Suami Kejam Yang Terlahir Kembali "Balas Dendam Sang Suami"

Suami Kejam Yang Terlahir Kembali "Balas Dendam Sang Suami"
Dia tidak menginginkan nya


__ADS_3

Apartemen Erika Monte


Erika tampak mengembangkan senyuman nya saat melihat apa yang terjadi di hadapannya itu.


Tidak tahu bagaimana cara Ozvit menyakinkan mertua nya, dia cukup lega saat melihat laki-laki keluarga Ursula itu mau berdamai dengan perasaan dan keadaan.


Meskipun tidak dipungkiri masih ada setitik kemarahan dibalik wajah tua itu, tapi Daddy Hazel berusaha untuk menekan seluruh kemarahan dan emosi nya yang mungkin sejak beberapa hari lewat naik ke puncak kepala.


Berdamai dengan keadaan memang sulit, tapi lebih sulit ketika kita bisa melupakan segala kemarahan, kebencian dan belajar memaafkan.


Realitanya hidup akan menjadi lebih baik ketika Kita tidak membawa dendam atas segala sesuatu yang memanjang.


Hanya orang-orang berhati besar yang sanggup bertahan dengan keadaan dan melupakan dendam di antara semua orang.


Dan itu tidak banyak.


"Kemarilah"


Saat Hazel bicara pada Dilara, bisa mereka lihat bagaimana ekspresi gadis itu saat ini. Dilara Tampak menggenggam erat tangan Denish, dia menatap laki-laki itu untuk beberapa waktu.


Ekspresi wajah nya cukup takut saat dia melihat laki-laki disamping Hazel tersebut.


"Kak?"


Dia seolah-olah bertanya pada Denish siapa orang tersebut.


Melihat ekspresi Dilara Denish tampak mengembangkan senyuman nya, laki-laki itu menyentuh lembut puncak kepalanya.

__ADS_1


"Jangan takut"


Ucap Denish cepat.


"Kamu tahu? dalam kehidupan kita pasti memiliki sebuah keluarga, ada ibu yang melahirkan kita, ada ayah yang selalu ada di samping kita"


"Kedua orang tua yang begitu menyayangi kamu sejak kamu belum lahir hingga dewasa"


"Tapi sebuah hal buruk terjadi hmmm, Mereka terpaksa berpisah dari kamu karena kesalahan seseorang"


Denish ingin berkata itu kesalahan Mommy nya juga kesalahan dirinya, tapi Ozvit dan hazel berkata tidak usah membahas lagi soal sesuatu yang telah berlalu.


Dia berkata Seiring berjalannya waktu Dilara akan memahami sendiri keadaan mereka di masa lalu, hazel akan menjelaskan secara perlahan soal yang terjadi pada adik nya itu.


"Dan dia adalah Daddy kamu hmmm"


Denish bicara sambil menyentuh lembut wajah Dilara, meminta gadis itu berjalan kedepan mendekati Tuan Ursula.


Mendengar kata Daddy seketika membuat dia takut.


Kata Mommy dan Daddy seolah-olah menjadi momok mengerikan didalam hidup nya, seketika dia ingat dengan Beria.


Dia berfikir seluruh makhluk yang di panggil Daddy dan Mommy pasti mengerikan seperti itu, tidak segan-segan menyiksa diri nya atau bahkan memukul dirinya.


"No..."


Dilara terus menggeleng kan kepalanya, dia jelas ketakutan, ingatan mengerikan soal kelakuan Beria kembali menghantam isi kepalanya.

__ADS_1


Kekejaman Beria, bagaimana wanita itu menggenggam erat wajah nya, menyeret dirinya, memukul diri nya atau bahkan Denish, mencekik diri nya dan Denish,bahkan wanita itu pernah hampir membuat diri nya dan Denish mati.


Dia fikir laki-laki dihadapan nya itu akan melakukan hal yang sama, dia jelas tidak ingin kembali pada siapapun, dia tidak butuh siapapun.


"Aku mau pulang, kak"


Seketika tangis Dilara pecah.


"Kita pulang saja, aku tidak minta apa-apa, aku tidak mau, aku hanya ingin bersama kakak, kita pulang sekarang juga"


Dia berusaha menarik tubuh Denish, agar membawa nya pergi dari sana.


"Sayang?"


Denish jelas panik melihat ekspresi Dilara yang tiba-tiba ketakutan.


"Aku tidak mau siapapun itu, Daddy atau Mommy, mereka akan memukul kita, memisahkan kita, mereka akan membunuh kita, aku mau pulang..."


Pekik Dilara histeris.


Semua orang jelas terkejut melihat ekspresi Dilara.


Daddy Hazel bahkan terlihat lebih panik saat mendapatkan reaksi Dilara.


"Sebaiknya kita keluar sejenak"


Tiba-tiba Jacob merangkul tubuh Daddy Hazel.

__ADS_1


"Putri mu seperti nya butuh waktu untuk menerima semuanya, biarkan Denish, hazel, Erika dan Ozvit yang membantu menjelaskan pada Dilara"


Nenek tua Del Piero terlihat mengangguk-anggukkan kepalanya, dia sependapat dengan apa yang di katakan putra nya.


__ADS_2