Suami Kejam Yang Terlahir Kembali "Balas Dendam Sang Suami"

Suami Kejam Yang Terlahir Kembali "Balas Dendam Sang Suami"
saling menggenggam tangan bersama


__ADS_3

Gedung xxxxxxx


pusat kota


Dilara masih menatap telapak tangan kokoh itu untuk beberapa waktu, tidak ada percakapan yang terjadi di antara mereka, gadis itu terlihat ragu-ragu untuk beberapa waktu.


Sejenak Dilara berfikir, seolah-olah perasaan nya berkecamuk menjadi satu saat ini.


Bola matanya lagi-lagi mencoba menatap Denish, cukup lama dia memandangi wajah di hadapannya itu.


Menikah?!.


Suami.


Istri.


3 kata itu menghiasi kepalanya.


Dia berusaha menyakinkan diri soal perasaan nya.


Bagaimana perasaan nya pada laki-laki itu saat ini?.


Ingatan soal banyak hal di masa kemarin terngiang di kepalanya, siapa yang paling dia harapkan? Punggung kokoh itu acapkali dia rindukan.

__ADS_1


Meskipun sifat laki-laki itu begitu datar dan dingin, tapi Denish selalu memberikan diri nya banyak perhatian.


Denish baginya mungkin Seperti obat, semakin banyak waktu yang dia habiskan bersama ketika datang mengunjungi nya, laki-laki itu membuat dia menyukai nya, menjadi “ketagihan” dengan kehadiran nya.


Kehadiran laki-laki itu membuat membuat oksitosin alias “hormon cinta” meningkat, efeknya akan sama seperti ketika seseorang merasakan banyak minum wine, mabuk, dan tiba-tiba menjadi bertingkah aneh-aneh.


Bahkan tanpa dia sadari terkadang detak jantung nya bisa meningkat lebih cepat dari keadaan normal dan tangan nya tiba-tiba bisa banyak mengeluarkan keringat.


Mungkin itu Bukan cuma karena gugup, tapi tanpa dia sadari sebenarnya mungkin itu merupakan efek dari stimulasi adrenalin dan norepinephrin.


Hingga tanpa dia sadari menyebabkan sensasi fisik dan hasrat dan membuat dirinya memfokus kan perhatian kepada orang yang membuat dirinya jatuh cinta.


Sebenarnya dia tidak menyadari semua nya, menepis perasaan aneh yang menggerogoti perasaan nya hingga akhirnya dia menyadari sesuatu ketika Mommy Denish melukai Laki-laki itu dan mengancam akan memisahkan mereka.


Seketika saat itu Dilara berfikir dia berada di dalam perasaan yang salah.


Dia ingin sekali membuang perasaan itu, tapi semakin dia menekan dan membuang nya, pada akhirnya dia sendiri yang terluka.


Lalu sekarang orang yang menciptakan berbagai macam perasaan di hati nya mencoba menggenggam tangan nya, bertanya bersediakah dia menikah dengan nya, melewati banyak masa bersama?.


Seketika Dilara menelan salivanya.


Bisa dia lihat Denish masih menunggu Dilara menyambut uluran tangan nya, hingga akhirnya gadis itu secara perlahan meraih telapak tangan nya.

__ADS_1


Dia mencoba mengembangkan senyuman terindah nya.


Melihat Dilara menyambut uluran tangan nya, seketika Denish bertanya.


"Kamu tidak akan menyesali nya?"


Tanya Denish pelan sambil menatap dalam Bola mata Dilara.


Secara perlahan Dilara menggelengkan kepalanya.


Dia seolah-olah menyakinkan diri jika dia benar-benar tidak akan menyesali keputusan nya.


Denish tampak mengulas senyuman nya, dia mulai membawa gadis itu melangkah masuk ke dalam bangunan besar yang ada di hadapan mereka diikuti yang lainnya.


Laki-laki itu memastikan mereka akan menyongsong masa depan bersama, saling menggenggam erat tangan masing-masing dan Denish berjanji didalam hati seperti dulu-dulu tidak akan pernah melepaskan Gadis itu dalam keadaan bagaimanapun juga.


"Sudah siap?"


Bisik Hazel di balik telinga Dilara.


Gadis itu tampak mengembangkan senyuman nya, dia mengangguk kan pelan kepalanya.


"Ya, kak"

__ADS_1


Ucap nya pelan.


__ADS_2