satu, gadis itu membuka bola matanya, dia fikir apa itu.


"Kak?"


Dia merengek dan menjerit pelan.


Laki-laki itu tidak menjawab sama sekali, Denish fikir jari mungkin bukan pilihan bijak untuk awal dari gadis tersebut, karena itu dia memilih untuk menurunkan tubuhnya, mencoba mengganti Jemari nya dengan lidah nya.


Dilara jelas membulatkan bola matanya, cukup terkejut saat melihat wajah Denish sudah turun kebawah sana.


Dia baru ingin protes karena malu, tapi tiba-tiba sesuatu kembali menyentuh titik yang di rasakan nya begitu SD sensitif.


Dia lagi-lagi berteriak dan melenguh.


Dilara Fikir dia merasakan sesuatu menghantam seluruh tubuh nya, aneh...yah begitu aneh, bahkan dia merasa jutaan kupu-kupu terasa mengelilingi kepala dan perut nya, sesuatu seolah-olah naik ke pusar dan perutnya, meninggalkan sensasi luar biasa yang bisa membuat ketagihan dirinya.


Lidah laki-laki itu terus menjelajahi benda sempit yang belum terjamah oleh siapapun itu sebelum nya.


Cukup lama Denish menjelajahi taman surgawi Tersebut, hingga akhirnya bisa dia dengar Dilara terus mengeluarkan suara de..Sahan dan erangan nya, gadis itu terlihat mulai meremas kasur mendominasi berwarna putih tersebut.


Denish fikir gadis itu telah sampai pada titik gelombang puncak Hasrat nya.


"Kakak...aku mau ke kamar mandi"


Gadis itu bicara tersengal-sengal, dia benar-benar ingin pipis rasanya saat ini.


Alih-alih membiarkan dirinya pergi, Laki-laki itu berkata.


"Keluarkan lah, aku menunggu nya"


Setelah berkata begitu Denish mulai menyesap dibawah sana, membiarkan gadis itu mempercepat pelepasan nya.


Dan benar saja sepersekian detik kemudian tiba-tiba sesuatu terasa tumpah dibawah sana, Dilara fikir kenapa bisa begitu, bahkan dia takut Denish akan marah karena tindakan nya.


Tapi laki-laki itu malah tersenyum kecil, kemudian tahu-tahu sang suami naik ke atas tubuhnya.


"Kamu siap?"


Laki-laki itu bertanya dengan suara yang begitu lembut.


Dilara Fikir ini belum selesai?.


"Ini akan sakit sejenak"


Denish kembali bicara sembari dibawah sana dia mulai menggesek lembut milik nya ke milik Dilara.


Kembali sensasi aneh menerjang Dilara, dia mengangguk pelan dengan pandangan yang begitu sayu dan penuh kepasrahan.


Denish membenahi anak-anak rambut nya yang basah menutupi wajah nya.


Perlakuan manis dan begitu lembut laki-laki itu selalu mampu membuat dia terbuai di alam bawah sadarnya.


Hingga tanpa dia sadari sesuatu memaksa untuk masuk di bawah sana.


"I love you"


Satu bisikan lembut Denish membuat Dilara membulatkan bola matanya namun bersamaan dengan itu sebuah hentakan menyakitkan mencoba menerobos dibawah sana.


"Akhhhh"


Dilara terpekik tertahan, dia benar-benar merasa kesakitan.

__ADS_1


"Kak...sakitttt"


Dia merengek cepat kemudian memeluk erat leher Denish, Gadis itu menangis lirih, Dilara fikir apa itu, kenapa begitu menyakitkan bagi dirinya, seolah-olah sesuatu yang mengerikan baru saja mencoba membunuhnya.


Denish mencoba menarik pelan nafasnya, itu baru setengah nya saja, sulit dan sempit.


Apa dia harus berhenti sekarang? itu sama saja dengan menyiksa dirinya sendiri, tapi dia takut jika terus bergerak itu akan menyakiti Dilara.


"Sakit?"


Denish bertanya pelan, padahal dia juga merasakan sakit yang sama dibawah sana.


"He em"


Dia bisa mendengar ringisan dibalik telinga nya


"Maafkan aku"


Denish bicara pelan, mencium lembut kening Dilara.


Lantas secepat kilat dia mencoba menetralisir Keadaan, laki-laki itu kembali menyambar bibir Dilara, mencoba membuat gadis itu melupakan sejenak keadaan dibawah sana.


Hingga akhirnya sepersekian detik kemudian dikala bibirnya sibuk menyesap dan memberikan rasa manis di bibir Dilara, Denish kembali bergerak, menyentak kan miliknya dalam sekali hentakan.


"Akhhhh"


Dilara memaksa melepaskan pangutan di bibir mereka, kali ini air mata nya benar-benar tumpah ruah, rasa sakit mendominasi begitu luar biasa.


Perih, pedih, sakit dan bercampur nikmat yang benar-benar menyiksa dibawah sana.


Denish bisa merasakan dia benar-benar merobek sesuatu dibawah sana, bisa dia rasakan beberapa lapisan kulit yang dia lewati seolah-olah sobek begitu saja, sesuatu yang kental dan hangat terasa lewat dibawah nya.


"Sakit kah?"


Denish kembali bertanya, menyentuh lembut wajah sayu dan pasrah dibawah nya itu untuk beberapa waktu.


"Kakkk?"


Dilara meringis sakit, mengadu jika itu benar-benar tidak enak.


Denish tampak mencium Kelopak mata kiri dan kanan Dilara berkali-kali, seolah-olah berkata ini akan baik-baik saja setelah ini.


Mereka sejenak saling diam, laki-laki itu membiarkan Dilara terbiasa lebih dulu dengan Milik nya.


"Aku akan bergerak perlahan"


Bisik laki-laki itu pelan.


Mendengar ucapan Denish Dilara mengangguk pelan.


Beberapa waktu kemudian bisa dia rasakan laki-laki itu mulai bergerak lembut dibawah sana, awalnya benar-benar menyiksa, tapi Denish seolah-olah mampu membuat suasana kembali menjadi hangat dengan gerakan dan perlakuan nya.


Sang suami terus bergetar menciptakan satu sensasi indah membàwa nya melintasi waktu yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.


Aneh dan begitu asing untuk dirinya, bahkan di moment ini dia bisa melihat wajah penuh cinta dan gai..rah serta kabut cinta dibalik bola mata dan wajah Denish yang selalu menatap nya begitu datar dan dingin dimasa lalu.


Sosok ini seolah-olah bukan lagi Denish asing nya, dia menjelma menjadi Denish lain yang terus memberikan diri nya kelembutan dan penuh cinta.


Laki-laki itu terus bergerak memompa dirinya, menggenggam erat kedua tangan nya bahkan beberapa kali membawa saling bertaut bibir dan lidah, sesekali Laki-laki itu berbisik lembut berkata cinta atau bahkan bertanya apa dia baik-baik saja dan merasakan sakit yang sama.


Kadang Denish bertanya apakah dia menyakiti dirinya atau apakah gerakan nya membuat Dilara nyaman dengan semua nya.


Hingga akhirnya Dilara kembali merasakan pelepasan seperti di awal tadi akan datang, dia menggenggam erat tangan laki-laki itu untuk beberapa waktu.


Seolah-olah tahu sang istri akan kembali mendapatkan pelepasan nya, Denish mempercepat tempo gerakan nya sambil menggenggam erat kedua telapak tangan Dilara.


"Mari melepaskan nya bersama"


Bisik laki-laki itu sambil kembali menautkan bibir mereka.


Sepersekian detik kemudian benar saja, sesuatu tumpah begitu saja, lalu bisa Dilara rasakan sesuatu ikut menyembur ke dalam dinding rahim nya.


Mereka mengeluarkan suara era..ngan bersama kemudian dalam beberapa waktu ketika Dilara merasa kekuatan nya menghilang, Denish ikut roboh di atas tubuhnya sambil berbisik.


"I love you, terima kasih sayang"


Entahlah, sebaris kalimat manis itu mampu menggetarkan hati nya, seketika rasa malu menyeruak didalam dirinya.


Dia malu ingin membalas nya, benar-benar malu untuk membuka mulutnya.


Tapi dia jelas lebih dulu mencintai laki-laki itu dalam waktu yang begitu lama.


*******


Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatu


Lubuklinggau 14 Januari 2022


Maafkan author baru bisa kasih part hareudang Dilara dan Denish pagi ini.


Seharusnya semalam, tapi karena virus pancaroba flu batuk dan demam satu rumah, efek minum obat bikin mata ngantuk sejak 2 hari yang lalu bikin author ketar-ketir up novel kiri kanan🤭🤭🤭🤣🤣🤧🤧.


Love you selangit cakrawala


Salam sayang dan cinta


Eva Hye Seung

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️💋💋💋💋😘😘😘🥰🥰🥰


__ADS_2