Suami Kejam Yang Terlahir Kembali "Balas Dendam Sang Suami"

Suami Kejam Yang Terlahir Kembali "Balas Dendam Sang Suami"
Benda aneh


__ADS_3

Desa La Bastide Clairence


Kamar penginapan


Denish dan Dilara


22.10 PM


setelah melewati perjalanan panjang selama seharian begitu tiba di penginapan Denish langsung membawa Dilara menuju ke kamar milik mereka.


Menghabiskan waktu mandi bersama lantas turun kebawah menemui semua orang untuk menghabiskan waktu makan malam bersama sejenak.


Setelah itu mereka kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat.


Pilihan untuk jalan-jalan menikmati Desa La Bastide Clairence setelah hari esok, mereka butuh tenaga baru untuk bisa berjalan kesana-kemari setelah seharian berada didalam mobil.


"Kak"


Dilara bicara cepat kearah Denish.


"Hmm?"


Denish langsung menoleh sembari tangan-tangan nya membongkar isi koper dan menyusun pakaian mereka ke dalam lemari yang telah disiapkan dari penginapan tersebut.


Dilara terlihat berjalan mendekati Denish, dia mencoba menunjukkan sesuatu ke arah laki-laki itu.


"Ini apa nama nya?"


Dilara bertanya sambil mengerutkan keningnya, menunjukkan sesuatu kearah Denish.


Sebuah kotak kecil yang dia temukan didalam nakas kecil yang terletak di sisi kiri kasur mereka.


Sejenak Denish ikut mengerutkan keningnya, melihat kotak kecil yang diberikan Dilara.


Seketika Denish mengulumkan senyuman nya.


"Itu sesuatu yang sulit untuk aku jelaskan saat ini"


Jawab Denish sambil menyentuh lembut kepala Dilara.


"Kenapa?"

__ADS_1


"Hmmm bagaimana menjelaskan nya? karena kita belum pernah melakukan nya bahkan menggunakan nya, jadi sedikit sulit untuk aku jelaskan atau jabarkan"


Ucap Denish lagi.


Bagaimana mengatakan nya? itu kotak berisi kon..dom aneka rasa yang di sediakan oleh pihak penginapan untuk para pasangan yang menginap di sana.


Dia jelas kesulitan untuk menjelaskan perihal barang itu pada Dilara.


Bahkan mereka belum sempat melewati malam pertama, dia hanya takut gadis itu belum siap untuk melakukan nya.


"Ini bukan makanan? coba aku buka"


Dilara bicara dengan polos nya, gadis itu mencoba untuk membuka kotak tersebut dan mengeluarkan isi nya satu persatu.


"Sayang, itu bukan makanan"


Denish berusaha untuk meraih kotak tersebut.


"Lalu apa? kenapa diletakkan di tempat kita menginap? bukankah ini aneh? apa aku tanyakan pada kak hazel dan kak Ozvit saja kalau kakak tidak mau menjelaskan nya?"


Setelah berkata begitu, dilara bermaksud untuk menghubungi Hazel melalui handphone nya.


"What? no... sayang.."


"Ok aku akan jelaskan"


Laki-laki itu bicara cepat, mencoba menyembunyikan kotak Kon..dom tersebut di belakang punggungnya.


"Kak?"


Dilara terlihat merengek kesal.


Denish malah terkekeh melihat ekspresi Dilara.


"Kamu mungkin tidak akan menyukainya"


Tiba-tiba Denish bicara sambil mendekati Dilara.


"Ini sebenarnya tidak digunakan oleh pengantin baru seperti kita, benda ini digunakan setelah kita menikah untuk jangka waktu yang lama"


Denish benar-benar merasa kesulitan untuk menjelaskan nya.

__ADS_1


Dilara terlihat mengerut kan keningnya.


"Digunakan bagaimana?"


Dilara terus bertanya dengan rasa penasaran nya.


Tiba-tiba jemari-jemari tangan kanan Denish menyentuh lembut wajah Dilara.


"Mau aku ajarkan caranya?"


Tanya Denish tiba-tiba.


Ekspresi laki-laki itu terlihat jadi aneh fikir Dilara, dibilang serius tidak, tapi dibilang tidak serius dia fikir denish benar-benar tengah serius mengatakan nya.


Alih-alih menjawab karena tidak mengerti maksudnya, Dilara hanya mengangguk kan pelan kepalanya.


"Yakin tidak akan menyesali nya?"


Tanya Denish sambil terus mengelus lembut wajah Dilara.


Tidak tahu kenapa, tapi Dilara begitu suka saat Denish menyentuh dan mengelus lembut wajah nya, seolah-olah ada gelanyar aneh menerjang dirinya.


Seketika tiba-tiba wajah Denish sudah berada tepat didepan wajah nya, bola mata laki-laki itu menatap dalam bola matanya.


Dilara Fikir apa dia tadi salah menanyakan kotak aneh yang dia dapatkan?.


Kenapa tiba-tiba suasana nya jadi aneh?.


Bisa dia dengar detak jantung Denish dan hembusan nafas Denish di balik hidung nya.


Laki-laki itu menyatukan kening mereka untuk beberapa waktu.


"Ini akan terasa manis dan lembut, tapi akan ada waktu nya terasa sakit dan tidak enak, kemudian lama-lama itu akan membuat kamu terbiasa"


Suara Denish Terdengar seperti setengah berbisik ke arah nya, sejenak Dilara memejamkan bola matanya, dia menikmati sentuhan lembut tangan laki-laki itu di pipi kirinya.


Tiba-tiba sepersekian detik kemudian bibir Denish menyatu dengan bibir milik nya.


Dilara jelas terkejut dan langsung membuka bola matanya, dia bingung harus bagaimana, gadis itu hanya bisa membeku saat bibir itu semakin dalam menyesap bibir milik nya.


Lembut dan begitu hangat.

__ADS_1


Kak...!.


Batin Dilara sambil kembali memejamkan perlahan bola matanya.


__ADS_2