Suami Kejam Yang Terlahir Kembali "Balas Dendam Sang Suami"

Suami Kejam Yang Terlahir Kembali "Balas Dendam Sang Suami"
Turn on


__ADS_3

"Kenapa aku harus menolak nya?"


Erika bertanya sambil menaikkan ujung alisnya, dia menatap laki-laki tua berkharisma itu untuk waktu yang cukup lama, tangannya mulai bergerak perlahan, sengaja agar perban itu tak kunjung usai di balutkan pada dada yang bisa membuat perempuan manapun tergiur melihat nya.


"Apa kamu menyukai laki-laki itu?"


Jacob bertanya dengan cepat, membiarkan dirinya tenggelam dalam wajah cantik dihadapan nya itu.


Bicara seolah-olah dia bukan laki-laki tua, dan Erika bukan gadis kecil dan muda.


Erika menggigit perlahan bibirnya.


Oh god.


Bukan kah itu terlalu menggoda fikir nya?.


"Aku tidak menyukai nya"


Gadis itu menggeleng pelan.


Mendengar Jawaban itu, seketika Jacob menarik ujung bibirnya.


Dia menyukai jawaban itu.


"Kau tahu? Laki-laki rata-rata begitu pandai merayu, dia akan bilang mari pergi bersama lalu mengajak mu menginap, mengajarkan kamu soal ciuman pertama kemudian merambat menuju ke leher lantas ke dada mu"


Ucap jacob sambil menatap dalam bola mata Erika, memperhatikan baik-baik ekspresi gadis itu.


Seperti biasa, Jacob tidak pernah bisa menebak apa yang sebenarnya gadis itu fikirkan dan Gadis itu Ingin kan.


"Lalu?"


Erika terlihat mengernyitkan dahinya, menunggu ucapan-ucapan berikut nya yang akan di berikan oleh laki-laki itu.


Tidak tahu kenapa jemari-jemari gadis itu mulai terasa mengusik ke seluruh lapisan kulit di dada Jacob.


"Dia akan membuat mu terlena kemudian dia akan membawa mu kedalam Kungkungan nya dan...."


Jacob tidak melanjutkan ucapannya.


"Dan?"


Suara Erika terdengar begitu menggoda, lembut mendayu-dayu, membuat hasrat kelelakian Jacob seketika bergejolak, belum lagi tatapan mata itu bagaikan sebuah ilmu hipnotis yang bisa membuat laki-laki mana pun enggan berpaling dari nya.


"Dia bisa membuat mu tidak berkutik, basah dan.."


Lagi-lagi laki-laki itu menghentikan kalimat nya.

__ADS_1


"Dan?"


Suara Erika semakin merendah, jemari lembut itu seolah sengaja menyapu permukaan kulit dada nya, membuat Jacob mulai merasakan ereksi nya di bawah sana.


Sesuatu yang tidur seolah-olah mulai terbangun dan mengeras secara perlahan.


"Laki-laki itu akan membawa mu ke arah yang tidak kamu Sangka-sangka, tapi Kamu akan menyesali nya di keesokan harinya setelah dibawah sana menghilang bukan dengan orang yang benar-benar kamu inginkan"


Mendengar ucapan Jacob, Erika tampak diam untuk waktu yang begitu lama.


"Bukankah budaya barat tidak merasa heran dengan hal tersebut? mereka bilang bahkan anak-anak SMP banyak yang melakukan nya?"


Tanya Erika pelan.


"Aku sudah hampir 24 tahun, uncle"


"Tapi bukan berarti kamu harus melakukan nya dengan laki-laki yang tidak kamu sukai bukan?"


Tanya jacob cepat.


"Apa itu satu hal yang penting? teman-teman ku bahkan melakukan nya dengan teman-teman ku yang lainnya"


"Itu terdengar mengerikan"


Suara mereka terdengar saling sahut menyahut, begitu syahdu dan lembut, nyaris berbisik di temani angin malam, bola mata mereka menatap antara satu dengan yang lainnya dengan intens.


"Jangan lakukan"


"Why?"


"Aku tidak suka kamu melakukan nya"


Pembicaraan mereka terdengar semakin intens, Erika terus berupaya memancing laki-laki itu atas hasrat dan keinginan nya.


"Tapi aku penasaran bagaimana rasanya saling berciuman bibir atau berbagi saliva, mereka bilang itu begitu manis dan indah"


"Kau bisa melakukan nya dengan orang lain"


Erika menaikkan sebelah alisnya, mencoba mengulum senyuman nya sejak tadi.


"Aku tidak punya orang lain untuk aku jadikan pilihan selain laki-laki itu?"


Jacob tampak diam mendengar Jawaban Erika.


"Kau benar-benar ingin merasakan nya?"


"Tentu saja, aku sudah cukup usia untuk tahu bagaimana rasanya"

__ADS_1


Oh shi..t.


Jacob fikir pembicaraan ini semakin mem buntuhkan otak fikiran nya, dia bisa-bisa khilaf jika meneruskan obrolan ini.


"Ada solusi Uncle?"


Sejenak laki-laki itu memijat-mijat kepalanya.


"Bisa kita bicarakan lagi lain kali? aku fikir kepalaku tiba-tiba menjadi sakit"


Ucap jacob cepat,dia berusaha menahan sesuatu yang bergejolak dibawah sana sejak tadi.


Dia fikir ini akan gila lama-lama, bisa jadi dia akan menerkam Erika secara tiba-tiba dan bisa dia bayangkan bagaimana marah nya gadis itu nanti pada dirinya.


Mendengar jawaban Jacob Erika tampak melebarkan senyumannya, bola matanya sempat turun ke bawah sana.


Laki-laki itu masuk kawasan warning, Turn on!


Jangan di ganggu, jika tidak dia bisa diterkam Secara tiba-tiba.


"Baiklah, aku Anggap itu termasuk saran dari Daddy untuk putri nya karena uncle menyukai Mommy ku selama ini"


Ucap Erika cepat.


Mendengar ucapan Erika, Jacob langsung mengerutkan keningnya.


"Aku tidak menyukai Mommy mu, berhenti bicara aku Daddy mu dan kamu putri ku,sebab sejauh ini aku tidak pernah berfikir ingin menikah dengan mommy mu"


Protes Jacob kesal.


Erika tampak terkekeh, dia menepuk-nepuk dada Jacob secara perlahan.


"istirahat lah"


Gadis itu tiba-tiba merapat pipi nya ke telinga Jacob, sebuah ciuman manis melesat di pipi Jacob.


"God night uncle"


Bisik nya dengan suara yang begitu menggoda.


Dan lagi-lagi tindakan Erika mengganggu sesuatu yang ada di bawah sana.


Dia fikir dia benar-benar merasa Turn on karena gadis nakal ini.


Damn it.


Jacob mengumpat kesal didalam hati nya.

__ADS_1


__ADS_2