
Masih di Rumah sakit Utama
Del Piero hospital
Pusat kota
Low terlihat begitu panik, saat para dokter masuk dan mencoba memeriksa keadaan Anushka laki-laki itu sudah mulai berfikir yang tidak-tidak.
Mommy nya terus berusaha menggenggam erat tangan Low, menyakinkan putra nya jika semua baik-baik saja.
Tuan dan nyonya Ghurair sama paniknya, dibandingkan nyonya Ghurair yang terlihat begitu panik dan ketakutan saat melihat kondisi putri mereka, tuan Ghurair mencoba terus mengucapkan istighfar berkali-kali.
Dia yakin semua pasti baik-baik saja, meskipun sebenarnya terselip sedikit ketakutan didalam hati nya.
Dipertemuan pertama mereka dengan putri mereka rupanya Bukan didalam keadaan yang baik, mereka benar-benar dihadapan dengan kondisi buruk yang tidak pernah mereka bayangkan.
Tapi meskipun begitu tuan Ghurair berfikir, sejak dulu Allah SWT telah memisahkan mereka sejatinya yang datang dari nya bukan kah akan kembali kepadanya?, Lalu kenapa dia harus khawatir dengan persoalan itu.
Allah SWT pasti tahu mana yang terbaik untuk umat nya, lalu kenapa mereka harus gelisah dan resah dalam menerima ketetapan nya?.
__ADS_1
Hidup tidak akan berjalan sesuai keinginan manusia, realita nya manusia hanya bisa berdoa dan berusaha, berharap pun boleh asalkan tidak melampaui batasan nya.
Laki-laki tua itu menarik pelan nafasnya, dibandingkan saat masih muda dulu, dia banyak belajar mengontrol emosinya.
Dia tahu apa yang terjadi pada putrinya, di ambil dan ditukar dalam tragedi jatuhnya pesawat dimasa lalu, kejadian itu dimana pesawat yang mereka tumpangi terpaksa mendarat disembarang tempat karena kerusakan mesin yang terjadi secara tiba-tiba.
Kejadian luar biasa seperti itu dalam pendaratan darurat tingkat keberhasilan nya jelas 1000-1, sangat jarang sekali tragedi mendarat darurat bisa dilakukan dengan keberhasilan.
Semua tahu ketika sebuah pesawat jatuh maka tidak akan ada yang yang tersisa sedikit pun disana.
Tapi seperti yang sudah dia katakan tadi, Allah SWT paling tahu apa yang terbaik untuk umat nya dan sebaik-baik pengatur alam beserta isinya adalah Allah SWT, bahkan yang berhak mengatur hidup dan mati seseorang juga diri NYA.
Sebab semua jelas sudah ditulis sesuai dengan garisan takdir nya.
QS. Ar-Ra'd Ayat 39
يَمْحُوا اللّٰهُ مَا يَشَاۤءُ وَيُثْبِتُ ۚوَعِنْدَهٗٓ اُمُّ الْكِتٰبِ
Yam-ḥullāhu mā yasyā`u wa yuṡbit, wa 'indahū ummul-kitāb
__ADS_1
Arti nya : Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh mahfuzh).
Ditengah pemikiran nya Seketika bisa dia lihat beberapa dokter terlihat sibuk memberikan alat kejut jantung di tubuh putri nya, seorang dokter perempuan tampak bicara dengan dokter lainnya.
Ketika alat kejut jantung tersebut seolah-olah menghantam tubuh tidak berdaya itu hingga mencipta kan tekanan naik turun yang tidak teratur ditubuh sang putri.
Jantung laki-laki itu seolah-olah ikut akan terlepas, kakinya seketika menjadi lemas, dia mencoba mencari pegangan, mencoba mencari kursi untuk duduk dan bersandar diikuti oleh sang istri nya.
Dia terus melafalkan doa didalam hatinya.
Laa yukallifullaahu nafsan illaa wus'ahaa, lahaa maa kasabat wa 'alaihaa maktasabat, rabbanaa laa tu`aakhidznaa in nasiinaa au akhtha`naa, rabbanaa wa laa tahmil 'alainaa israng kamaa hamaltahuu 'alalladziina ming qablinaa, rabbanaa wa laa tuhammilnaa maa laa thaaqata lanaa bih, wa'fu 'annaa, waghfir lanaa, war-hamnaa, anta maulaanaa fanshurnaa 'alal-qaumil-kaafiriin
Artinya: Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir. (QS. Al-Baqarah: 286).
dia yakin Allah Tidak Akan Menguji Hamba-Nya di Luar Batas Kemampuannya.
__ADS_1