Suami Kejam Yang Terlahir Kembali "Balas Dendam Sang Suami"

Suami Kejam Yang Terlahir Kembali "Balas Dendam Sang Suami"
Seharusnya tidak tergesa-gesa


__ADS_3

Erika menatap dalam bola mata jacob untuk beberapa waktu.


"Uncle tahu? rasa cinta yang berlebihan membuat seseorang dengan obsessive love disorder merasa perlu untuk menjaga dan melindungi orang yang dicintainya. Bahkan, mereka mengendalikan orang yang dicintainya itu seolah-olah ia sudah sepenuhnya menjadi miliknya."


Erika kembali mencoba untuk menjelaskan.


"Gejala obsessive love disorder mungkin saja tidak muncul pada awal hubungan, tapi dapat terus berkembang dan baru terlihat seiring berjalannya waktu. Gejala OLD pun bisa semakin terlihat ketika orang yang dicintai menolak cintanya"


"Awalnya aku tidak tahu soal itu, tapi lama-lama aku paham jika mommy mengalami obsession love disorder Karena aku pernah berhubungan dengan seseorang dengan penyakit yang sama dimasa lalu"


Seketika Erika menghentikan ucapannya.


Bisa dia lihat Jacob cukup terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Erika saat ini.


"Aku pernah berhubungan dengan laki-laki yang mengalami gangguan Obsession love disorder, hal itu jelas sangat mengerikan"


Lanjut Erika lagi.


Gadis itu kembali melanjutkan langkahnya diikuti Jacob yang berjalan kembali disampingnya.


"Jadi ini akan sangat sulit untuk kita melangkah kedepan nanti nya"


Jacob menghela pelan nafasnya, dia hanya diam tidak menjawab, fikiran nya kini berkecamuk menjadi satu.


Dia tidak pernah menyangka jika Melisa bisa begitu terobsesi nya kepada dirinya, sejatinya sejak dulu dia fikir hubungan pertemanan mereka baik-baik saja.


Memang kadang sedikit aneh saat Melisa menjadi agak berlebihan pada dirinya, tapi karena dia bukan type laki-laki yang suka di atur oleh perempuan apalagi oleh seorang teman, Melisa acapkali diam saat Jacob mulai berkata dia tidak nyaman dengan perhatian berlebihan Erika.


Dimasa lalu bahkan dia tidak menyangka seluruh akar permasalahan Melisa, yang memulai semuanya.


Bahkan kehancuran malam itu Melisa turut Andil menghancurkan kisah dirinya dan perempuan yang dia cintai yang tidak lain saudara se ayah Melisa sendiri.


Sebegitu terobsesi nya perempuan itu pada dirinya hingga bisa menghalalkan segala cara.


Seketika kekhawatiran Jacob menghantam Diri nya soal Erika, laki-laki itu fikir seharusnya dia tidak terburu-buru melamar Erika,l sebab bisa jadi dan tidak di pungkiri Jika Melisa akan mencelakai putri nya sendiri.


"Maafkan aku"

__ADS_1


Ucap Jacob tiba-tiba, dia menarik pelan telapak tangan Erika.


Gadis itu sedikit terkejut, dia menghentikan langkah kakinya secara spontan.


"Untuk?"


Erika jelas mengerutkan keningnya.


"Seharusnya aku tidak membuat keputusan gegabah"


Ucap laki-laki itu lantas memeluk tubuh Erika dengan tiba-tiba.


Sejenak Erika membeku, membiarkan laki-laki itu memeluk erat dirinya untuk beberapa waktu.


Sepersekian detik kemudian secara perlahan Erika mencoba membalas pelukan laki-laki itu dengan gerakan yang begitu lembut, dia menyentuh punggung Jacob secara perlahan dengan kedua belah tangannya.


******


Catatan \=


Beberapa ciri-ciri atau tanda yang di berikan oleh OLD


-Ingin selalu menghabiskan waktu bersama, tetapi dengan waktu yang berlebihan.


-Cemburu yang berlebihan dan overprotektif terhadap pasangan atau orang yang disukai.


-Berusaha membatasi kehidupan sosial orang yang dicintainya.


-Berusaha untuk mengendalikan kehidupan pribadi orang yang dicintainya, misalnya dalam hal keuangan atau hubungan sosial.


-Merasa bahagia yang berlebihan ketika berhasil menghubungi atau mengatur orang yang dicintainya.


Penyebab Obsessive Love Disorder


Hingga saat ini, penyebab obsessive love disorder belum diketahui secara pasti. Namun, kondisi ini diduga berkaitan dengan beberapa gangguan mental, seperti:


Attachment disorder, yaitu gangguan mental yang membuat penderitanya merasa susah menjalin hubungan atau justru terlalu terikat secara emosional terhadap orang lain

__ADS_1


Borderline personality disorder (BPD)


Delusi yang menimbulkan rasa cemburu atau sindrom Othello


Gangguan bipolar


Obsessive compulsive disorder (OCD)


Selain itu, riwayat trauma psikologis, misalnya pernah ditinggalkan oleh orang yang dicintai atau sakit hati karena pernah diselingkuhi, juga bisa membuat seseorang lebih berisiko mengalami OLD.


Cara Mengatasi Obsessive Love Disorder


Mencintai seseorang terlalu berlebihan hingga terobsesi ingin mengendalikan hidupnya tentu bukan hal yang baik. Tidak hanya merugikan orang lain, kondisi ini juga membuat penderitanya kesulitan untuk fokus dalam bekerja dan beraktivitas, serta mengganggu kehidupan sosialnya dan orang yang dicintainya.


Karena obsessive love disorder sering kali dipicu oleh gangguan psikologis lain, orang yang mengalami kondisi ini sebaiknya memeriksakan diri ke psikiater atau psikolog.


Untuk menentukan penyebab obsessive love disorder, psikiater atau psikolog akan melakukan pemeriksaan kejiwaan. Setelah penyebabnya diketahui, baru dapat ditentukan jenis penanganan yang tepat, di antaranya adalah dengan:


Pemberian obat-obatan


Obat-obatan yang diberikan tergantung dari penyebab OLD. Jika OLD yang dialami disebabkan oleh borderline personality disorder, erotomania, gangguan bipolar, atau OCD, dokter akan memberikan obat antidepresan, antispikotik, dan obat untuk menjaga mood tetap stabil.


Selain itu, dokter juga mungkin akan memberikan resep obat penenang atau pereda kecemasan jika kondisi ini disebabkan oleh gangguan kecemasan.


Psikoterapi


Di samping pemberian obat-obatan, orang yang memiliki OLD juga bisa ditangani dengan psikoterapi, seperti terapi perilaku kognitif. Pada pasien yang sudah menikah, konseling pernikahan bisa dijalani sebagai cara mengontrol gejala obsessive love disorder.


Dengan menjalani terapi, pasien akan dibimbing agar dapat berpikir positif dan mencari cara terbaik untuk mengatasi dorongan yang dirasakannya. Terapi dan konseling juga dapat membantu pasien dan pasangannya membina hubungan yang lebih sehat dan saling percaya.


Note \=


Secara alami, rasa cinta memang dapat memicu obsesi. Ketika jatuh cinta, seseorang mungkin ingin melakukan yang terbaik untuk orang yang dicintainya dan memiliki orang tersebut seutuhnya. Namun, tidak wajar jika sampai muncul obsesi untuk mengambil alih dan mengatur segala aspek kehidupan orang yang kita cintai.


Cobalah pelajari seperti apa hubungan yang sehat dan terapkanlah dalam hubunganmu dengan pasangan.


Alih-alih mengatur kehidupan pasanganmu, lebih baik kamu melakukan kegiatan yang bermanfaat, seperti mengasah kemampuan atau mencari hobi baru, dan memprioritaskan tanggung jawabmu dalam belajar atau bekerja.

__ADS_1


Jika obsesi terhadap orang yang kamu cintai sudah mengganggu kehidupanmu dan dirinya, sebaiknya berkonsultasilah dengan psikolog atau psikiater sebelum kondisi ini justru menghancurkan hubunganmu dengannya.


(Informasi berbagai sumber)


__ADS_2