
"Daddy tidak akan tega merampas kebahagiaan Dilara bukan?"
Tanya Ozvit lagi pada sang mertua nya.
"Aku tahu Daddy marah dan kecewa dengan Semua keadaan, dengan perlakuan bibi Beria di masa lalu"
"Kami tahu bagaimana perasaan Daddy sekarang, merasa marah, sakit hati, serta kecewa merupakan hal yang sangat manusiawi. Setiap orang pasti pernah merasakannya karena merupakan bagian dari perwujudan emosi"
"Tapi bukan berarti kita harus membiarkan perasaan itu terus menerus tumbuh bukan? Jangan memupuk semua perasaan sakit hati menjadi dendam"
“Daddy tahu? rasa sakit hati mulai menjadi tidak wajar jika sudah menghambat keseharian kita. Jika tidak berusaha melupakan, kita malah memikirkannya setiap saat hingga pada akhirnya tidak fokus pada hal lain"
"Dan Lebih parah lagi kalau kita jadi berpikiran untuk melakukan aksi membalas dendam.”
"Memelihara dendam sama halnya dengan menyimpan perasaan negatif dalam diri kita. Akibatnya, kita kehilangan kemampuan untuk melihat sesuatu dari sisi positif. Yang ada di kepala kita hanya berbagai cara untuk menjatuhkan lawan"
“Ketika pikiran dipenuhi berbagai cara menjatuhkan orang lain, itu bukan berarti kita berpikir kreatif. Justru kita malah gagal mengembangkan diri karena pikiran kita stuck di masalah itu secara terus-menerus. Kalau sudah begitu, bagaimana kita bisa berfikiran maju? dendam akan terus berlanjut turun temurun tanpa henti"
"Orang yang menyimpan dendam selalu berusaha mencari pembenaran atas perbuatannya menyakiti orang lain. Dia akan bercerita tentang keburukan musuhnya itu sampai orang lain berpikiran sama dengannya. Ketika orang lain tidak setuju, dia akan memilih untuk menghindar.”
__ADS_1
Ozvit berusaha menjelaskan soal banyak hal pada mertua nya itu.
"Bayangkan jika Daddy memisahkan mereka, masih menyimpan dendam saat ini, Denish akan merasa kecewa dan sakit hati kemudian berkembang menjadi kemarahan dan dendam, dia tiba-tiba kehilangan akal fikiran nya dan nekat untuk membalas dendam"
"Lalu di masa depan bisa jadi cucu Daddy juga merasakan dendam yang memanjang pada Denish dan keluarga nya, kemudian terjadi pembalasan dendam lagi...lagi...dan lagi"
"Lalu bayangkan berapa banyak korban yang akan merasa tersiksa hanya karena dendam dari satu orang? turun temurun tiada henti"
"Bayangkan bagaimana nasib orang-orang yang tidak bersalah nanti nya Dad?"
"Apa Daddy ingin membuat diri Daddy sama seperti bibi Beria?"
"Jangan buat diri Daddy sama seperti dia"
"Ada satu contoh bagaimana Kekalahan umat Islam pada Perang Uhud menjadi catatan tersendiri dalam sejarah"
"Dalam suatu riwayat dikemukakan, pada peperangan di Gunung Uhud itu, gugur 64 orang dari kalangan Anshar dan enam orang dari kalangan Muhajirin, termasuk Hamzah, paman Rasulullah SAW. Semua prajurit Islam itu anggota tubuhnya dikoyak-koyak dengan kejam"
"Bahkan, ketika Hindun bin Uthbah (istri Abu Sufyan bin Harb) melihat jasad Hamzah yang sudah tidak bernyawa, dihampirinya dengan penuh kebencian. Lalu, dia belah dadanya. Dia keluarkan jantungnya. Dia mengunyahnya dan menelannya"
"Maka, berkatalah kaum Anshar, “Jika kami mendapat kemenangan, kami akan berbuat lebih dari apa yang mereka lakukan.” (HR At Tirmidzi dari Ubay bin Ka’ab)"
__ADS_1
"Dalam riwayat lain, ketika Rasulullah berdiri di hadapan jenazah Hamzah, beliau berkata, “Aku akan bunuh 70 orang dari mereka sebagaimana mereka lakukan terhadap dirimu” (HR Al Hakim dan Al Baihaqi dalam Kitab Ad Dalail dan Al Bazzar dari Abu Hurairah)"
"Apa yang diungkapkan kaum Anshar dan Rasulullah menyiratkan keinginan membalas dendam. Mereka saat itu beranggapan, yang dilakukan musuh telah melampaui batas peri kemanusiaan. Maka, menurut mereka, sepantasnya dibalas dengan balasan yang setimpal"
"Kalau perlu, dibalas dengan balasan yang lebih kejam lagi. Akan tetapi, ternyata dalam pandangan Allah mendendam itu tidak sepatutnya dilakukan kaum Muslimin"
"Dalam pandangan Allah mendendam itu tidak sepatutnya dilakukan kaum Muslimin"
Allah berfirman, “Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi, jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar. Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan. Sesungguhnya, Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS an-Nahl [16] : 126 -128).
''Barangsiapa meninggalkan pertengkaran sedang ia salah, maka akan dibangunkan untuknya rumah di sekitar surga. Dan barangsiapa meninggalkan pertengkaran padahal ia benar, maka akan dibangun untuknya rumah di lantai tengah surga, sedang barangsiapa yang membaguskan akhlaknya, akan dibangun baginya rumah di tingkat paling atas surga,'' (HR Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Baihaqi).
Ozvit menatap dalam wajah laki-laki tua itu yang tampak diam sejak tadi, mendengar ucapan Ozvit dengan seksama.
"Realita Memaafkan Memang Sulit, tapi ketahuilah Dad Itu adalah Cara Berdamai dengan Berbagai Luka"
Ozvit terus menggenggam erat telapak tangan laki-laki dihadapan nya itu, berharap sang mertua nya tidak lagi memperpanjang segala macam persoalan hingga berbuntut dendam tiada berkesudahan.
******
Catatan \= Sumber pengetahuan dan sejarah dari Dokumentasi Republika (Kajian Qur'an) .
__ADS_1
Semoga bermanfaat untuk menambah ilmu para readers tercinta 🙏🏻.