
Mansion utama
Melisa Monte
Melisa sejenak meremas beberapa lembar kertas yang ada di hadapannya itu dengan penuh kemarahan, kemudian wanita itu melempar gelas minuman yang ada di hadapannya itu dengan sekuat tenaga nya hingga hancur menabrak dinding.
Jutaan kekesalan memenuhi wajah nya kala ini, dia marah, begitu marah sekali.
Bisa dilihat gelas bertungkai tinggi tersebut hancur berantakan dilantai dan semburan anggur merah membasahi dinding dan lantai mendominasi berwarna putih tersebut.
Dua laki-laki yang ada dihadapan nya seketika menelan kasar Saliva mereka, mereka fikir sang nyonya besar benar-benar marah saat ini.
Yah Melisa benar-benar marah untuk saat ini.
"Dia pergi bersama seorang Perempuan?"
Wanita itu bertanya kepada para bawahan nya.
"Ya nyonya"
__ADS_1
Seketika Melisa menggeram.
Orang-orang kepercayaannya berkata Jacob tengah melewati liburan panjang bersama seorang perempuan, tapi mereka berkata tidak mengenali sosok perempuan tersebut
Keinginan untuk tahu bagaimana rupa perempuan itu jelas pupus, bahkan mereka tidak tahu kemana laki-laki itu pergi berlibur.
Melisa kehilangan jejak laki-laki tersebut untuk waktu yang cukup lama, hingga akhirnya dia berhasil menemukan nya.
Sejenak tidak lama.
Dan kini lagi-lagi dia Hampir kehilangan Laki-laki itu lagi 2 hari 2 malam dia kehilangan jejak nya.
"Aku bilang cari tahu hingga dapat, kemana tujuan liburan mereka dan cari tahu siapa perempuan yang dia bawa bersama nya itu"
"Aku ingin kalian bisa memberikan aku informasi akurat nya dalam 2*24 jam paling lamban"
Mendengar ucapan wanita itu seketika kedua orang tersebut menundukkan kepalanya, itu artinya mereka tidak memiliki banyak waktu untuk menyelidiki, setelah itu mereka langsung beranjak pergi dari hadapan Melisa.
Wanita itu masih berfikir kemana Jacob melangkah pergi, dia kehilangan jejak laki-laki itu sejak kejadian ditangkapnya Beria.
__ADS_1
Hanya terdengar keinginan laki-laki itu untuk melamar putri nya atas permintaan nenek tua Del Piero.
Setelah itu Melisa benar-benar kehilangan jejak Jacob.
Dan kini setelah perjuangan panjang mencari kesana-kemari lagi-lagi dia kehilangan jejaknya.
Melisa hanya tidak rela kehilangan Laki-laki tersebut, dia tidak bisa mengontrol emosi serta luapan perasaan nya pada Jacob.
Semakin dia ingin melepas kan nya semakin dia tersiksa, semakin dia tidak rela.
Dan Melisa jelas tidak bisa menerima soal lamaran laki-laki itu pada putrinya, dia hanya tidak rela.
Tapi sebelum itu dia ingin tahu soal perasaan Erika terlebih dahulu, apa mungkin putri nya menyukai Jacob juga dan mencoba mengkhianati dirinya.
Jika iya Melisa jelas akan memisahkan mereka dengan cara nya.
Tapi belum juga sempat Melisa bicara dengan gadis itu, sang putri berkata dia mengambil liburan ke luar negeri bersama teman-teman dan menghabiskan waktu beberapa malam di sana.
Dan seperti biasa pula putri nya selalu berusaha menghilang dan menghindari dirinya, sebab sejak kecil Erika memang tidak begitu dekat dengan dirinya.
__ADS_1
Kali terakhir pertemuan dirinya dan putri nya di 2 Minggu yang lalu, setelah Selisih paham mereka soal keinginan dirinya di perusahaan, dia membuat gadis itu Kecewa dengan keputusannya nya hingga lagi-lagi seperti biasa membuat mereka tidak saling bicara.
Sejenak Melisa menatap kembali barisan kertas yang ada dihadapan nya itu, dia mencoba untuk menebak-nebak siapa perempuan yang dibawa Jacob berlibur tanpa sepengetahuan dirinya itu.