Suami Kejam Yang Terlahir Kembali "Balas Dendam Sang Suami"

Suami Kejam Yang Terlahir Kembali "Balas Dendam Sang Suami"
Jutaan kekhawatiran


__ADS_3

Ozvit tampak mengembangkan senyuman nya, menatap dalam wajah Hazel yang terus bersandar didadanya, bicara sambil menatap Balik dirinya.


Mereka tampak tidur dibawah hamparan langit yang membentang luas di Antara Padang rerumputan desa la bastide Clairence.



Mereka terus mengobrol tentang beberapa hal sejak tadi, membahas soal beberapa hal yang belum sempat mereka bahas sebelumnya.


Terkadang Hazel menggoda dirinya, sesekali juga perempuan itu meraih buah-buahan yang ada di dalam keranjang, menyuapi Ozvit dengan buah-buahan tersebut sedikit demi sedikit.


Mereka benar-benar menghabiskan waktu untuk menikmati liburan bersama, membuang rasa tegang yang Terus menghantam belakangan ini.


Bahkan Ozvit berusaha menciptakan suasana Santai untuk Hazel, mengingat sang istri yang kehilangan bayi mereka kemarin.


Ozvit fikir mereka bisa mengulang semua nya dari awal, melewati masa berdua dan memikirkannya soal Ozvit junior sekali lagi.


"Habibi"


Ucap Hazel sambil mencoba merebahkan tubuhnya disamping Ozvit, dia masuk ke dalam dada bidang Ozvit untuk waktu yang lama.



"Hmm?"


Tanya Ozvit pelan sambil tangan kanannya mengelus lembut bahu Hazel sedangkan tangan kirinya menggenggam lembut Jemari Hazel.


"Aku fikir sebaiknya setelah kembali ke kota, kita memilih untuk pindah dari mansion utama"

__ADS_1


Ucap Hazel tiba-tiba, dia bicara dengan suara yang sedikit tertekan.


Mendengar ucapan perempuan itu seketika Ozvit mengerutkan keningnya.


"Kenapa?"


Hazel terlihat diam sejenak.


"Entahlah, tapi firasat ku berkata sebaiknya kita tidak kembali ke sana"


Ucap Hazel lagi sambil mengehela pelan nafasnya.


"Apakah mansion kita terasa tidak nyaman? atau ada yang mengganggu kamu Disana?"


Tanya Ozvit pelan.


Hazel menghentikan sejenak ucapan nya, dia menyentuh dada nya untuk beberapa waktu.


"Terus berdebar-debar dan gelisah, seolah-olah ada yang berbisik pada ku jika akan ada hal yang tidak baik terjadi"


Lanjut Hazel lagi kemudian.


Dia kembali mendongakkan kepalanya, menatap dalam wajah Ozvit.



"Mungkin hanya insting seorang istri, terdengar konyol dan bodoh tapi percaya lah pada ku dan berjanji lah tidak akan kembali kesana setelah kita pulang ke kota"

__ADS_1


Ucap Hazel sambil terus memperhatikan bola mata Ozvit untuk beberapa waktu, dia benar-benar meminta Ozvit untuk memahami dan memenuhi permintaan nya.


Laki-laki itu menatap dalam bola mata sang istri nya.


Bisa dia lihat kegelisahan hati di balik bola mata Hazel, begitu penuh dengan kekawatiran.


"Lalu kamu ingin kita tinggal dimana setelah pulang?"


Tanya Ozvit sambil membelai lembut rambut sang istri.


"Mari kembali ke mansion utama keluarga Ursula"


Ucap Hazel tiba-tiba.


Mendengar ucapan Hazel seketika membuat Ozvit terkejut, laki-laki itu mengerutkan keningnya.


"Ya?"


"Sebentar saja, hanya sebentar hingga sesuatu yang aku khawatir kan menghilang"


Mohon perempuan itu dengan pandangan bersungguh-sungguh.


Ozvit tampak berfikir, dia mencoba menarik pelan nafasnya.


Tidak tahu apa yang sebenarnya sedang istri nya fikirkan, entah firasat seperti apa yang sebenarnya Hazel rasakan Ozvit tidak tahu, tapi persis seperti kekhawatiran nya, dia fikir Hazel seolah-olah merasakan kekhawatiran yang sama.


Dia benar-benar ingin tahu, apakah mungkin sang istri juga sama seperti dirinya, melewati malam kelam Mencekam dan mengulang kembali masa di masa lalu.

__ADS_1


Sebab hingga sejauh ini sedikit banyak ada campur tangan Hazel dalam tiap perubahan skenario kehidupan nya di masa lalu.


__ADS_2