
Disisi lain
Erika mulai mencoba memindah posisi tangan nya yang terikat kencang dibelakang, dia mencoba memutar arah dan memindahkan nya secara perlahan ke depan.
Sembari bola mata nya mengawasi dua laki-laki dibelakang nya yang tampak mengobrol di ujung pintu dan kedatangan seorang teman laki-laki lainnya, Erika terus bergerak perlahan takut salah membuat gerakan hingga bisa mencelakai Dirinya sendiri.
"Apa anda bisa menolong ku, Pak?"
Tanya Erika tiba-tiba.
Dua laki-laki itu menoleh sambil mengerutkan kening mereka, berjalan melangkah mendekati Erika secara perlahan.
Begitu mereka mendekat, salah satu bertanya.
"Ada apa?"
Erika terlihat menaikkan ujung bibirnya.
Sepersekian detik kemudian tiba-tiba.
Brakkkkk
Perempuan itu langsung meraih kursi kayu yang dia duduki dan menghantam kursi tersebut ke salah satu laki-laki disana.
Seketika ketiga orang tersebut terkejut.
Satu meringis kesakitan.
Erika secepat kilat menyerang satu persatu dari mereka, dengan posisi tangan terikat didepan dia menyerang dada kemudian kepala laki-laki di hadapannya nya, kemudian dia melompat ke belakang dan menerjang wajah laki-laki di belakang nya.
Berikut nya dia menyerang satu laki-laki berikut nya, menarik laki-laki itu dengan kuat dan meraih pistol di pinggang laki-laki tersebut.
Tanpa aba-aba Erika langsung menghantam punggung laki-laki tersebut dengan sikunya, secepat kilat dia menarik pelatuk pistol nya dan...
Doorrrrrr
Doorrrrr
Dua tembakan mengenai dua laki-laki yang ada disana.
__ADS_1
Berikut nya dia kembali menghantam laki-laki yang dia lumpuhkan dengan tangan dan siku nya tadi, dia menghantam kaki laki-laki tersebut dan..
Klatakkkkk
Dorrrrrrr
Darah segar mengalir tepat dari arah belakang kepala laki-laki dibawah nya tersebut.
*********
Disisi lain
Ozvit tidak paham ke mana sebenarnya dia melesat, dia tiba-tiba masuk ke satu ruangan mendominasi berwarna hijau dan gelap.
Bisa dia lihat banyak orang yang bersiap menyerang nya, laki-laki itu tanpa berfikir dua tiga kali Langsung menghantam siapapun yang ada dihadapan nya, memukul dan menerjang tanpa ampun.
Pergulatan sengit terjadi, aksi saling serang, terjang dan pukul terus berlaku hingga akhirnya Ozvit Meraih salah satu senjata laki-laki yang ada di hadapannya nya dan melempar nya dengan gerakan kasar.
Brakkkkk
Sepersekian detik kemudian dia menarik salah satu orang yang terjatuh di bawah, dan Ozvit menarik pistol yang ada di hadapannya nya dan...
Klatakkkkk
Doorrrrr
Seketika bola mata nya membulat saat dia melihat Melisa Bergerak dihadapan nya.
Perempuan itu terkejut, secepat kilat berusaha menembaki Ozvit tanpa ampun.
Shi...t.
Ozvit mengumpat, secepat kilat laki-laki itu berlari untuk menghindari tembakan dari Melisa.
********
Disisi lain
Di satu ruangan Seorang gadis bersiap mengangkat senjata nya secara perlahan, pandangan nya lurus menatap ke depan mengawasi pergerakan perempuan yang terus bergerak di ujung sana.
__ADS_1
"Aku mengawasi Mommy dari sini"
Ucap gadis itu pelan di balik headset bluetooth nya.
Dia mencoba menggeser sesuatu di depan nya dengan cepat menggunakan jari-jari tangan nya.
"Aslan ada di depan"
Ucap gadis itu cepat kemudian langsung menutup apa yang dia buka Barusan.
"Tidak lebih dari 60 menit, portal nya akan segera tertutup, ambil dan pergilah, kami akan menyelesaikan sisanya, Mom"
Lanjut gadis itu lagi
*******
Disisi lain
Ketika semua orang bergerak dan mulai menghancurkan lawan di sisi masing-masing keadaan, Hazel secepat kilat masuk dari arah yang tidak di duga.
Perempuan itu melesat masuk ke sebuah ruangan gelap dan memaksa menyeruak menuju ke satu tempat yang tidak pernah terfikir kan oleh siapapun.
Saat dia melihat sebuah ruangan di bawah tanah, hazel melangkah masuk dengan tenang nya, dia mencoba mencari sesuatu di dalam sana.
Seketika bola mata nya membulat saat dia melihat apa yang di cari nya sejak beberapa bulan yang lalu.
Perempuan itu tercekat, bola matanya terlihat berkaca-kaca, dengan gerakan cepat hazel mendekati tabung kaca yang di lihatnya tersebut.
"Mommy mendapatkan nya"
Ucap Hazel pelan sambil melangkah ke arah depan.
********
__ADS_1
Catatan \= Aslan cikal bakal lahirnya putra pertama Ozvit di masa depan.