
Kamar penginapan
Desa la bastide Clairence
Ozvit dan hazel
Jelang tidur
21.40 PM
Hazel tampak sibuk membenahi Dirinya, sehabis membersihkan tubuhnya perempuan itu dengan cepat berganti pakaian, dia duduk di hadapan lemari hias yang ada di hadapannya dimana di setiap kamar telah disediakan oleh sang pemilik penginapan.
Masih dengan rambut terurai basah Perempuan itu mencoba untuk Merapikan rambut nya, tapi rupanya sang suami dengan gerakan cepat langsung meraih sisir yang ada di atas meja rias kemudian langsung berdiri tepat dibelakang Hazel.
"Kamu masih sungkan meminta bantuan kepada ku hmmm?"
Tanya Ozvit sambil mulai merapikan rambut sang istri.
Dengan sedikit malu-malu hazel mencoba mengulum senyumannya.
"Jangan menjaga jarak dengan ku, selama kamu membutuhkan bantuan ku katakanlah, aku dengan senang hati akan melakukan nya"
__ADS_1
Ucap Ozvit sambil tangannya terus sibuk Merapi kan rambut Hazel.
"Aku bisa melakukan nya sendiri"
Ucap Hazel lagi pelan.
Ozvit tampak diam sejenak.
"Kamu tahu sayang? Ada banyak sekali cara untuk memuliakan istri, begitu juga sebaliknya. Ada banyak cara yang bisa dilakukan istri untuk memuliakan suaminya begitu juga istri untuk suami nya sebagai pasangan"
Ucap Ozvit tiba-tiba.
Bola matanya masih tetap fokus memperhatikan rambut Hazel dimana tangannya secara perlahan merapikan rambut indah itu sejak tadi.
"Misalnya saja dengan menyisir rambut"
Setelah berkata begitu, Ozvit mencium perlahan puncak kepala istrinya itu.
"Tahukah kamu sayang? jika suami menyisir rambut istri, itu merupakan salah satu bentuk kasih sayang pasangan. Bahkan Rasulullah SAW pun sering melakukan hal itu kepada istrinya, begitu juga sebaliknya"
"Seperti hadis yang pernah diriwayatkan oleh Bukhari, Aisyah RA biasa menyisir rambut Rasulullah SAW. Aisyah pun bahkan biasa mandi bersama lewat satu ember atau bejana tempat menampung air"
__ADS_1
Hazel Tampak diam mendengarkan ucapan Ozvit.
Tidak tahu kenapa, dia hanya merasa takut dan malu merepotkan Ozvit, tapi laki-laki itu selalu memperlakukan dirinya dengan begitu istimewa, seolah-olah diri nya bagaikan benda berharga yang Ozvit takuti rusak atau pecah.
Hazel sebenarnya bahagia dengan semua perlakuan Ozvit pada nya, dia bahkan begitu mencintai suami nya itu, diam-diam dia memuja suami nya, berharap apa yang dimiliki nya bukan mimpi semu yang akan menghilang begitu saja.
Tapi kandang kala dia takut indah nya perlakuan Ozvit akan berubah menjadi mimpi indah didalam dirinya.
Terkadang dia takut jika laki-laki itu meninggalkan dirinya, dia khawatir jika laki-laki itu tiba-tiba menghilang dari hidup nya secara tiba-tiba, dia fikir bagaimana dia bisa hidup tanpa laki-laki itu nanti.
Ozvit yang Setelah berkata begitu tadi langsung meraih pelan tubuh Hazel, laki-laki itu dengan gerakan yang begitu lembut meraih tubuh sang istri dan membawanya naik ke atas kasur mereka.
Hazel jelas terkejut saat Ozvit membawa tubuh nya secara tiba-tiba.
"Habibi...aku..."
"Stttt"
Ozvit langsung menutup pelan bibir Hazal dengan bibir nya untuk beberapa waktu kemudian dengan gerakan lembut juga dia melepas kan ciuman nya.
Bisa dia rasakan bagaimana tegangnya Hazel mengahadapi diri nya saat ini.
__ADS_1
Laki-laki itu berjalan menuju ke atas kasur Mereka, meletakkan tubuh istri nya dengan gerakan yang begitu perlahan.
Ozvit terlihat ikut merebahkan diri nya disamping sang istri, secara perlahan laki-laki itu memeluk lembut tubuh Hazal dan membiarkan tubuh mereka saling menyatu untuk beberapa waktu.