
Mansion utama
Melisa Monte
Mommy Erika Monte
"Kau bilang apa?"
Tiba-tiba nada suara Melisa meninggi begitu saja, dia cukup terkejut saat mendengarkan soal kenyataan dari asisten pribadi nya.
"Keluarga Hurairah akan datang untuk melamar Erika dalam dua hari ke depan"
Ucap assisten pribadi nya itu mengulangi kata-kata di awal nya kembali.
"Me...lamar Erika?"
Nada suara Melisa jelas terdengar gemetaran.
"Siapa yang melamar? ulangi lagi, siapa yang melamar?"
Pekik Melisa sambil mendekati laki-laki dihadapan nya itu.
Dia langsung menarik kerah baju laki-laki itu dengan gerakan yang begitu kasar, bola matanya membulat seketika, darahnya tiba-tiba mendidih, dia jelas marah bukan main.
Sang asisten pribadi jelas kelabakan, dia mencoba menahan perasaan nya, dia tahu sang nyonya mulai kehilangan akal warasnya.
"Mereka bilang itu lamaran dari tuan Jacob untuk putri Anda, nyonya"
__ADS_1
Ucap nya pelan, berusaha untuk menjaga sebaik-baiknya perkataan nya, takut jika-jika wanita dihadapan nya ini jadi menggila.
Mendengar ucapan laki-laki itu seketika membuat Melisa membulatkan bola matanya, dia menatap nanar wajah laki-laki dihadapan nya itu untuk beberapa waktu.
"Tidak mungki"
Seketika dia tercekat, tidak percaya dengan pendengaran nya.
"Bagaimana bisa?"
Tanya nya sambil melepas kan genggaman nya pada kerah baju sang asisten nya, dia mencoba untuk membenahi posisi berdiri nya, tidak tahu kenapa tiba-tiba kakinya menjadi begitu lemas luar biasa fikir nya.
Melisa mencoba menyentuh kening nya untuk beberapa waktu, masih dengan tubuh gemetaran dia mencoba berpegangan pada meja yang ada disisi kanan nya.
Wanita itu memutar sedikit tubuhnya, berjalan gontai kearah kursi yang berdiri tegap di Hadapan nya itu.
Dimana jendela kaca ruangan tempat dia biasa bersantai atau bahkan mengerjakan semua pekerjaan kantor nya berdiri kokoh tepat di hadapan nya itu.
Melisa secara perlahan mulai duduk disana, kemudian dia mulai memejamkan bola matanya.
"Pergilah, aku sedang butuh waktu sendiri"
Ucap nya pelan tanpa berniat kembali menoleh kearah laki-laki yang masih berdiri dibelakang nya itu.
Seketika pemikiran nya memecah, Dia fikir berapa lama dia berusaha untuk mendapatkan laki-laki yang dia cintai dimasa lalu hingga masa kini?.
Entahlah, bahkan dia tidak berani menghitung nya. Mereka bahkan pernah berteman sejak kecil, sekolah bersama, lalu berpisah kemudian bertemu lagi dimasa kuliah mereka.
__ADS_1
Jacob...!!!.
Nama itu tertulis begitu rapi dihatinya.
Dia begitu mencintai nya, tapi Realita nya laki-laki itu menganggap dia hanya sebagai sahabat terbaik nya.
Laki-laki itu tidak pernah melihat nya sebagai seorang perempuan, laki-laki itu melihat nya sebagai seorang adik yang bisa dia marahi, bisa dia omeli, bisa dia nasehati bahkan bisa dia sayangi.
Dia fikir seiring berjalannya waktu laki-laki itu mungkin akan menyadari bagaimana perasaan nya, tapi rupanya keberuntungan tidak berpihak pada nya, Jacob rupanya lebih tertarik pada saudara satu ayah beda ibu nya yang lemah lembut dan bijaksana ketimbang dirinya yang begitu lincah dan aktif.
Dia tidak ingin menjadi orang jahat, tapi ambisi seketika mengubah karakter nya, dia memisah kan kedua orang itu dengan cara yang Kejam.
Dia berharap keberuntungan akan berpihak pada dirinya, realita nya Jacob bahkan tidak sekalipun melirik ke arah nya, semakin saudara nya terjebak pernikahan dengan kakak laki-laki Jacob, kedekatan dia dan Jacob semakin menjauh.
Dia benar-benar tidak memiliki kesempatan, hingga membuat dia Kalaf dan berfikir untuk menyingkir kan siapapun yang berani mendekati laki-laki itu.
Bahkan dia menghasut Beria agar wanita itu juga tidak terlibat terlalu jauh dengan Jacob saat dia tahu kejadian malam terdahulu dimana Jacob rupanya bertukar tempat tidur dengan Beria bukan dengan saudara nya.
Dia menghalalkan banyak cara untuk menyingkirkan perempuan manapun yang berani menggoda Jacob.
Tapi rupanya semakin dia mencoba menghindari Jacob pada perempuan manapun, semakin Jacob dingin pada makhluk yang Bernama perempuan, bahkan laki-laki itu malah semakin menjauhi dirinya.
Dan kini apa yang terjadi?.
Dia bisa menjauhkan atau bahkan memusnah kan perempuan manapun yang coba mendekati Jacob atau yang Jacob dekati, tapi dia bagaimana bisa memusnahkan putri nya sendiri?.
Bagaimana mungkin?!.
__ADS_1
Melisa mencoba menahan seluruh perasaan dia saat ini, seketika air matanya jatuh tanpa bisa dia bendung kembali.