
Ketika dua pelayan tersebut membawa Dilara menjauh dari dirinya, Denish langsung memilih duduk disalah satu kursi yang ada di store tersebut.
Itu adalah toko baju dengan brand ternama, semua gadis dan perempuan seringkali menghabiskan uang mereka disini hanya untuk mendapatkan barang-barang ditempat itu.
Sembari menunggu Denish fikir sebaiknya dia membaca majalah, dia fikir menunggu perempuan memilih beberapa pakaian, mencocokkan nya bahkan menggunakan nya satu persatu jelas akan membutuhkan waktu yang begitu lama.
Disisi Dilara, gadis itu hanya bisa menurut ketika Denish membiarkan dua perempuan itu membawa dirinya.
Dia tidak paham apa yang akan terjadi, tapi dia Fikir seperti nya mereka pasti akan memilihkan Dilara beberapa pakaian untuk mereka cocokkan di tubuhnya dan dia bawa pulang.
Begitu tiba di dalam dua perempuan tadi memberikan banyak sekali pilihan untuk dirinya.
Dia jelas bingung untuk memilih, sebab dia tidak pandai...lebih tepatnya tidak pernah di ajak berbelanja seperti ini didalam seumur hidup nya.
"Aku fikir ini terlalu berlebihan"
Ucap Dilara pelan kepada dua perempuan itu.
Mendengar ucapan Dilara, mereka Tampak mengembang kan senyuman mereka.
"Tidak nona, ini semua akan terlihat bagus untuk nona"
Salah satu menjawab cepat.
"Tuan Lucifer telah membayar semua nya"
Lanjut salah satu nya lagi.
"Ya?"
Mendengar ucapan mereka jelas saja Dilara terkejut.
__ADS_1
"Su..dah di bayar?"
Dia jelas terkejut setengah mati.
"Ya nona"
Sejenak dia membeku, hingga akhirnya kedua perempuan itu mulai menjajal kan satu persatu pakaian kepada dirinya.
Entah sudah berapa banyak dia mencoba nya, bahkan dia diminta memilih mana yang menjadi seleranya.
Dengan sedikit kepayahan Dilara memilih bahkan mencoba pakaian nya satu persatu.
Hingga akhirnya dia di cocokkan dengan satu gaun manis yang begitu cantik untuk dirinya.
Dan Tiba-tiba seluruh wajah nya di permak lagi habis-habisan persis seperti mereka menikah kemarin.
"Kenapa aku harus berdandan?"
"Tuan bilang ini akan menjadi acara makan malam bersama pertama nona dan Tuan"
Ucap salah satu perempuan itu sambil mulai mencari heels yang tepat untuk lawan gaun Indah nya.
"Ya? makan malam?"
Saat mendengar kata makan malam Dilara jelas panik.
Iya, dia fikir dia belum mempersiapkan menu makan malam nya, dia seharusnya memikirkan nya sejak awal tadi.
"Aku belum memikirkan soal menu makan malam kami"
Ucap Dilara panik.
__ADS_1
Melihat ekspresi Dilara Seketika dua pelayan toko Tersebut menjadi sedikit kebingungan.
Dilara secepat kilat berlarian ke arah depan, dia mencoba mencari Denish untuk beberapa waktu.
Begitu melihat sosok laki-laki itu dia langsung berlarian kesana sambil berkata.
"Kak aku belum mempersiapkan menu makan malam nya"
Alih-alih terkejut dengan ucapan Dilara, laki-laki itu malah terkejut dengan penampilan nya.
Dia kemarin terpesona dengan kecantikan gadis itu di saat Dilara menggunakan gaun pernikahan mereka.
Tapi kali ini gadis itu tampil dengan lebih cantik dan indah, Bagi nya Dilara benar-benar mampu membuat dirinya terpesona.
"Cantik"
Denish bicara pelan sambil mengembangkan senyuman nya.
Laki-laki itu berdiri lantas mencoba mendekati Dilara.
Dibelakang sana dua pelayan tadi menundukkan sedikit kepala mereka.
"Aku belum membuat menu makan malam nya"
Ucap Dilara lagi dengan jutaan kekhawatiran.
Denish malah mengulumkan senyuman nya, Laki-laki itu mengulurkan tangannya, menunggu Dilara menerima uluran tangan nya.
Sejenak saat Dilara membalas uluran tangan nya, Denish langsung membawa gadis itu agar duduk tepat di mana dia duduk tadi.
Dia menunggu salah satu pelayan nya membawakan heels yang akan dipasang kan ke kaki Dilara.
__ADS_1
Secara perlahan laki-laki itu mencoba memasangkan nya ke kaki Dilara, Persis seperti seorang pangeran yang memasangkan sepatu kaca kepada sang putri Cinderella.