
Gudang gelap
Pinggiran kota
18.20 PM
Bola mata hazel menatap datar ke arah Kursi yang ada di hadapannya, dia Tampak tidak bergerak, duduk dengan santai di atas kursi sofa yang ada dibelakang nya.
Sejak pagi seseorang membawa dirinya, awal nya Hazel berniat turun ingin membuat kan sarapan untuk sang suami, tapi satu panggilan masuk mengganggu aktivitas nya.
Sebuah nomor tidak Asing menghubungi nya.
Awalnya Hazel ingin mengabaikan nya, namun tiba-tiba saja dia mengurungkan niatnya, perempuan itu akhirnya mencoba mengangkat panggilan tersebut.
Mendengar kan apa yang akan disampaikan pada nya dan permintaan apa yang ingin di ucapkan oleh sang pemilik nomor tersebut.
"Halo?"
Dia menyambut panggilan itu dengan suara yang begitu datar.
Bisa dia dengar jawaban dari seberang sana.
"Kenapa aku harus pergi sepagi ini?'
Hazel bertanya sambil menaikkan ujung alisnya.
Dia diam sejenak, mencoba mendengar kan ucapan wanita diseberang sana untuk beberapa waktu lamanya.
__ADS_1
Hingga akhirnya ujung bibir Hazel Tampak terangkat dengan sempurna.
"Aku akan pergi kesana"
Setelah berkata begitu hazel langsung menutup panggilan nya.
perempuan itu tidak berkata apapun, dia diam sejenak sambil kedua tangannya menopang tubuh nya ke atas meja makan, tiba-tiba jemari kanan Hazel mengetuk-ngetuk meja makan tersebut.
Cukup lama hingga akhirnya Perempuan itu kembali meraih handphone nya lantas mencoba menghubungi seseorang.
"Aku akan pergi menemui target, bereskan CCTV nya dan Pastikan suami ku bisa melacak jejak keberadaan ku, Malam ini rencana itu harus terlaksana sesuai apa yaang kita buat kemarin"
setelah berkata begitu Hazel langsung menutup panggilannya.
Dia berjalan keluar menuju ke arah pintu depan, lantas keluar menuju ke arah halaman depan Mansion mereka.
Dalam beberapa waktu dia melirik ke arah satu sudut dimana seorang laki-laki menundukkan kepalanya, membiarkan sang nona muda pergi sambil seolah-olah berkata semua orang masih terlelap dalam tidur mereka, jangan khawatir soal itu.
Dan malam ini disinilah tempat Hazel saat ini, di sebuah gudang sempit yang gelap dan pengap, dimana tersedia dua buah kursi sofa kecil dimasa satu nya menjadi tempat dia duduk saat ini sedang kan satu nya lagi terlihat kosong.
Dan sebuah Kursi kayu yang diduduki oleh seseorang dihadapkan nya, wajah orang tersebut sama sekali tidak terlihat, tapi sosok tubuh dengan balutan pakaian ketat mendominasi berwarna hitam itu bisa Hazel lihat dengan jelas.
Dan meskipun tidak bisa melihat nya, Bola mata orang tersebut seolah-olah siap membunuh dirinya saat ini.
Hazel tampak menaikkan ujung bibirnya, menatap sosok tersebut.
"Aku fikir kamu tidak akan senekat ini mengambil ku dari kediaman utama Ozvit Del Piero"
__ADS_1
Ucap Hazel sambil menyandarkan tubuhnya ke belakang Kursi sofa, perempuan itu melipat perlahan tangannya.
"kau tidak takut sama sekali pada ku?"
Tanya orang itu dengan nada begitu datar ke arah hazel, suaranya jelas di ubah, orang itu menggunakan alat untuk menipu suara.
"Tentu saja tidak, bukankah sejak awal aku sama sekali tidak takut pada mu? bahkan aku terbiasa untuk tidak mengikuti alur permainan mu"
Ucap hazel lagi.
Yang di ajak bicara Tampak terkekeh.
"Kau bahkan tidak terkejut jika aku akan berbuat jahat pada mu? bagaimana jika aku tiba-tiba berniat untuk membunuh mu?"
Tanya suara itu lagi pada Hazel lagi.
"Kau tidak perlu mengubah suaramu, bahkan tidak usah malu-malu untuk memperlihatkan pada ku sosok wajah asli mu, bibi mertua.."
Ucap Hazel dengan seringai mengerikan nya, perempuan itu membenahi duduknya, dia maju kedepan, meletakkan kedua tangannya ke atas lutut nya.
"Ah tidak, maksud ku mommy mertua tiri ku"
Setelah berkata begitu Hazel tampak terkekeh, suaranya terdengar begitu mengerikan.
"Kau...?"
Mommy tiri Ozvit seketika membulatkan bola matanya, dia maju dari posisinya sambil menatap tajam bola mata hazel.
__ADS_1