
Disisi lain.
Hazel dengan gerakan terburu-buru mencoba untuk menghubungi Erika, Cukup lama panggilan nya belum juga di jawab oleh gadis muda itu, dia khawatir jika Daddy nya lebih dulu tiba disana.
Saat dia melakukan panggilan berkali-kali namun gagal, dia Fikir sebaiknya dia mencoba menghubungi Denish.
Tapi sebelum dia sempat mematikan panggilan nya, tiba-tiba terdengar suara klik dan jawaban di seberang sana.
"Halo?"
Terdengar sahutan diseberang sana.
Hazel fikir Erika yang akan menjawab panggilan nya, tapi rupanya yang muncul malah suara seorang laki-laki.
Sejenak Hazel mengerutkan keningnya.
"Uncle Jacob?"
Tanya Hazel kemudian.
Cukup lama untuk dia memastikan jika itu adalah uncle Jacob nya, hingga akhirnya Hazel benar-benar merasa yakin jika itu adalah uncle Jacob mereka.
"Ada apa?"
Uncle Jacob nya Bertanya dengan suara yang terdengar tidak enak, seperti nya laki-laki itu cukup malu karena kepergok keponakan mantu nya Tengah bersama seorang gadis remaja.
"Uncle dan Erika ada Dimana?"
Alih-alih menjawab pertanyaan uncle nya, Hazel mencoba untuk tahu dimana posisi kedua orang tersebut.
"Kami ada di mansion Erika"
Jawab uncle nya cepat dari balik handphone nya.
Lalu tiba-tiba terdengar samar-samar suara seseorang disamping Uncle, kemudian tidak begitu lama terdengar suara seseorang di antara mereka.
"Ini Aku"
__ADS_1
Itu adalah Erika.
Seketika Hazel mengembangkan senyuman nya.
"Ini aku, hazel"
Kali ini Hazel ikut menyahut.
"Ada apa kak?"
Erika mengerutkan keningnya.
"Berapa lama waktu untuk menuju ke apartemen Denish?"
Tanya Hazel tiba-tiba.
"Ya?"
Erika jelas bertanya dengan perasaan bingung.
Hazel bicara dengan sedikit panik.
"Daddy dan nenek akan menemui Denish dan dilara sekarang juga, mereka Menuju ke sana"
"Ya?"
*******
Saat mendengar ucapan Hazel Seketika Erika tercekat, dia langsung menoleh ke arah Jacob.
"Ada apa?"
Tanya jacob sambil mengerutkan keningnya.
Dia agak bingung juga, ketika ada panggilan masuk Erika tengah menyiapkan adonan makanan yang membuat kedua tangan nya kotor, gadis itu tanpa rasa sungkan meminta dia untuk mengangkat nya.
Saat Erika bertanya siapa, Jacob baru sadar yang menghubungi gadis itu adalah Hazel, menantu dari kakak laki-lakinya, dan bisa disebut Hazel juga adalah anak menantu nya.
__ADS_1
Alih-alih menjawab pertanyaan Jacob, Erika buru-buru membersihkan tangan nya di atas wastafel.
"Ada apa sebenarnya?"
Jacob kembali mengerutkan keningnya, dia cukup bingung dengan reaksi Erika.
Gadis itu menatap wajah nya sejenak.
Erika mencoba menghela pelan nafasnya, dia fikir apa dia harus menceritakan soal Denish sekarang pada Jacob? menceritakan soal Dikata dan juga semua keadaan.
Tapi jika dia menceritakan nya, dia Fikir Jacob akan tahu keterlibatan dirinya dalam Banyak hal, dia takut Jacob akan sulit untuk menerima dengan baik penjelasan nya.
"Erika?"
Suara Jacob mengejutkan dirinya.
"Aku fikir ini akan sulit untuk uncle terima"
Ucap Erika pelan sambil menatap dalam bola mata laki-laki yang ada dihadapan nya itu.
"Maksud kamu?"
Laki-laki itu fikir sebenarnya apa yang ingin dikatakan oleh gadis muda itu.
"Ini soal Denish, putra kandung uncle dan adik Hazel"
Ucap Erika cepat.
Mendengar ucapan Erika seketika membuat Jacob terbelalak kaget.
"Kau bilang apa?"
Tanya nya dengan nada suara yang tiba-tiba berubah.
Oh god.
Batin Erika sambil terus menatap dalam bola mata laki-laki yang ada di hadapannya itu.
__ADS_1