
Ozvit tampak mengembangkan senyuman nya, menatap ke arah hazel yang sejak tadi fokus membidik kamera nya ke beberapa penjuru desa.
Sejak pagi semua orang memilih untuk menghabiskan waktu berkeliling desa la bastide Clairence, mengitari beberapa tempat untuk melihat beberapa pemandangan indah disana.
Dibandingkan di kota yang begitu padat, bising, penuh dengan polusi, di desa jelas terasa begitu nyaman dan sehat.
Mereka benar-benar memilih tempat terbaik untuk menghabiskan waktu bersama.
Di awal keberangkatan, mereka memilih untuk pergi lebih dulu menuju ke Desa la bastide Clairence, Lusiana Sang adik nya dan suami adik nya menyusul di keesokan harinya karena mereka mesti menyesuaikan jadwal pekerjaan sang suami adik nya itu.
Ozvit tidak begitu mempermasalahkan nya, bagi nya yang penting sang pencetus ide awal harus ikut didalam liburan mereka.
Dikala semua orang sibuk menangkap moment di balik kamera masing-masing untuk di jadikan kenangan bersama, Lusiana tampak duduk di samping Ozvit di atas hamparan Padang rumput hijau yang indah disana.
Mereka terlihat mengobrol untuk beberapa waktu sambil menatap ke arah hazel yang terlihat tertawa bahagia bersama Dilara, dua perempuan itu tampak saling mengejar diri di tengah-tengah hamparan Padang rumput sambil sesekali saling menarik tangan dan saling mengusili antara satu dengan yang lainnya.
Kadang Anushka dan Erika ikut masuk menjahili kedua orang tersebut, sedangkan low dan Denish sibuk membidikkan kamera mereka ke arah 4 perempuan tersebut.
Suami Lusiana memilih duduk memperhatikan gerakan semua orang secara bergantian.
"Apa kakak tahu? Melisa tengah mencoba mencari tahu keberadaan terakhir uncle Jacob"
Ucap Lusiana cepat ke arah Ozvit.
"Lalu?"
__ADS_1
Laki-laki itu bertanya sambil mengerutkan keningnya.
"Dia belum tahu jika uncle Jacob melewati liburan bersama putri nya, salah satu orang kepercayaan nya berkata jika wanita itu sedang menyelidiki siapa yang bersama Jacob saat ini"
Lanjut Lusiana lagi.
Ozvit tampak diam mendengarkan penuturan adik nya tersebut, bola mata nya menangkap sosok sang istri yang melambaikan tangan nya ke arah Dirinya.
Ozvit terlihat melebarkan senyumannya, dia mengangguk kan pelan kepalanya untuk beberapa waktu, seolah-olah berkata tunggu sejenak, ada yang harus aku bicarakan Dengan Lusiana saat ini.
"Ini mungkin akan menjadi rumit dan sulit, yang harus aku hadapi jelas bukan orang dengan pemikiran yang normal, aku harap orang-orang kita bisa bergerak hati-hati agar Melisa tidak menemukan sementara kebersamaan semua orang, aku ingin mereka melewati masa tenggang dan menghabiskan waktu liburan sejenak dengan keadaan tenang"
Ucap Ozvit cepat.
" Aku Sudah meminta semua orang meningkatkan pengawasan"
"Apa yang kakak rencanakan setelah ini?"
Tanya Lusiana sambil mengerutkan keningnya.
"Pertama membuat Jacob dan Erika mempercepat kebersamaan mereka, Kita akan memastikan mereka bersatu di desa la bastide Clairence"
"Tapi bukankah itu akan membuat Melisa akan semakin Berang?"
Tanya Lusiana cepat, kekhawatiran jelas tercetak di Balik wajahnya.
__ADS_1
Dia yakin hal itu akan memicu kemarahan Melisa.
"Waktu ku semakin menyempit, aku sudah tidak bisa menunda nya lagi untuk mengubah seluruh susunan kehidupan semua orang yang aku sayangi"
Ucap Ozvit lagi.
"Ya?"
Lagi-lagi Lusiana mengerutkan keningnya.
"Maksud kakak?"
Tanya gadis itu lagi dengan tatapan tidak mengerti.
"Aku yakin tragedi berdarah di malam kelam pasti terulang, hanya saja aku tidak tahu kapan itu akan terjadi"
Jawab Ozvit tiba-tiba.
"Berjanjilah pada ku, Lusiana"
Ozvit dengan gerakan cepat menatap Lusiana.
"Kamu akan menjaga kakak ipar mu dengan baik jika sesuatu yang buruk terjadi pada kakak"
"Kakak bilang apa?"
__ADS_1
Lusiana jelas semakin mengerutkan keningnya.
Alih-alih menjawab, Ozvit malah membuang pandangan nya, laki-laki itu kembali menatap hazel yang terlihat tertawa bahagia di depan sana.