Suami Kejam Yang Terlahir Kembali "Balas Dendam Sang Suami"

Suami Kejam Yang Terlahir Kembali "Balas Dendam Sang Suami"
Berprasangka baiklah


__ADS_3

Masih di Rumah sakit Utama


Del Piero hospital


Pusat kota


Masa tegang terus berjalan ketika semua dokter terus melakukan pertolongan pada Anushka.


Low hanya bisa mundur beberapa langkah, membalikkan tubuhnya lantas keluar dari sana. Laki-laki itu menghadap kearah dinding sambil menahan tangisannya.


Sakit dan sesak!.


Itu yang dia rasakan saat ini.


Dia fikir kenapa perempuan itu begitu bodoh menjadikan tubuhnya tameng untuk menyelamatkan diri nya.


Seandainya dia bisa mengulang waktu, seandainya saja!.


Itu yang dia fikirkan.


Low Tampak memajukan tubuhnya ke arah dinding, secepat kilat dia memukul telapak tangan nya dengan begitu kencang kearah dinding.


Bugggggg.


Rasa sakit itu terasa tidak seberapa dibandingkan kesekaratan Anushka pada saat ini.


Untuk kesekian kalinya bola mata low berembun dan berair.

__ADS_1


Bangunlah, aku bersumpah tidak akan membuat mu bersedih dalam seumur hidup kamu jika kamu bangun sekarang juga.


Low hanya bisa membatin dalam hati.


Sejenak dia membalikkan tubuhnya, laki-laki itu mulai menyandarkan tubuhnya dan kepalanya ke dinding, membiarkan dia berada dalam posisi berdiri sambil kepalanya mendongak menatap langit-langit rumah sakit.


"Jangan khawatir"


tiba-tiba suara seseorang mengejutkan dirinya.


Low langsung menoleh ke aran asal suara.


Bisa dia lihat Hazel mencoba menyentuh lengannya, perempuan itu tengah duduk di kursi roda dibantu oleh Lusiana sang sepupu nya yang dengan setia membantu Hazel bergerak mendekati dirinya.


Low berusaha mengembangkan senyuman nya,.


Getir!.


"Aku takut ini tidak baik-baik saja"


Ucap laki-laki itu pelan, mencoba membenahi diri, mencoba mencari kursi untuk duduk.


Hazel dan Lusiana tampak mendekati dirinya, hazel duduk tepat dihadapan sedangkan Lusiana langsung duduk tepat disampingnya.


Lusiana menepuk perlahan Punggung Low.


"Percayalah semua baik-baik saja"

__ADS_1


Ucap Lusiana cepat.


"Aku merasa khawatir dengan keadaan, ini diluar batas pemikiran ku"


Ucap Low sambil menarik nafasnya berat.


"Kita merasakan semua nya, tapi yakinlah semua akan baik-baik saja, semua sudah di atur oleh Allah, sama seperti kami yang kehilangan sesuatu yang berharga saat ini"


Ucap Hazel cepat.


"Terimalah semua yang ditetapkan Allah dengan penuh lapang hati dan syukur di hati, apapun itu. Entah masalah atau bahagia harus selalu kamu bijakkan hatimu untuk menerima semuanya dengan penuh keikhlasan"


Lanjut nya sambil menganggukkan pelan kepalanya kearah Low.


Laki-laki itu menatap dalam bola mata Hazel.


"Terlebih bila hal itu adalah sesuatu yang kamu anggap musibah atau masalah, tetaplah tenang. Sebab, Allah tahu yang terbaik untuk kamu, Allah tidak akan memberimu ujian tanpa Dia tahu kamu mampu melewatinya. Jangan terlalu sedih atas cobaan hidup yang kamu terima, karena kamu tak pernah tahu apa yang Allah berikan kepada kamu sebagai gantinya."


Hazel terus bicara sambil berusaha menyakinkan Low jika semua baik-baik saja.


"Berprasangkalah baik pada setiap kisah yang Allah tuliskan untukmu, agar syukurmu tak pernah luntur dari hatimu, agar ikhlasmu tak mudah goyah, sebesar apapun cobaan sebagai pembingkai bahagiamu."


Lanjut nya lagi.


Seketika mendengar ucapan Hazel membuat Low meremang, yah seharusnya dia berpasrah diri, tidak panik dan yakin kepada Allah, sejatinya Allah paling tahu apa yang terbaik untuk umat nya.


Tiba-tiba pintu kamar dimana Anushka dirawat terbuka, para dokter mulai keluar dari dalam sana, Low secepat kilat berdiri dari duduknya, ingin tahu apa yang terjadi pada perempuan itu didalam sana.

__ADS_1


"Dok?"


Dia bertanya dengan nada harap-harap cemas, menatap para dokter dengan pandangan saling bergantian.


__ADS_2