
Hazel tampak mengembangkan senyuman dingin nya, dia menatap wajah panik wanita dihadapan nya itu.
"Kau...aku tidak percaya kau cukup pintar menebak ku, padahal aku memanfaatkan ipar ku untuk bicara dengan mu"
Wanita itu terlihat sedikit tidak percaya jika perempuan dihadapan nya itu begitu pintar, dia berdiri dan mencoba menggenggam erat wajah Hazel.
Alih-alih peduli pada tindakan Mommy tiri Ozvit, Hazel berkata.
"Seharusnya sejak awal aku tahu kenapa bibi mertua tidak menyukaiku"
Hazel bicara sambil menyeringai ke arah wanita paruh baya itu.
"Apa kau tahu?"
Wanita itu bertanya sambil mengendurkan pegangannya.
Hazel sama sekali tidak menampakkan ketakutan nya, dia malah bersandar santai di atas kursi sofa dimana dia duduk, dia tampak melipat kedua tangannya.
"Apa maksud mu?"
Wanita itu bertanya sambil menaikkan ujung alisnya.
"Masa muda dengan banyak permainan cinta? itu hal yang biasa!, namun perempuan baik-baik jelas hanya mencintai satu laki-laki, tapi jika mencintai banyak laki-laki, bermain hati bahkan bisa naik turun ke atas kasur sembarang laki-laki itu artinya pengobral janji"
Ucap hazel kemudian.
"Lebih tepatnya bisa disebut PEREMPUAN MURAHAN ahhh tidak apa aku harus menyebut nya WANITA NAKAL? PELA..CUR? PENGGODA? apalagi sebutan nya untuk perempuan lajang namun mencoba untuk mengganggu pasangan teman nya sendiri? PELAKOR?"
lanjut Hazel lagi, suara perempuan itu terdengar begitu dingin dan datar.
Mendengar ucapan hazel, mommy tiri Ozvit jelas membulat kan bola matanya.
"Apa?"
Dia menggeram kesal, mencoba untuk menahan rahang Hazel.
"Aku fikir wajar Mommy dan Daddy ku tidak bisa mengenali bibi mertua lagi, wajah itu rupanya sudah di permak habis-habisan"
Ucap Hazel tiba-tiba sambil menaikkan ujung bibirnya.
Mommy tiri Ozvit menghentikan gerakan nya, dia jelas terkejut.
"Bagaimana kau...?"
"Teman baik yang mencoba menusuk Mommy ku dari belakang, menggoda Daddy ku dengan banyak cara, memaksa Daddy menikahi kamu karena hamil diluar nikah"
Seketika Mommy tiri Ozvit tercekat mendengar ucapan Hazel yang panjang dan lebar.
"Aku cukup penasaran putra siapa yang ada di tangan mu saat ini? Denish? wajah nya tidak mirip Daddy ku juga tidak mirip Daddy mertua ku"
__ADS_1
"Kau bilang apa?"
Mommy tiri Ozvit bertanya dengan suara gemetaran.
"Daddy Ozvit ayah mertua ku terjebak setelah pesta ulang tahun teman baik nya, hingga akhirnya terlalu banyak minum malam itu, kau jatuh cinta pada nya sejak lama hingga meminta bantuan pelayan kepercayaan keluarga Del Piero untuk bisa naik ke atas kasur nya yang ternyata adalah adik sepupu mu"
Wanita itu jelas menelan salivanya nya, dia meremas kencang telapak tangan nya.
"Malam itu kamu juga terlalu banyak minum, rencana mu hampir gagal karena kamu nyaris tumbang dari posisi mu, tapi kamu memaksa masuk ke kamar yang di gunakan mertua ku"
Ucap Hazel dengan suara yang begitu tenang.
"Tapi apa kau sadar kamu naik ke atas kasur siapa malam itu? tidakkah kamu sudah menyakinkan diri jika itu benar kasur putra tertua del Piero? sebab ayah mertua ku berkata dengan lantang dia malam itu tidak tidur dengan diri mu!"
Mommy tiri Ozvit tampak terkekeh.
"Kau fikir aku berbohong soal anak yang ada di perut ku?"
Hazel ikut tertawa mendengar kekehan wanita itu.
"Kau tidak ingin mendengar kan satu kenyataan?"
Hazel bertanya sambil menaikkan ujung alisnya.
"Aku harus menyelesaikan ucapan ku agar kamu tahu soal sebuah kenyataan manis"
Hazel bicara sambil terus menatap bola mata wanita dihadapan nya itu.
"Bulan berikutnya membuat kamu kebingungan, siapa yang bisa dimintai pertanggungjawaban? lalu kamu fikir Daddy ku pasti bisa membantu"
"Saat Daddy ku dengan keyakinan penuh tidak bisa mengkhianati Mommy ku, kamu begitu marah, sangat marah, merasa jika Daddy ku mengkhianati persahabatan kalian, kamu fikir Daddy ku jatuh cinta pada mu, rupanya Daddy ku lebih tertarik pada Mommy ku"
"Kau benar-benar membawa jutaan dendam dan kekecewaan saat itu, pergi jauh adalah pilihan terbaik kamu"
"Melahirkan anak, membesarkan nya dan melupakan soal masa lalu, tapi..."
Hazel menggantung kata-kata selanjutnya.
"Paman ke dua Del Piero tiba-tiba bertemu dengan kamu di satu desa dimana kamu berada, awal nya hanya saling sapa, obrolan singkat kemudian berakhir menjadi tidur bersama"
"Lalu tercetus ide mengerikan dari mulut laki-laki itu, alasan nya untuk membuat bibi membalaskan dendam atas rasa sakit hati bibi pada kedua teman bibi dan laki-laki yang mencampakkan bibi"
"Masuk ke keluarga Del Piero dengan wajah baru, mengambil hak yang seharusnya menjadi milik putra mu, bukan milik suami ku Ozvit"
Mendengar ucapan Hazel yang begitu tegas dan lugas seketika membuat Mommy tiri Ozvit tertawa ngeri.
"Kau benar-benar menyelidiki ku sejauh itu, menantu?"
Ucap dia sambil terus tertawa ngeri.
__ADS_1
Hazel hanya menyeringai kemudian ekspresi wajah hazel berubah drastis, begitu dingin dan datar.
"Saat kecelakaan pesawat yang jatuh di desa xxxxxxx, kau Menukar adik ku dengan putri orang lain, menyekap saudara perempuan ku dan membiarkan Anushka menjadi saudara Perempuan ku, mendoktrin otak nya seolah-olah percaya dia adalah putri dari keluarga Ursula"
Hazel tampak menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Kau wanita yang begitu hebat,aku akui kau hebat"
"Mendokrin Anushka agar membenci ku, menyiksa ku secara bertahap, menyekap saudara perempuan ku, masuk kembali menjadi istri sah mertua ku setelah Mommy Ozvit meninggal, ingin menyingkirkan aku secara perlahan karena benci pada sejarah masa lalu mu dan menyingkirkan Ozvit agar Denish naik menjadi pewaris sah Del Piero setelah mertua ku meninggal nanti nya, kau benar-benar luar biasa bibi mertua"
Mendengar penjelasan Hazel, Mommy tiri Ozvit langsung bertepuk tangan riang.
"Kau luar biasa"
"Tapi "
Hazel memajukan tubuhnya, kedua tangan nya naik ke atas lutut nya, bola mata perempuan itu menatap dalam wajah Mommy tiri Ozvit.
"Tidak kah kau ingin tahu siapa Daddy kandung Denish?"
Tanya nya dengan suara yang begitu datar dan dingin.
"Pertanyaan macam apa itu? kau jelas sudah tahu dia putra kandung siapa?"
Ucap wanita itu sambil menatap tajam ke arah Hazel.
"Bibi tidak bertanya apa keuntungan paman ke dua dalam membantu bibi masuk ke keluarga Del Piero?"
Tanya hazel tiba-tiba.
"Bibi tidak bertanya siapa yang naik ke atas kasur bibi malam itu?"
Setelah berkata begitu Hazel langsung mengembang senyuman nya.
"Kalau begitu coba tanyakan langsung pada paman kedua"
Setelah berkata begitu, Hazel kembali menyandarkan tubuhnya.
Brakkkkkk
Tiba-tiba dari arah balik pintu muncul seseorang, Ozvit tampak berdiri tegap di ujung pintu, laki-laki itu bersandar di tulang pintu sambil melipat kedua tangannya.
"Oz...vit?"
Wanita itu jelas tercekat, dia mundur beberapa langkah karena terkejut melihat siapa yang datang.
Sepersekian detik kemudian tiba-tiba dua orang laki-laki berbadan tegap Tampak menyeret seseorang dari luar sana.
Wanita itu tahu betul siapa laki-laki yang diseret paksa oleh perintah sang anak tirinya itu.
__ADS_1
"Kau...menjebak ku?"
Mommy tiri Ozvit langsung menoleh ke arah hazel, dia terlihat menggeram karena marah.