
Ozvit kembali memperhatikan tangan dam wajah nya di kaca.
Lagi-lagi dia melihat Dirinya akan menghilang secara perlahan dan wajah nya saat ini mulai mengeriput.
Dia fikir apa mungkin dia masuk ke waktu yang berbeda seperti ucapan gadis tadi?.
Saat wajahnya mulai menua, itu artinya dia melintasi waktu jauh lebih kedepan lagi.
Jika gadis itu sudah sebesar itu dan gadis itu berkata dia memiliki putra Bernama Aslan, itu artinya saat ini usia nya bertambah lebih dari 23 tahun bahkan bisa jadi 25 tahun atau hampir 30 tahun.
Usia nya kini bisa jadi 50 tahunan Lebih bahkan mungkin hampir memasuki babak 60 tahunan.
Artinya Arash, Tristan dan Eliot memang masuk ke usia mereka sekarang, usia para mafia itu benar di usia yang muda, bisa jadi Aslan nya berusia sama seperti Tristan, Arash atau Eliot dan usianya lah yang salah saat ini.
Ada apa sebenarnya?!.
Ozvit berusaha mengingat seluruh memori hang tertanam dikepalanya namun tidak kunjung berhasil.
Oh Tuhan.
Laki-laki itu mengusap kasar wajahnya.
__ADS_1
"Brother, ada apa?"
Denish tiba-tiba datang dari arah sisi kanan nya, seketika Ozvit menoleh, wajah nya yang menghilang kembali secara sempurna.
"Bukan apa-apa"
Ozvit bicara sambil membuang pandangannya, dia mencoba menarik senjata nya dan mulai melangkah menuju ke arah mobil mereka masing-masing.
Ketika semua orang masuk ke mobil mereka masing-masing, ketika Ozvit ikut masuk ke mobil miliknya, Laki-laki itu sejenak menghela nafas nya, dia mencoba meraih handphone nya untuk beberapa waktu, menekan nomor Hazel didalam sana.
Lama... sangat lama sekali tanpa ada jawaban.
Kekhawatiran menghantam dirinya, seketika air mata nya jatuh.
Kesempatan?!.
Dia ingat ucapan Hazel beberapa waktu yang lalu.
'Tidak Semua Orang Allah Beri Kesempatan Kedua, Bila Itu Kamu Maka Bersungguh-sungguhlah Memperbaiki"
"Pernah berada dalam kelamnya hidup, suka meninggalkan aturan Allah, sengaja meninggalkan kewajiban, dan selalu mencoba hal-ha yang Allah tidak sukai, bahkan melakukan kemaksiatan kecil maupun besar seakan tiap waktu, tapi itu dulu"
__ADS_1
"Begitulah mungkin curahan seseorang yang ingin kembali kepada Allah, dan sekarang tengah memantapkan niat untuk benar-benar bertaubat dan berusaha memperbaiki masa depan demi segala yang terlewat sia-sia di masa lalu"
"Namun satu hal yang harus kamu ingat ketika Allah sudah memberimu hidayah, bahwasannya tidak semua orang Allah beri kesempatan kedua untuk kembali kepada-ya, maka bila itu kamu bersungguh-sungguhlah dalam memperbaiki"
"Perlu kamu tahu, sungguh Allah tidak akan pernah menutup pintu taubat kepada siapapun yan ingin kembali baik, sekalipun dulu dia banyak melakukan dosa dan kemaksiatan."
"Allah maha baik, Allah selalu maha sempurna dalam memberi pengampunan kepada hamba-hamba-Nya, maka bila saat kamu ingin kembali kepada Allah cukup kamu benarkan niatmu dan datanglah kepada-Nya dengan sungguh-sungguh."
"Jangan pernah ragu untuk kembali kepada jalan-Nya, jangan pernah takut duniamu akan hancur, karena siapapun yang memutuskan untuk kembali ke dalam jalan yang benar maka Allah menjamin kebahagiaan dan kebaikan baginya."
"Allah menjamin kebaikan hidup yang sempurna bagi siapa saja yang tetap di jalan-Nya, tapi tentu semua itu tidak akan semudah yang kamu pikirkan, akan ada proses yang harus dilalui dengan yang namanya “ujian”.
Ozvit menangis saat ingat apa yang telah dilakukan nya dimasa lalu, masih adakah kesempatan untuk dirinya benar-benar memperbaiki keadaan?!.
Dia telah berusaha semampu nya untuk mengubah semua takdir mereka.
Dan saat ini dia hanya tidak ingin kehilangan Hazel, dia benar-benar mencintai perempuan itu dan tidak akan sanggup jika kehilangan sekali lagi.
Ozvit masih terus menghubungi Hazel, dia terus mencoba mendengar kan suara jawaban diseberang sana sambil perlahan melajukan mobilnya mengikuti Anggota lainnya menuju ke hutan Utara Prancis.
Klekkkk
"Assalamualaikum Habibi?"
__ADS_1
Seketika Ozvit menghentikan mobilnya saat dia mendengar jawaban lembut dari seberang sana.