Suami Polosku

Suami Polosku
Semua menginap


__ADS_3

"Pengen ngebun*h Vera"


Degh!


Steven membungkam, dia menatap


taj4m pada Nathan.


"Kejam lo," hina Steven.


"Baru tahu?"


"Kasian Vera."


"Gak usah sok ngebelain dia!"


"Tapi dia cewek!"


"B*do amat, anj!ng"


Steven hanya mengepalkan kedua tangannya, "alasan lo pengen ngebun*h Vera, apa?"


"Banyak."


"Anj*ng, justru karena banyak, lo harus jelasin ke gue!" Marah Steven.


"Emang lo siapa?"


"Gue sahabat lo, Than!"


"Sejak kapan? Lo cuma bawahan gue yang ngaku-ngaku jadi sahabat gue, cih, miris!"


Amarah Steven memuncak, dan kemudian terjadi aktraksi yang mengerikan antara keduanya.


•••


Malam ini, Vera, Nathan, dan Farel tengah berada di ruang makan. Ketiganya menyantap makanan dengan hikmat tanpa ada raut wajah menahan beban.


"Nathan," panggil Vera.


"Apa?"


"Nanti lo ikut sekolah bareng gue, ya?"


"Terus, Farel nya gimana?"


"Kita titipin."


"Oke."


Hening kembali.


"Nathan," panggil Vera lagi.


"Apa?"


"Kening lo kenapa merah? Pipi lo kok jadi bengkak?" Vera terlihat begitu khawatir saat menatap semua inci wajah Nathan.


"Tadi abis kejedot di selokan," jawab Nathan memasang ekspresi sedih.


"Lo abis nyari jentik-jentik lagi?"


"Iya."


"Please ya Nathan ganteng, jentik-jentik itu bakal berubah jadi nyamuk, emang lo mau kita semua kena DBD?"


"Enggak,"


"Makanya, jangan nyari jentik-jentik lagi, j0rok tahu! Gara-gara lo, rumah ini bau selokan terus," ucap Vera seraya menasehati.


"Tapi Nathan suka, soal nya mereka lucu," balas Nathan.


"Thannn!" Farel menepuk tangan Nathan dengan sendok mini nya.


"Kenapa, Rel?" Tanya Nathan.


"Mam!"


Nathan tersenyum, kemudian mengangguk, "iya, Kak Nathan bakal makan kok, Farel juga makan, ya."


Vera tersenyum manis, hati nya teras hangat saat Nathan bersifat lembut pada Farel.


Vera berfikir, Nathan sudah cocok menjadi ayah, karena baginya, Nathan itu tipikal penyayang anak-anak.


"Ela, Chucu?" Pinta Farel


Vera mengangguk gemush, dia beranjak dari kursi untuk membuat susu Farel.


'kesempatan yang bagus nih!' batin Nathan.


Dia perlahan mengambil pis4u saat Vera membelangki kedua orang itu, dengan langkah hati-hati namun pasti, Nathan mengarahkan ujung runcing pis4u itu ke punggung Vera, namun─


'ting tong'


Buru-buru Nathan mengubah posisi nya.

__ADS_1


"Than, lo mau nyari apa?" Tanya Vera.


"Nathan mau yoghurt, masih ada?"


"Ada. Tapi bdw, bukain pintu nya dulu, ada orang di luar tuh!" Suruh Vera.


"O-oke."


Nathan membukakan pintu, saat melihat siapa yang datang, ekspresi Nathan mendadak berubah.


"Pergi lo," bisik Nathan.


"Gue tamu, kok di usir? Sopan 'kah begitu?" Jawab Steven.


"Jangan sok asik, pergi anj*ng!"


"Kasih gue minum dulu!"


"Minum air selokan tuh!"


"Tega lo Than."


"Gak usah banyak drama, set4n, mending lo per─"


"Nathan itu siapa? Eh, Steven! Mau ngapain?" Tanya Vera.


"Anu Ver, gue mau nginep lagi, please pasti ibu kost udah tidur nih, lo gak kasian sama gue? Kita kan best pren," bujuk Steven dengan wajah memelas dan menunjukkan puppy eyes-nya.


'plis, ini demi keselamatan lo Ver' batin Steven.


"Ya udah, gak papa, asal gak ngeroptin sih," jawab Vera.


"Yes, makasih banyak, Ver, lopyu 3k,"


"Maaf, gue udah punya suami,"


"Oh iya hehe."


Hanya tawa palsu itu lah yang bisa ditunjukkan Steven, di dalam rumah ia begitu asik bermain dengan Farel


─ tanpa ada perbincangan dengan Nathan.


Hal ini juga membuat Vera sedikit heran? Tumben mereka tidak cakapan dan membuat ulah? Tapi bodo amat, ini hal yang bagus bukan?


Sementara Nathan hanya berdiam diri sambil memakan sarapan nya.


"Vera," panggil Nathan.


"Apa?"


"EH, ANJ*M, ITU NASI BASI, GUE LUPA BUANG TADI OMAYGAT!"


'HUEK'


'Mampus kena karma awokawok' batin Steven.


Nathan memuntahkan semua isi perutnya di wastafel, wajah nya kini memerah padam menahan rasa j1j1k saat memakan nasi basi tersebut.


"S*al," umpat Nathan.


"Nathan lo gak papa?" Tanya Vera.


"Gak papa," jawabnya.


Nathan menahan malu saat melihat Steven yang terkekeh kecil.


'Awas aja lo, Steven'


Kini mereka sedang berkumpul diruang tamu, Steven dan Vera juga mengobrol asik.


'Ting ... tong'


"Sapa lagi tuh? Jangan bilang penagih listrik," ucap Vera mulai membuka pintu.


"Lo si ice cream rasa Vanila itu 'kan? Mau ngapain?"


"Aku lagi gak mau bercanda, aku mau minta maaf atas ucapan aku kemarin," ucap Vanila.


"Hm udah gue maafin, udah 'kan? Sekarang lo bisa pergi?"


"Tunggu! Eum─ aku bisa nginap gak? Soalnya manager aku dari Thailand bakal cari aku ke Indonesia. So, aku gak mau stres karena kerja 24 jam full, plis, help me Vera, aku butuh bantuan kamu, aku janji gak bakal macem-macem."


"Duh gimana ya? Gue─"


"Tolong please, dia udah tahu kalo aku nginap di rumah ibu Nathan," mohon Vanilla.


"Iya, boleh."


"Serius?Thanks."


Vanila memeluk Vera sebagai bentuk terimakasih.


Vanila pun masuk ke rumah dan


Vera hendak menutup pintu namun─

__ADS_1


"VERA! GUE MAU NGINAP DI RUMAH LO, SOALNYA NYOKAP GUE LAGI MARAH-MARAH, GUE TAKUT!" Teriak Jihan.


"Tapi─"


"LO TEGA SAMA BESTI LO? TOLONGIN GUE VERA!"


"Ya udah masuk!"


"Thanks, Vera."


"WOY VERA! JANGAN TUTUP PINTU NYA DULU, GUE MAU NGINAP! LO HARUS NOLONGIN GUE, LISTRIK DI RUMAH GUE MAT1, LUPA GUE BAYAR TAGIHAN MWEHE," teriak Arga.


"KENAPA GAK SATU KABUPATEN AJA NGINAP HA?"


"Kok lo gitu, lo ngusir gue?" Tanya Arga.


"CEPAT MASUK, ANJ!NG!"


"Oke, thanks."


"Siapa lagi yang mau nginap? Gue tunggu nih!"


"Hihihihi saya," ucap mbak kunti.


"Rumah lo di pohon anj!r, udah ah, garing!" Akhirnya Vera menutup pintu cukup keras karena terbawa emosi.


•••


"Buset, Farel udah pande bilang 'anj!ng' cuy," sorak Steven.


"Yeay, anj!ng." Farel ikut bersorak.


"Kok kamu ngajarin anak kecil ngomong gitu?" Tanya Vanila.


"Berisik lo, muka lo kek *****!" ketus Steven


"HEH, KAMU JAHAT!"


"Make up Lo ketebalan, a$u!"


"Suka-suka aku!" Celutuk Vanila.


Sementara itu, Jihan sibuk menyendiri sambil menggaruk-garuk ketek.


"Aduh, bau banget ketek gue, bulu nya lebat banget lagi, aish! Lupa bawa rexona gue, hiks," batin Jihan.


"OY ... OY SEMVAK SIAPA NIH YANG BOLONG TENGAH?" teriak Arga.


"DIAM G*BLOK! NAFAS LO BAU TERASI!" Balas Steven.


Plak!


"GUE UDAH PAKE LISTRINE OON! LIAT NOH MULUT LO, BANYAK T41 GIGI NYA," ejek Arga balik.


"NYENYENYE."


"Eh, Steven, lo liat Nathan gak?" Bisik Arga.


"Udah menghadap ke Yang Maha Kuasa!"


"M-maksud lo Nathan mat1?"


"Yoi."


"YES, NATHAN MAT1, KITA PARTY COY!"


Arga dan Steven hanya tertawa terbahak-bahak.


Sementara Jihan sedang curhat pada Vera, dan meminta tutorial memutihkan ketek.


Dan Vanila?


Wanita itu kini sedang berada di dapur bersama Nathan.


"J-jadi selama ini kamu pura-pura polos, buat ngejalankan aksi kamu?"


"Hm, tapi lo harus pandai tutup mulut! Jangan sampe Vera tahu!"


"I-iya."


"Good, Bdw gw senang deh lo nginap disini," ungkap Nathan.


"Kenapa? Apa yang istimewa saat aku nginap?"


"Karena gue bisa lihat gadis yang gue cintai."


"E-eh!?" Vanila salah tingkah.


Chup


Nathan mengec*up b1b*r Vanila sekilas.


"Gue cinta sama lo Vanila."


...next...

__ADS_1


......****************......


__ADS_2