Suami Kejam Yang Terlahir Kembali "Balas Dendam Sang Suami"

Suami Kejam Yang Terlahir Kembali "Balas Dendam Sang Suami"
Sebuah kebohongan


__ADS_3

Disisi lain


Hazel tampak berjalan tergesa-gesa menuju ke arah apartemen milik Erika, dia fikir jangan-jangan Daddy nya telah menemukan Denish dan Dilara.


Dia berusaha menghubungi Denish sejak tadi namun terus gagal, tidak tahu kenapa handphone Laki-laki itu malah tidak di aktifkan sama sekali.


"Sayang melangkah secara perlahan"


Ozvit bicara mencoba mengingat kan hazel.


"Aku hanya khawatir"


Ucap Hazel cepat.


"Sayang.."


Ozvit mencoba menahan langkah perempuan itu, dia menghentikan langkah kakinya untuk beberapa waktu.


"Habibi?"


"Dengarkan aku"


Ucap Ozvit sambil menyentuh lembut kedua belah pipi Hazel.


"Sampai kapan?"


Tanya Ozvit tiba-tiba.

__ADS_1


"Ya?"


Hazel jelas bingung dengan pertanyaan sang suami.


"Maksud kamu?"


"Sampai kapan kita akan menyembunyikan semua nya dari Daddy kamu?"


Tanya Ozvit dengan nada setenang mungkin.


"Mungkin berkata jujur terkadang terasa berat, tapi lebih berat beban yang ditanggung jika berbohong. Kamu tahu sayang? ada konsekuensi yang harus ditanggung pada saat seseorang berbohong. Karena itu ada baiknya pikirkan dulu konsekuensi yang akan dihadapi sebelum memutuskan untuk berbohong"


"Bahkan jika kebohongan ini akan berlangsung lama, semakin lama berbohong akan berdampak buruk pada orang yang kita bohongi hmmm"


"Dalam mempertimbangkan konsekuensi dari kebohongan yang mungkin akan dilakukan, pikirkan terlebih dahulu dampaknya bagi orang tersebut, ataupun orang lain yang terkait. Apakah tindak kebohongan yang akan dilakukan itu merugikan atau akan menyakiti orang tersebut,"


"Akibat yang umum dari berbohong ialah terkikisnya rasa percaya. Jika seseorang dibohongi, terlebih jika dialami berulang kali, tentunya orang tersebut akan mempertanyakan kebenarannya. Apabila kebenaran tersebut tak terjawab, maka rasa ragu akan semakin menguat. Akibatnya rasa kepercayaan pun akan semakin memudar dengan sendirinya dan dapat berujung pada konflik"


"Mungkin saat kita membicarakan nya lebih awal akan mengakibatkan konflik juga tapi setidaknya nya konflik itu tidak akan berbuntut panjang, tapi jika kebohongan ini berlanjut lama bahkan melibatkan banyak orang, yang di Takut kan konflik nya malah memanjang dan Daddy kamu akan merasa begitu kecewa"


"Semakin lama dibohongi akan semakin menambah tingkat kemarahan di diri seseorang, termasuk Daddy hmm"


Mendengar ucapan Ozvit seketika hazel terdiam, dia mencoba menelusuri bola mata sang suami.


"Tapi aku khawatir jika Daddy...."


Dia menggantung kan kalimat nya.

__ADS_1


Hazel cemas dengan kemarahan sang Daddy, dia takut jika Daddy nya menemukan Denish dan Dilara, hal yang buruk bisa-bisa terjadi.


Melihat ekspresi khawatir Hazel, seketika Ozvit tersenyum.


Laki-laki itu hanya mengangguk kan kepalanya, dia mengelus lembut wajah di hadapannya itu.


"Aku akan mengurus semuanya, jangan khawatir kan soal apapun hmm"


Ucap Ozvit pelan.


******


Disisi lainnya lagi.


Dari ujung sana Begitu Daddy Hazel bergerak mencoba mengejar langkah Denish, tiba-tiba dirinya dikejutkan oleh sosok dua orang yang begitu dia kenal.


"Kenapa mereka ada di sana?"


Fikir nya dalam hati.


Dia cukup terkejut saat melihat putri dan menantu nya ada disana, berjalan dengan langkah tergesa-gesa menuju ke satu arah yang dia tidak pahami kemana.


Laki-laki itu jelas bingung harus mengikuti langkah yang mana tapi tiba-tiba satu pemikiran menghantam kepala nya, dia fikir jika jangan-jangan putri tertua nya tahu soal Putri bungsu nya.


Anak itu....!!!??


Daddy Hazel jelas terlihat marah, mencoba mengejar langkah dengan cepat tanpa berfikir dua tiga kali lagi.

__ADS_1


__ADS_2