
Kembali ke masa lalu
Beberapa waktu sebelum semua orang
bertukar posisi.
"Tarik kakak ku dari kamar nya"
Gadis cantik itu, putri bungsu Del Piero berkata dengan penuh kemarahan saat menyadari ada yang ingin menjebak sang kakak.
Dia meminta dua orang kepercayaan nya untuk menarik putra tertua del Piero agar berpindah ke kamar lain dari hotel Del Piero company.
Dalam Hitungan menit sang kakak telah berpindah posisi menjadi ke kamar lain yang diinginkan sang adik perempuan nya.
VVIP 3.
"Awasi dengan benar, aku akan kembali masuk bergabung dengan teman-teman ku, jangan sampai perempuan itu menggoda kakak ku"
"Baik nona"
Setelah itu dia melesat pergi meninggalkan sang kakak di kamar itu.
******
Disisi lain
"Aku sudah bilang dia tidak bisa minum, kenapa kamu membuat nya jadi banyak minum?"
Putra ke dua Del Piero tampak marah saat melihat kekasih nya mabuk berat, dia menatap kesal perempuan yang ada dihadapan nya itu.
Sebenarnya dia sudah mulai banyak minum karena permainan truth and dare, tapi dia jelas cukup kuat untuk bertahan, tapi dia fikir kelompok laki-laki memang bermain seperti itu, bukan berarti kelompok perempuan juga harus ikut bermain di sisi berbeda tanpa sepengetahuan dirinya.
Sahabat baik dia dan juga adalah saudara perempuan kekasih nya itu tampak menatap nya dengan perasaan penuh rasa bersalah.
"Jacob, maafkan aku"
Perempuan itu bicara pelan sambil meremas pelan kedua tangan nya.
"Kau seringkali membuat ku kesal dengan tindakan mu"
Jacob menghela kasar nafasnya, menggendong tubuh sang kekasih secara perlahan menuju ke kamar disisi Utara hotel tersebut.
Tidak ada rencana untuk menginap, tapi melihat gadis yang dia cintai begitu mabuk parah, dia mau tidak mau memutuskan untuk tidak pulang malam ini, apalagi beberapa teman-teman nya masih menunggu di lantai atas sana.
"Biarkan mereka memberikan aku kamar kosongnya"
Ucap Jacob pada perempuan itu.
"Tunggu sebentar"
Seketika perempuan itu mengembangkan senyuman nya, berlarian ke arah kanan, bicara dengan salah satu pegawai disana lantas menerima ID card.
"Kembalilah ke pesta nya, aku akan mengurus Laila lebih dulu"
Ucap Jacob cepat ke arah perempuan itu setelah dia membukakan pintu kamar dihadapan nya itu.
"Maaf"
Perempuan itu terus bicara dengan penuh perasaan bersalah.
"Lupakan saja"
Setelah berkata begitu, Jacob langsung membuka pintu kamar hotel milik nya dengan gerakan cepat.
VVIP 8.
__ADS_1
...(Hanya visual)...
...Bayangkan ketika 2 pintu saling berhadapan...
Dimana posisi pintu VVIP 8 saling berhadapan dengan pintu VVIP 3.
Setelah memastikan sang kekasih baik-baik saja, Jacob secepat kilat keluar meninggalkan Gadis itu didalam kamarnya.
*******
Disisi lain.
Sang teman masih berada di Balik dinding salah satu pintu kamar, menyeruak keluar dengan gerakan perlahan, mendongak keatas memastikan CCTV tidak bergerak sesuai keinginan nya.
Dia tampak menggenggam dua kartu serap untuk membuka pintu yang ada di sisi kiri dan kanannya.
Berjalan perlahan menuju ke arah kamar VVIP 8 terlebih dahulu.
Tiba-tiba seseorang mencoba menahan langkah nya.
"Kau akan menghancurkan kehidupan nya?"
Seorang perempuan bicara kearah perempuan itu.
"Bukankah terlalu menyenangkan ketika saudara satu ayah ku bisa mendapatkan segala sesuatu yang dia inginkan? Jacob lebih pantas untuk ku dari pada untuk dirinya, biarkan dia menikah dengan putra tertua del Piero, dan aku yang akan merangkak naik ke atas kasur putra ke dua Del Piero dengan cara ku sendiri"
"Kau benar-benar gila"
"Tutup mulut mu dan jangan pernah bicarakan soal ini pada siapapun"
Setelah berkata begitu, perempuan itu Secepat kilat masuk kedalam kamar itu, memindahkan saudara tirinya ke kamar VVIP 3.
Bukankah satu keberuntungan fikirnya, ketika dia memanfaatkan kesempatan yang diberikan oleh orang lain.
Dia berharap besok pagi berita nya bisa pecah, saudara perempuan nya tidur dengan laki-laki lain, Jacob pasti kecewa dan melepaskan perempuan itu begitu saja.
Dikala Jacob runtuh, laki-laki itu akan butuh seseorang untuk menggenggam tangan nya dan memeluknya.
*****
Disisi lain.
Beria seharusnya tidak minum terlalu banyak, dia menyusun rencana untuk bisa naik ke atas kasur putra pertama Del Piero, menggunakan saudara sepupunya untuk membubuhkan afrodisiak didalam minuman laki-laki itu.
Tapi dia kesulitan untuk bergerak karena para teman-teman nya terlalu banyak mencekokinya dengan minuman berat.
"Oh shi..t"
Dia mengumpat sambil berjalan sempoyongan ke arah kamar dimana putra pertama Del Piero berada, mencoba mengingat berapa nomor kamar laki-laki tersebut. VVIP 8?
Cukup sulit mengendalikan dirinya yang mabuk mencari kamar VVIP 8, Hingga akhirnya dia menemukan kamar itu juga sesuai kemauan nya.
"Oh god"
Beria menekan sembarang tombol lampu, membiarkan ruangan kamar itu menjadi terlihat begitu remang-remang, naik keatas kasur dengan kepala yang berdenyut tidak karuanan.
Dia fikir dia tidak punya daya untuk meng eksekusi laki-laki Del Piero itu saat ini.
******
Disisi lainnya lagi.
Jacob menghela kasar nafas nya berkali-kali, dia cukup merasa gerah karena permainan truth and dare bersama teman-teman nya, dia fikir benar-benar gila Karena mengikuti permainan Semua orang.
__ADS_1
Dia melirik kearah jam tangan nya berkali-kali, cukup khawatir meninggalkan sang kekasih sendirian didalam kamarnya.
Mencari celah agar bisa keluar dari kerumunan teman-teman nya dalam waktu yang lama.
hingga akhirnya dia berhasil keluar dari sana untuk beberapa waktu.
Saat tiba di pintu hotel dia sedikit ragu dengan pemikiran nya.
3 atau 8?
Saat mabuk di suka lupa dengan nomor kamar atau kode intercom apartemen nya sendiri.
Shi.t aku pasti sudah gila.
Umpat Jacob sambil mencoba mengeluarkan kartu kamar hotel tersebut, mencocokkan nya dan mencoba membuka pintu dihadapan nya itu.
Kletakkkk.
Bagus!.
Seru Jacob sambil mengembangkan senyuman nya.
*******
Setelah beberapa jam kemudian.
Jacob seketika menekan kepalanya dengan jutaan kepeningan, dia fikir ada yang salah semalam, seolah-olah dia berpacu dengan waktu bersama seseorang.
Efek mabuk membuat dia lupa dengan kejadian sebenarnya, dia fikir dia telah bertindak salah pada kekasihnya tapi sepertinya dia sedang bermimpi dengan keadaan.
Saat terbangun dia tidak berada di kamar hotel nya, dia tahu-tahu tidur di kamar milik teman baiknya.
"Oh god... Jacob apa yang telah kau lakukan?"
Laki-laki itu bertanya dengan nada panik kearah Jacob, dia mengguncang kuat tubuh Jacob agar bangun dari tidur nya.
"Kalian benar-benar kacau"
Laki-laki itu terus berkata panik.
"Kau bicara apa?"
Jacob masih bingung dengan keadaan, bertanya sambil terus memegangi kepalanya yang masih berdenyut karena efek mabuk.
"Aku tidak tahu apa yang terjadi antara kamu dan saudara kamu, tapi semalam Laila tidur dengan saudara laki-laki mu, dia kehilangan harta berharga nya di tangan kakak laki-laki mu dan kau meniduri perempuan lain yang...oh shi..t apa kau sudah gila?"
Laki-laki itu bicara sambil meremasi kasar wajahnya.
"Jika aku tidak masuk kekamar mu dengan Aini, aku bisa pastikan kau akan menelan pil pahit dan terpaksa untuk menikahi perempuan itu"
Seketika Jacob membulatkan bola matanya.
"Apa?"
Dia langsung berdiri dengan perasaan terkejut, Seketika tubuhnya menjadi begitu sempoyongan.
"Kau bicara apa?"
Jacob kembali bertanya sambil mencoba berpegangan pada ujung kasur nya.
"Saat ini skandal besar terjadi antara kekasih mu dan kakak laki-laki mu"
Seketika Jacob menerobos keluar dari sana, mencari kamar yang dia ingat sebagai kamar milik kekasih nya, bisa dia lihat kekacauan dan keramaian terjadi disana, para keluarga besar Del Piero berkumpul disan menjadi satu, para wartawan dan ada banyak orang ikut berkumpul disana.
Dia tidak tahu apa yang terjadi, tapi yang jelas belakangan kabarnya seseorang sengaja membuat berita besar hingga menarik rasa penasaran para wartawan agar menerobos masuk ke kamar milik tuan muda utama penerus Del Piero, mengangkat berita panas soal hubungan cinta segitiga yang pelik.
__ADS_1
Kakak, adik dan sang kekasih.