
Tempat tersembunyi
Di balik hutan terlarang
Pinggiran kota Paris
Dua orang laki-laki berbadan kekar tampak menyeret paksa Erika dari dalam mobil Van berwarna hitam mendominasi.
Bisa di lihat kedua mata Erika ditutup dengan kain hitam sedang kan kedua tangan nya di ikat dengan sebuah tali berukuran besar dan terikat dengan mode simpul sempurna yang akan menyulitkan gadis itu untuk membukanya kecuali hanya bisa di potong dengan benda tajam.
Gadis itu didorong dengan paksa dan di seret kasar menuju ke dalam sebuah rumah besar yang merupakan bangunan tua lama tidak huni.
"Breng..sek.. bisakah kau berjalan lebih cepat, ja..Lang"
Umpat salah satu laki-laki yang berjalan disisi kanan Erika.
Laki-laki Di sisi kiri Erika terlihat diam saja Sejak tadi, dia sama sekali tidak mengeluarkan ekspresi nya apalagi suaranya.
Perempuan itu berjalan sedikit terseok-seok, cukup kesulitan karena harus mengikuti langkah orang-orang yang membawa nya dengan kondisi tangan terikat dan mata tertutup dengan rapat.
Erika tahu siapa yang membawa dirinya, dan dia sejak awal telah menduga cepat atau lamban keadaan ini akan terjadi, semua hal yang telah berani dia ambil Resiko nya dia tahu akan mendapatkan masa dimana semua akan pecah tidak terhingga.
Dua laki-laki itu terus menyeret langkah Erika menuju ke dalam lantas terus berjalan menuju ke satu arah tangga yang menukik ke bawah, kesebuah ruangan remang-remang dan lembab.
__ADS_1
Begitu kaki Erika melangkah turun Sesuai instruksi yang diberikan laki-laki disisi kanan nya, bisa dia dengar Suara tetesan air yang mendominasi di sepanjang ruangan tersebut.
Tes.....
Tes.....
Tes.....
Suara nya terdengar jatuh begitu beraturan.
Bisa Erika cium aroma dinding tua yang pasti lama tidak dihuni oleh seseorang disana, tercium begitu pengap dan membuat nafas terasa cukup sesak.
Belum lagi setelah menjelajahi perjalanan cukup panjang setelah melewati tangga kemudian berjalan ke arah depan,bisa dia cium pula aroma asap rokok yang sangat tidak asing di balik hidung nya.
Sejenak Erika menaikkan ujung bibirnya, dia tahu siapa yang akan di temui nya saat ini.
Dan pada akhirnya Setelah melewati perjalanan panjang salah satu laki-laki tersebut menarik tubuh Erika dengan gerakan cepat, lalu dia menduduki perempuan tersebut ke sebuah kursi kayu dimana di hadapannya terdapat sebuah kursi kosong yang belum ditempati oleh seseorang.
Erika masih tampak diam ketika salah kedua laki-laki tersebut mulai melangkah menjauhi dirinya.
Kedua orang itu berjalan berbalik, mencari posisi berdiri terbaik yang cukup jauh dari Erika, memilih berbalik tanpa berniat menatap punggung perempuan tersebut.
Sepersekian detik kemudian tiba-tiba terdengar derap langkah kaki yang berjalan mendekati Erika, Seorang Wanita berpakaian serba gelap dengan heels tinggi yang suara nya terus memenuhi ruangan gelap dan pengap tersebut sehingga membuat sakit Gendang telinga yang mendengar nya.
Wanita itu terlihat duduk dihadapan Erika, menempati kursi kosong tersebut sambil menatap tidak suka wajah Perempuan dihadapan nya itu.
Wajah nya belum terlihat sebab lampu penerangan disana terlalu kecil, belum lagi suasana ruangan yang dimana tidak memiliki jendela atau bahkan lubang glass block dan Ventilasi yang bisa menciptakan sedikit saja cahaya dibaliknya.
__ADS_1
Wanita itu secara perlahan meraih rokok dan pamatik nya, dia secara perlahan mulai meletakkan rokok miliknya di antara bibir nya kemudian dengan gerakan santai, wanita itu mulai menyalakan pamatik nya.
Kemudian dia ilmulai meletakkan pamatik nya ke atas meja kecil disisi kirinya lantas secara perlahan dia mulai menghisap rokok miliknya.
"Kenapa tidak membuka langsung penutup mata ku? bukankah akan lebih mengasyikkan ketika kita bicara sambil menatap antara satu dengan yang lain nya, Mom?"
Ucap Erika tiba-tiba.
Mendengar ucapan perempuan dihadapan nya itu, seketika wanita itu terkekeh senang.
"Aku fikir kau tidak akan tahu siapa yang membawa mu"
Ucap Melisa sambil terus menghisap rokok miliknya.
Dia menjentikkan jari tangan nya, meminta salah satu laki-laki yang berdiri di ujung sana melepaskan penutup mata Erika.
Begitu penutup mata putri nya terlepas, wanita itu memajukan tubuhnya, dia menatap tajam bola mata putrinya dengan jutaan kemarahan nya.
"Kau menikmati pernikahan mu bersama laki-laki tua itu?"
Tanya nya dengan penuh kebencian.
Erika tampak ikut memajukan tubuh dan wajah nya, kini posisi mereka saling berhadapan, hanya berjarak beberapa centimeter antara satu dengan yang lainnya.
"Sangat, aku tidak heran kenapa Mommy begitu tergila-gila pada Jacob, dia benar-benar hebat di atas ranjang"
Ucap Erika sambil menatap Mommy nya dengan jutaan kebencian yang sama.
__ADS_1
Erika fikir 15 tahun jelas waktu yang cukup lama untuk dia terus bertahan dan membenci wanita tua yang dipanggil nya Mommy itu.