Suami Kejam Yang Terlahir Kembali "Balas Dendam Sang Suami"

Suami Kejam Yang Terlahir Kembali "Balas Dendam Sang Suami"
Bangunlah sayang


__ADS_3

Masih di Rumah sakit Utama


Del Piero hospital


Pusat kota


Low tampak duduk sambil meletakkan kedua siku tangan nya di atas lutut nya sambil Punggung tangan nya menopang keningnya, sejak malam kemarin dia belum tertidur barang sedetik pun karena khawatir dengan keadaan Anushka.


Kedua orang tua Anushka tampak tidur di sudut ruangan, sepasang suami-istri dengan usia tidak muda lagi itu pasti cukup kesulitan menunggui Anushka sejak kemarin, karena itu low berkata dia yang akan menunggu Anushka hingga perempuan itu tersadar dari keadaan nya dan meminta kedua orang itu mendapat kan istirahat nya lebih dulu dalam beberapa jam kedepan.


Sejenak low tersentak dari tidurnya saat dia merasakan tangan Anushka yang berada di genggaman terasa bergerak secara perlahan.


Tapi saat dia memperhatikan jemari-jemari itu kembali ternyata tidak, low fikir dia pasti sedang bermimpi.


Laki-laki itu secara perlahan menatap dalam wajah Anushka, masih dengan posisi tangan kirinya menggenggam erat telapak tangan perempuan itu dia mencoba membenahi rambut perempuan itu dengan tangan kanannya.


"Masih belum mau bangun dari tidur lelap mu? kamu benar-benar perempuan yang jahat. hmmm, membuat ku harus menggenggam rasa bersalah yang besar disini sambil menunggu mu dalam ketidak pastian"


Ucap low sambil menarik pelan nafasnya.


"Bangunlah, ada Mommy dan Daddy kandung mu disini sayang yang membutuhkan kamu, dan ada aku yang juga membutuhkan dirimu"

__ADS_1


Seketika low meneteskan air matanya, dia melepaskan tangan kanan nya yang mengelus lembut wajah cantik itu, kini telapak tangan itu berpindah ikut menggenggam tangan Anushka bersamaan dengan telapak tangan kirinya tadi.


Kedua tangan nya langsung menggenggam erat tangan tersebut, mencium jemari-jemari indah yang tenggelam didalam kedua tangan nya itu.


"Persiapan pernikahan kita sudah di buat, apa kamu ingin membuat pengantin laki-laki nya menjadi malu karena ditinggalkan oleh pengantin perempuan nya?"


Tanya Low lagi sambil terus mengusap-usap tangan Anushka.


"Kau tahu? aku tidak membenci mu, hanya saja merasa kesal saat aku tidak sengaja melihat mu saling berbagi Saliva dengan Denish di kediaman utama Del Piero Hari itu, aku hanya marah"


Ucap Low sambil berusaha untuk tersenyum, mengingat moment kapan kali pertama dia kesal pada Anushka dan bersikap dingin pada perempuan itu.


Ditambah lagi saat dia tahu Anushka dan Denish seolah-olah memiliki rencana lain untuk menyingkirkan Hazel, meskipun dia tidak paham apa alasan nya, Denish tidak sengaja mendengar percakapan mereka di lantai atas di malam pertunangan Lusiana.


Dimana pada akhirnya di keesokan pagi nya dia mendapatkan kabar jika Ozvit dan Hazel melewati malam pertama mereka karena pengaruh afrodisiak.


"Aku berfikir yang tidak-tidak"


Bisik Low lagi.


"Aku mencoba membicarakan semuanya dengan Hazel, Tapi Hazel berkata mungkin ada alasan kamu membencinya dan ingin menyingkirkan dirinya, perempuan itu meminta ku bersikap baik pada mu dan jangan merubah sedikitpun perasaan ku pada mu"

__ADS_1


Low menjeda sejenak kata-kata nya.


"Tapi aku merasa masih begitu marah pada mu hingga kejadian malam tidak terduga itu terjadi, aku benar-benar merasa bersalah, tapi jika ingat rencana buruk kalian aku kembali merasa kecewa"


"Tapi kali ini aku paham, kamu benar-benar tidak tahu apa-apa, kamu di peralat oleh orang-orang pendosa yang menginginkan sesuatu di luar akal sehat mu"


"Karena itu aku mohon bangunlah, jangan buat aku menunggu terlalu lama"


Setelah menyelesaikan ucapannya Low kembali membiarkan tangan lembut itu mengelus wajahnya untuk beberapa waktu.


Hingga tiba-tiba sepersekian detik kemudian tiba-tiba layar monitor disisi Anushka mengeluarkan suara tidak beraturan yang memekakkan telinga.


Seketika low membulatkan bola matanya, dia langsung menegang dengan sempurna.


"Anushka"


Dia tercekat, langsung menekan tombol gawat darurat yang ada di bawan tempat tidur dimana Anushka berbaring.


"Sayang...jangan membuat ku takut"


Low bicara dengan perasaan kacau balau penuh kepanikan.

__ADS_1


__ADS_2